Investor Tak Lagi Sekadar Cari Lahan, Ekosistem Industri Jadi Pertimbangan Utama - Koran Mandalika

Investor Tak Lagi Sekadar Cari Lahan, Ekosistem Industri Jadi Pertimbangan Utama

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cara investor memilih kawasan industri di Indonesia mulai mengalami perubahan. Jika sebelumnya keputusan investasi lebih banyak ditentukan oleh harga lahan dan ketersediaan ruang produksi, kini semakin banyak perusahaan yang mempertimbangkan faktor konektivitas logistik, akses supply chain, ketersediaan utilitas, hingga dukungan ekosistem bisnis sebagai bagian dari strategi investasi jangka panjang.

Perubahan tersebut terjadi seiring masuknya gelombang investasi baru dari sektor kendaraan listrik (EV), elektronik, data centre, hingga manufaktur berorientasi ekspor yang membutuhkan dukungan infrastruktur dan jaringan logistik yang semakin kompleks.

Chief Commercial Officer PT Suryacipta Swadaya, perusahaan pengembang dan pengelola kawasan industri Suryacipta City of Industry di Karawang dan Subang Smartpolitan, Abednego Purnomo, mengatakan perubahan kebutuhan investor tersebut mencerminkan transformasi yang lebih luas dalam lanskap industri nasional.

“Dalam beberapa tahun terakhir kami melihat perubahan yang cukup signifikan. Investor tidak lagi hanya mengevaluasi biaya lahan atau kecepatan pembangunan fasilitas produksi, tetapi juga mempertimbangkan bagaimana sebuah kawasan dapat mendukung efisiensi supply chain dan keberlangsungan operasional mereka dalam jangka panjang,” ujar Abednego.

Menurutnya, perubahan tersebut terlihat dari meningkatnya perhatian investor terhadap faktor-faktor yang sebelumnya tidak menjadi pertimbangan utama, seperti konektivitas menuju pelabuhan dan jaringan transportasi nasional, ketersediaan utilitas yang andal, hingga keberadaan fasilitas pendukung yang mampu menunjang aktivitas bisnis.

Tren tersebut juga tercermin dari meningkatnya minat investor asing dan domestik terhadap kawasan industri yang memiliki dukungan infrastruktur strategis. Suryacipta mencatat peningkatan minat dari investor asal Tiongkok, Korea Selatan, dan Taiwan. Namun, permintaan dari negara-negara strategis lainnya tetap berjalan positif, misalnya dari Jepang. Ketertarikan tersebut datang dari berbagai sektor, mayoritas dari sektor otomotif (khususnya EV) dan sektor part otomotif. Diikuti oleh heavy machinery, elektronik, data centre, dan pergudangan.

Baca Juga :  Lakukan Berbagai Aksi Sosial Lewat Program WSBP Inspiring Kindness, WSBP Tunjukkan Wujud Nyata Implementasi SDGs di Tahun 2024

Selain mencari lokasi produksi, investor juga mulai mempertimbangkan aspek pengembangan kawasan dan dukungan ekosistem bisnis secara menyeluruh seperti layanan investasi. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa kawasan industri kini semakin dipandang sebagai bagian dari strategi pertumbuhan perusahaan, bukan sekadar lokasi untuk membangun pabrik.

Abednego menilai, tren pemilihan kawasan ini akan membentuk pola persaingan baru di sektor kawasan industri nasional dalam beberapa tahun mendatang.

“Ke depan, daya saing kawasan industri akan semakin ditentukan oleh kualitas ekosistem yang dimiliki. Kawasan yang mampu mengintegrasikan kebutuhan industri, logistik, dan pengembangan bisnis akan memiliki posisi yang lebih kuat dalam menarik investasi baru,” tutupnya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Momentum TEI ke-41 Dorong Ekspor dan Tingkatkan Daya Saing Produk
Kedutaan Besar India di Jakarta Luncurkan AI Avatar DEWI untuk Perluas Akses Informasi bagi Masyarakat Indonesia
Purana Mempersembahkan “Regal Bloom” di IN2MOTIONFEST x JMFW 2026: Dialog Elegan Antara Timur dan Barat dalam Modest Fashion
Konsumen Kripto di Indonesia Capai 23,21 Juta, Bittime: Pilihan Aset Digital Semakin Beragam
Restoran Halal di Bali Nikmati Hidangan Autentik Timur Tengah di Arabian Knight
Siaran Media – 10 Tahun Astra Property, Perkuat Portofolio Komersial dan Industrial untuk Menjawab Peluang Baru di Pasar Properti Indonesia
PPATK dan MIND ID Perkuat Kolaborasi, Jaga Integritas Industri Pertambangan Nasional
KAI Logistik Catat Volume Pra-Purna Angkutan CPO Sekitar 62 Ribu Ton, Perkuat Integrasi Rantai Pasok Komoditas Strategis

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 00:02

Momentum TEI ke-41 Dorong Ekspor dan Tingkatkan Daya Saing Produk

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:02

Kedutaan Besar India di Jakarta Luncurkan AI Avatar DEWI untuk Perluas Akses Informasi bagi Masyarakat Indonesia

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:02

Purana Mempersembahkan “Regal Bloom” di IN2MOTIONFEST x JMFW 2026: Dialog Elegan Antara Timur dan Barat dalam Modest Fashion

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:02

Konsumen Kripto di Indonesia Capai 23,21 Juta, Bittime: Pilihan Aset Digital Semakin Beragam

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:02

Restoran Halal di Bali Nikmati Hidangan Autentik Timur Tengah di Arabian Knight

Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:02

PPATK dan MIND ID Perkuat Kolaborasi, Jaga Integritas Industri Pertambangan Nasional

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:02

KAI Logistik Catat Volume Pra-Purna Angkutan CPO Sekitar 62 Ribu Ton, Perkuat Integrasi Rantai Pasok Komoditas Strategis

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:02

Gudang Mau Ditambah Lantai Mezanin, Rangkanya Jangan Asal Pilih

Berita Terbaru