Tigo Bawa Produksi Short Drama ke Level Baru: 100 Episode Bisa Dibuat dalam 1 Hari - Koran Mandalika

Tigo Bawa Produksi Short Drama ke Level Baru: 100 Episode Bisa Dibuat dalam 1 Hari

Jumat, 21 Agustus 2026 - 07:54

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tigo resmi meluncurkan layanan “100 Episode Short Drama dalam 1 Hari” di Indonesia pada Agustus 2026 untuk membantu brand, UMKM, content entrepreneur, dan kreator individu memproduksi short drama dengan lebih cepat, terstruktur, dan dalam skala besar. Layanan ini hadir karena produksi short drama tradisional biasanya membutuhkan banyak tenaga profesional, waktu, serta biaya yang cukup besar. Melalui sistem berbasis artificial intelligence, Tigo mengintegrasikan proses pembuatan naskah, desain karakter, pembuatan adegan, visual video, voice-over, subtitle, hingga post-production dalam satu workflow. Dengan sistem produksi yang telah distandardisasi, Tigo menargetkan kapasitas hingga 100 episode dalam satu hari, sekaligus memungkinkan pengguna menguji lebih banyak ide cerita, karakter, dan genre untuk menyesuaikan konten dengan respons audiens di platform seperti TikTok, Instagram Reels, dan YouTube Shorts.

Platform produksi konten berbasis AI, Tigo, resmi meluncurkan layanan baru “100 Episode Short Drama dalam 1 Hari”. Layanan ini memanfaatkan artificial intelligence untuk membantu mempercepat proses produksi short drama, mulai dari pembuatan naskah, desain karakter, pembuatan adegan, visual video, voice-over, subtitle, hingga post-production.

Peluncuran ini menjadi bagian dari upaya Tigo membangun sistem produksi short drama yang lebih terstruktur dan dapat digunakan dalam skala besar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam produksi tradisional, pembuatan short drama biasanya melibatkan banyak tenaga profesional, seperti penulis naskah, sutradara, aktor, tim kamera, lighting, editor, hingga pengisi suara. Selain membutuhkan banyak sumber daya, proses tersebut juga membutuhkan waktu dan biaya produksi yang relatif besar.

Bagi UMKM, content entrepreneur, dan kreator individu, kondisi tersebut sering menjadi hambatan untuk menghasilkan konten secara konsisten.

Baca Juga :  BINUS ASO Kolaborasi dengan Hitachi, Ini Untungnya

Melalui workflow berbasis AI, Tigo mencoba menyederhanakan berbagai proses tersebut dalam satu sistem produksi. Berdasarkan genre, target audiens, dan kebutuhan platform, AI dapat membantu menyusun struktur cerita, hubungan antar-karakter, konflik utama, serta alur setiap episode.

Teknologi yang sama juga digunakan untuk membuat karakter dan berbagai latar cerita, mulai dari rumah, sekolah, kantor, perkotaan, hingga dunia futuristik. Setelah itu, visual dapat dikembangkan menjadi video dan dilengkapi dengan dialog, voice-over, subtitle, serta proses editing.

Dengan sistem produksi yang telah distandardisasi, Tigo menargetkan kapasitas produksi hingga 100 episode short drama dalam satu hari.

Menurut perusahaan, konsep tersebut bukan hanya bertujuan menghasilkan konten dalam jumlah besar. Produksi yang lebih cepat juga memungkinkan kreator dan brand melakukan pengujian terhadap berbagai ide cerita, karakter, dan genre untuk mengetahui jenis konten yang mendapatkan respons terbaik dari audiens.

Model produksi seperti ini dinilai semakin relevan di tengah berkembangnya platform short-form video seperti TikTok, Instagram Reels, dan YouTube Shorts. Di platform tersebut, konsistensi produksi menjadi salah satu faktor penting untuk mempertahankan perhatian audiens.

Tigo menyatakan layanan ini tidak hanya ditujukan untuk perusahaan film dan rumah produksi. Brand dapat memasukkan produk dan cerita merek ke dalam serial short drama, sehingga promosi dapat dikemas melalui storytelling dan tidak hanya berupa iklan langsung.

Bisnis lokal di sektor kuliner, kecantikan, pariwisata, dan pendidikan juga dapat memanfaatkan format short drama untuk membuat konten pemasaran. Sementara itu, kreator individu dapat menggunakan teknologi AI untuk mengembangkan karakter, cerita, serta intellectual property mereka sendiri.

Indonesia dinilai memiliki potensi besar untuk perkembangan AI short drama karena tingginya aktivitas masyarakat di media sosial dan semakin populernya video pendek, live streaming, e-commerce, serta konten berbasis cerita.

Baca Juga :  Perbedaan Antara Market Maker dan Broker dalam Trading

“Dulu, memproduksi 100 episode short drama berarti membutuhkan biaya untuk aktor, lokasi, sinematografi, sutradara, dan post-production dalam jumlah besar. AI sedang mendefinisikan ulang proses tersebut. Kami berharap ke depannya, seorang kreator biasa, sebuah usaha kecil, bahkan satu orang saja dapat memiliki kemampuan produksi yang sebelumnya hanya dimiliki perusahaan konten profesional,” ujar perwakilan Tigo.

Ke depan, Tigo akan terus mengembangkan konsistensi karakter AI, voice-over multibahasa, template short drama, product placement untuk brand, serta kemampuan produksi konten dalam skala besar. Dengan pengembangan tersebut, Tigo ingin membuat produksi short drama lebih mudah diakses oleh brand, UMKM, maupun kreator independen.

Tentang Tigo Ai

TIGO AI adalah platform pemasaran digital terintegrasi berbasis AI yang didirikan pada 2022 dan berfokus pada pengembangan ekosistem periklanan digital terdesentralisasi di Indonesia. Didukung investasi dari konsorsium Singapura, TIGO AI menggabungkan teknologi kreatif AIGC yang disesuaikan dengan bahasa dan budaya Indonesia, jaringan lebih dari satu juta kreator, serta sistem pelacakan data konversi end-to-end. Melalui konsep Marketing as a Service (MaaS), platform ini menghubungkan brand, kreator, dan konsumen dalam satu ekosistem untuk membantu pelaku usaha menjalankan pemasaran yang lebih efisien, terukur, dan berorientasi pada pertumbuhan bisnis.

Industri: Internet & AI Marketing Technology
Didirikan: 2022
Fokus: AI Marketing • AIGC • Creator Network • Digital Advertising • MaaS Wilayah Utama: Indonesia & Asia Tenggara

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Bank Raya Perkuat Inovasi dan Layanan Digital, Dukung Percepatan Inklusi Keuangan Digital di Indonesia
Komitmen Terapkan K3, PT Railink dan Sudin Damkar Jaktim Gelar Diklat Pemadam Kebakaran
neobank PLUS Cashback-nya: Ada Cashback Neo Pinjam hingga Rp200 Ribu
Bittime Soroti Rencana Regulasi Tokenisasi Aset di Indonesia
Binance Luncurkan Fitur Trading AI, Pengguna Bisa Buat Strategi Tanpa Coding
Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah, S.Sos., M.Si. sebagai Pj. Bupati Sinjai: Sosok Birokrat Sederhana dan Merakyat
ITE Business Session at Trade Expo Indonesia 2026 Unlocking the Way for Indonesian Exporters to the Russian and Eurasian Markets
Membawa Kehangatan ke Kota Pahlawan, Scandia Hadir di PRJ Surabaya 2026

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:02

Bank Raya Perkuat Inovasi dan Layanan Digital, Dukung Percepatan Inklusi Keuangan Digital di Indonesia

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:30

Komitmen Terapkan K3, PT Railink dan Sudin Damkar Jaktim Gelar Diklat Pemadam Kebakaran

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:02

neobank PLUS Cashback-nya: Ada Cashback Neo Pinjam hingga Rp200 Ribu

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:02

Binance Luncurkan Fitur Trading AI, Pengguna Bisa Buat Strategi Tanpa Coding

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:02

Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah, S.Sos., M.Si. sebagai Pj. Bupati Sinjai: Sosok Birokrat Sederhana dan Merakyat

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:02

ITE Business Session at Trade Expo Indonesia 2026 Unlocking the Way for Indonesian Exporters to the Russian and Eurasian Markets

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:02

Membawa Kehangatan ke Kota Pahlawan, Scandia Hadir di PRJ Surabaya 2026

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:02

Global Millennial Model United Nations 2026 Edisi Ke-22 Kembali Sukses: Lebih dari 1.200 Delegasi dari 12 Negara Perkuat Diplomasi Pemuda

Berita Terbaru