Jenderal Lucky Avianto Turun Gunung Hancurkan Ladang Ganja Di Pedalaman Rimba, Paska ‘Dilegalkan’ OPM Papua - Koran Mandalika

Jenderal Lucky Avianto Turun Gunung Hancurkan Ladang Ganja Di Pedalaman Rimba, Paska ‘Dilegalkan’ OPM Papua

Jumat, 17 April 2026 - 09:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jenderal TNI Lucky Avianto memimpin operasi ke pedalaman Papua untuk menghancurkan ladang ganja yang diduga terkait aktivitas kelompok separatis, dengan temuan puluhan tanaman siap panen dan satu terduga pelaku diamankan.

Jakarta: Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa narkoba merupakan ancaman nyata dan serius bagi masa depan bangsa Indonesia serta kedaulatan negara. Dalam pernyataannya, Presiden menyerukan perang total terhadap peredaran narkotika yang dinilai dapat merusak generasi penerus bangsa.

“Tidak boleh kita izinkan narkoba ini didistribusikan. Begitu ada indikasi, ada yang mau jual, ada yang tahu, lapor segera. Jangan biarkan anak-anak kita rusak, hancur, dan kehilangan masa depan,” tegas Presiden dilansir dari kanal resmi setkab.go.id pada Selasa (14/4/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Merespons arahan Presiden, Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III, Letjen TNI Lucky Avianto, langsung mengambil langkah cepat dan tegas.  

Dalam operasi yang penuh tantangan di medan berat, prajurit TNI berhasil menembus belantara hutan Papua dan mengungkap dua ladang ganja siap panen di Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua Pegunungan.

Baca Juga :  Gadai Komputer di deGadai: Solusi Cepat untuk Kebutuhan Dana Mendesak

Pengungkapan ini bermula dari laporan masyarakat Desa Ngutok, Distrik Oksibil, yang mencurigai adanya aktivitas ilegal di kawasan hutan sekitar pemukiman mereka. Laporan tersebut menjadi bukti bahwa kesadaran rakyat adalah benteng pertama dalam menjaga bangsa.

“Di lokasi pertama, ditemukan 55 batang ganja setinggi 1,5 meter siap panen dan siap merusak masa depan anak Papua. Namun, pasukan tidak berhenti. Mereka terus bergerak lebih dalam, menembus sunyi rimba Papua,” kata Lucky saat dihubungi wartawan, Selasa (14/1/2026).

Hasilnya, lanjut Lucky, ladang ganja kedua di wilayah Desa Esipding, Distrik Serambakom, berhasil diungkap. Sebanyak 80 batang ganja setinggi 2 meter ditemukan personel TNI, sebagai bukti nyata bahwa ancaman ini terorganisir dan tidak bisa dianggap remeh.

Dalam operasi tersebut, Kogabwilhan III juga mengamankan seorang terduga pelaku berinisial L-U, yang kemudian dibawa personel TNI bersama seluruh barang bukti ke Polsek terdekat, agar proses hukum segera berjalan.

Temuan ini diyakini hanya sebagian kecil dari persoalan yang lebih besar. Lucky mengungkapkan adanya indikasi kuat bahwa ladang-ladang ganja lain masih tersebar di pedalaman Papua.

Baca Juga :  PTPP Optimis Rampungkan Proyek Sekolah Rakyat Aceh Tepat Waktu, Capaian Progres Lampaui Target

Apalagi, Anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat – Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) dapat ‘lampu hijau’ membudidayakan tanaman haram tersebut, setelah pimpinan mereka, salah satunya Juru bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom, secara terang-terangan memperbolehkan anggotanya menanam ganja. 

Kondisi ini menjadi ironi yang menyakitkan. Di saat masyarakat khususnya para orang tua di Papua berjuang melindungi anak-anak mereka dari bahaya narkoba, TPNPB-OPM justru memperluas ancaman tersebut.

“Narkoba adalah paradoks dari pembangunan masyarakat Papua. Ini bukan lagi sekadar permasalahan hukum tetapi menjadi persoalan masa depan bangsa dan ketahanan nasional yang harus diperangi sampai tuntas,” tegas Lucky.

Di tengah sunyi hutan dan beratnya medan, prajurit TNI berdiri sebagai garda terdepan, bukan hanya menjaga kedaulatan wilayah, tetapi juga menjaga masa depan anak-anak Indonesia.

“Dari Papua, pesan perang badar melawan narkoba bergema ke seluruh penjuru negeri, bahwa Indonesia tidak akan tunduk pada narkoba. Bahwa TNI, bersama rakyat, akan terus berjuang demi Indonesia yang bersih dari narkoba, kuat, dan berdaulat,” pungkas Lucky.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Menuju Top 20 TIC Global, SUCOFINDO Perluas Kolaborasi Internasional dengan China Quality Certification Centre
MEDIA ALERT: RECAP OF YESTERDAY’S HIGHLIGHTS — PURANA 17: RENJANA PERCA
MEDIA ALERT: RECAP OF YESTERDAY’S HIGHLIGHTS — PURANA 17: RENJANA PERCA
Ketika Pasar Bergejolak: Membaca Pola Emas dan IHSG dari Tiga Krisis Besar
Hadapi Volatilitas, Valbury Soroti Strategi Kombinasi Komoditas dan Saham Global untuk Investor Domestik
Valbury Bagikan Panduan Menyusun Watchlist Saham Global secara Terstruktur
Panduan Lengkap Safe Haven Investment 2026: Memahami Aset Pelindung Nilai dan Posisi Magnificent Seven
Ikuti Transformasi Otomotif ASEAN melalui Berbagai Acara Pendukung di Automechanika Jakarta 2026

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 01:02

Menuju Top 20 TIC Global, SUCOFINDO Perluas Kolaborasi Internasional dengan China Quality Certification Centre

Selasa, 18 Agustus 2026 - 00:03

MEDIA ALERT: RECAP OF YESTERDAY’S HIGHLIGHTS — PURANA 17: RENJANA PERCA

Selasa, 18 Agustus 2026 - 00:03

MEDIA ALERT: RECAP OF YESTERDAY’S HIGHLIGHTS — PURANA 17: RENJANA PERCA

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:02

Ketika Pasar Bergejolak: Membaca Pola Emas dan IHSG dari Tiga Krisis Besar

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:02

Hadapi Volatilitas, Valbury Soroti Strategi Kombinasi Komoditas dan Saham Global untuk Investor Domestik

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:02

Panduan Lengkap Safe Haven Investment 2026: Memahami Aset Pelindung Nilai dan Posisi Magnificent Seven

Senin, 17 Agustus 2026 - 21:02

Ikuti Transformasi Otomotif ASEAN melalui Berbagai Acara Pendukung di Automechanika Jakarta 2026

Senin, 17 Agustus 2026 - 19:02

Peringati HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Jasa Marga Teguhkan Komitmen Menjaga Konektivitas Nasional dan Meningkatkan Kualitas Layanan

Berita Terbaru