Harga Emas Masih Lesu, Analis Dupoin Futures Prediksi Turun ke 4.446 - Koran Mandalika

Harga Emas Masih Lesu, Analis Dupoin Futures Prediksi Turun ke 4.446

Rabu, 3 Juni 2026 - 10:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pergerakan harga emas dunia masih dibayangi tekanan jual pada perdagangan hari Rabu (3/6). Meskipun pasar sempat menunjukkan fase konsolidasi dalam beberapa sesi terakhir, sinyal teknikal maupun fundamental mengindikasikan bahwa tren pelemahan masih menjadi skenario yang lebih dominan dalam jangka pendek.

Berdasarkan analisis Dupoin Futures yang disampaikan oleh analis Geraldo Kofit, pasangan XAU/USD pada timeframe daily belum memperlihatkan tanda-tanda pemulihan yang cukup kuat untuk mengubah arah tren utama. Harga emas masih bergerak di bawah sejumlah level teknikal penting yang selama ini menjadi acuan pelaku pasar dalam menentukan arah pergerakan selanjutnya.

Salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah kegagalan harga emas menembus area resistance di level 4.545. Dalam beberapa kali percobaan, harga belum mampu bertahan di atas level tersebut, yang menunjukkan bahwa tekanan jual masih cukup kuat untuk menahan laju kenaikan. Kondisi ini mengindikasikan bahwa pelaku pasar masih cenderung berhati-hati dan belum memiliki keyakinan yang cukup untuk mendorong harga ke level yang lebih tinggi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, pergerakan harga juga membentuk pola candlestick Doji. Pola ini umumnya muncul ketika pasar sedang berada dalam kondisi seimbang antara tekanan beli dan tekanan jual. Artinya, baik buyer maupun seller sama-sama belum mampu mengambil kendali penuh terhadap arah pergerakan harga.

Namun, karena pola Doji tersebut muncul di tengah tren yang masih cenderung turun, sinyal yang dihasilkan belum cukup kuat untuk mengonfirmasi pembalikan arah menuju tren bullish. Sebaliknya, pola tersebut lebih menggambarkan bahwa pasar sedang menunggu sentimen baru yang dapat menjadi pemicu pergerakan berikutnya.

Baca Juga :  WSBP Suplai Produk Terbaiknya untuk Infrastruktur di Sulawesi Tenggara, Underpass Simpang Lima IBM Konawe

Dari sisi indikator teknikal, posisi harga yang masih berada di bawah Moving Average (MA) 21 dan MA 50 juga memperkuat pandangan bearish. Kedua indikator tersebut masih berfungsi sebagai area resistance dinamis yang membatasi ruang penguatan harga emas. Selama harga belum mampu menembus dan bertahan di atas area tersebut, peluang kenaikan masih dinilai cukup terbatas.

Sementara itu, indikator stochastic belum menunjukkan arah yang tegas. Pergerakannya yang relatif datar menggambarkan bahwa momentum pasar masih lemah dan belum ada dorongan kuat yang mampu mengubah arah tren. Meski demikian, munculnya tekanan jual pada awal perdagangan menjadi petunjuk bahwa pelaku pasar masih lebih condong mengambil posisi jual dibandingkan membeli.

Dalam proyeksi jangka pendek, area support terdekat yang menjadi perhatian berada di level 4.446. Level ini diperkirakan akan menjadi titik uji penting bagi harga emas dalam beberapa sesi perdagangan ke depan. Jika area tersebut tidak mampu menahan tekanan jual, maka peluang penurunan menuju support berikutnya di level 4.365 akan semakin terbuka.

Dari sisi fundamental, kondisi pasar juga masih belum sepenuhnya mendukung penguatan harga emas. Salah satu faktor utama yang menekan pergerakan logam mulia adalah masih kuatnya dolar Amerika Serikat. Penguatan dolar membuat emas menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain, sehingga berpotensi mengurangi permintaan global terhadap aset tersebut.

Selain faktor dolar, tingginya imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat atau US Treasury Yield juga menjadi tantangan bagi harga emas. Ketika obligasi menawarkan tingkat pengembalian yang menarik, sebagian investor cenderung mengalihkan dana mereka ke instrumen tersebut dibandingkan menyimpan aset pada emas yang tidak memberikan imbal hasil tetap.

Baca Juga :  KAI Daop 2 Bandung: 5 Stasiun dengan Volume Pelayanan Naik/Turun Penumpang Jarak Jauh Tertinggi pada Libur Panjang Maulid Nabi Muhammad SAW

Pelaku pasar juga masih mencermati perkembangan kebijakan Federal Reserve. Hingga saat ini, ekspektasi bahwa bank sentral Amerika Serikat akan mempertahankan suku bunga pada level tinggi masih cukup kuat. Jika data ekonomi Amerika Serikat, terutama inflasi dan pasar tenaga kerja, tetap menunjukkan kinerja yang solid, maka peluang penurunan suku bunga dalam waktu dekat akan semakin kecil.

Situasi tersebut berpotensi menjaga penguatan dolar AS dan mempertahankan tekanan terhadap harga emas. Di sisi lain, sentimen pasar global yang relatif stabil juga membuat minat terhadap aset safe haven belum mengalami peningkatan yang signifikan.

Secara keseluruhan, prospek harga emas masih cenderung bearish dalam jangka pendek. Kombinasi tekanan teknikal dan fundamental membuat ruang kenaikan masih terbatas, sementara risiko penurunan tetap perlu diwaspadai. Selama harga belum mampu menembus area resistance utama di 4.545 dan masih bergerak di bawah MA 21 serta MA 50, peluang pelemahan menuju area 4.446 hingga 4.365 diperkirakan masih terbuka.

Karena itu, investor dan trader disarankan untuk tetap memperhatikan perkembangan data ekonomi Amerika Serikat, arah kebijakan Federal Reserve, serta pergerakan dolar AS yang dapat menjadi faktor penentu arah harga emas dalam beberapa waktu mendatang.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Holding Perkebunan Nusantara Tebar Manfaat Idul Adha, 1.713 Hewan Kurban PalmCo Disalurkan ke Berbagai Daerah
Dorong Lahirnya AI Content Creator Indonesia, MAXY Academy Siapkan Ekosistem Intensif bagi Talenta Muda
Holding Perkebunan Nusantara melalui PT Sri Pamela Medika Nusantara Dorong Kesadaran Hidup Sehat di Lingkungan Masyarakat
Akreditasi Internasional AACSB & LAMEMBA: Ini Alasan BINUS University Jadi Pilihan Universitas Top di Indonesia
Libur Panjang, 228 Ribu Orang Pilih LRT Jabodebek untuk Wisata dan Aktivitas Kota
Admitad Menghadirkan Brand, Publisher, dan Agensi Terkemuka Indonesia dalam Jamuan Makan Malam Eksklusif di Jakarta
Swiss-Belhotel Rainforest Kuta Hadirkan Program School Holiday Specials untuk Liburan Keluarga di Bali
Marianna Resort Tuktuk Samosir Pecahkan Rekor LEPRID Lewat “1001 Naniura”, Angkat Kuliner Batak ke Panggung Nasional

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 11:00

Holding Perkebunan Nusantara Tebar Manfaat Idul Adha, 1.713 Hewan Kurban PalmCo Disalurkan ke Berbagai Daerah

Rabu, 3 Juni 2026 - 11:00

Dorong Lahirnya AI Content Creator Indonesia, MAXY Academy Siapkan Ekosistem Intensif bagi Talenta Muda

Rabu, 3 Juni 2026 - 11:00

Holding Perkebunan Nusantara melalui PT Sri Pamela Medika Nusantara Dorong Kesadaran Hidup Sehat di Lingkungan Masyarakat

Rabu, 3 Juni 2026 - 10:00

Harga Emas Masih Lesu, Analis Dupoin Futures Prediksi Turun ke 4.446

Selasa, 2 Juni 2026 - 20:00

Libur Panjang, 228 Ribu Orang Pilih LRT Jabodebek untuk Wisata dan Aktivitas Kota

Selasa, 2 Juni 2026 - 19:00

Admitad Menghadirkan Brand, Publisher, dan Agensi Terkemuka Indonesia dalam Jamuan Makan Malam Eksklusif di Jakarta

Selasa, 2 Juni 2026 - 18:00

Swiss-Belhotel Rainforest Kuta Hadirkan Program School Holiday Specials untuk Liburan Keluarga di Bali

Selasa, 2 Juni 2026 - 17:00

Marianna Resort Tuktuk Samosir Pecahkan Rekor LEPRID Lewat “1001 Naniura”, Angkat Kuliner Batak ke Panggung Nasional

Berita Terbaru