UGC ECRL FS 02 Terpanjang di Malaysia, PLN NPC Raih Rating Bintang 5 - Koran Mandalika

UGC ECRL FS 02 Terpanjang di Malaysia, PLN NPC Raih Rating Bintang 5

Kamis, 27 Agustus 2026 - 14:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – PT PLN Nusantara Power Construction (PLN NPC) kembali mencatatkan keberhasilan dalam proyek East Coast Rail Link (ECRL) Malaysia. Kali ini, PLN NPC berhasil melaksanakan energized untuk Underground Cable (UGC) Feeder Station ECRL FS 02 di Seberang Jertih pada 30 April 2026.

Pencapaian tersebut menjadi perhatian karena proyek UGC FS 02 memiliki jalur kabel bawah tanah sepanjang 10 km. Jalur tersebut menjadi yang terpanjang dari seluruh Feeder Station ECRL yang dikerjakan PLN NPC di Malaysia.

Secara sederhana, Underground Cable atau UGC adalah kabel yang ditanam di dalam tanah untuk mengirimkan listrik dari satu lokasi ke lokasi lain secara aman dan tersembunyi. Infrastruktur ini dapat digunakan untuk mendukung kebutuhan listrik rumah, bisnis, penerangan jalan, hingga berbagai infrastruktur lainnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Untuk memastikan pelaksanaan proyek berjalan dengan memperhatikan aspek lingkungan, PLN NPC menyusun Environmental Management Plan (EMP) atau Rencana Pengelolaan Lingkungan. Dokumen ini berisi langkah-langkah mitigasi, pemantauan, dan pengelolaan untuk mengurangi dampak negatif lingkungan dan sosial selama proyek berlangsung. Persetujuan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan pelaksanaan pekerjaan memperhatikan ketentuan lingkungan yang berlaku. 

Baca Juga :  RTK GNSS Generasi Terbaru Hadirkan Survei dan Pemetaan yang Lebih Cepat dan Akurat

Selain berhasil menyelesaikan energize UGC terpanjang, proyek ini juga mendapatkan apresiasi Rating Bintang 5 dari Tenaga Switchgear (TSG). Rating tersebut menunjukkan bahwa PLN NPC telah memenuhi standar keselamatan, kepatuhan, dan kemampuan engineering yang kuat.

Direktur Utama PLN NPC Hendra Fitria menyampaikan, keberhasilan energize UGC terpanjang pada proyek ECRL FS 02 ini merupakan wujud komitmen PLN NPC dalam menghadirkan infrastruktur kelistrikan yang andal dan berstandar internasional. Ia juga menegaskan pencapaian ini tidak terlepas dari penerapan aspek keselamatan, kualitas engineering, serta pengelolaan lingkungan yang terintegrasi dalam setiap tahapan proyek.

“Keberhasilan ini menjadi bukti kesiapan PLN NPC dalam mendukung proyek strategis internasional melalui solusi konstruksi dan kelistrikan yang unggul dan berkelanjutan,” terang Hendra, dalam keterangan resminya. Pencapaian UGC tersebut melengkapi keberhasilan PLN NPC sebelumnya dalam menyelesaikan energized project untuk Substation ECRL FS 02 di Seberang Jertih. 

Baca Juga :  AI dalam Birokrasi: Membangun Pelayanan Publik yang Lebih Cerdas dan Efisien

PLN NPC juga telah mencatatkan penyelesaian energized project ECRL FS 01 di Tunjung, Kelantan, serta FS 09 di Jambu Rias, Malaysia. Dalam konteks ECRL, keberadaan FS dan jaringan kelistrikan memiliki peran penting untuk mendukung operasional kereta listrik. 

ECRL merupakan proyek kereta listrik yang sepenuhnya menggunakan tenaga elektrik untuk operasional penumpang dan kargo. Jaringan ini diproyeksikan akan memperkuat konektivitas antara Pantai Timur dan wilayah tengah Semenanjung Malaysia.

Keberhasilan FS 02 menunjukkan bahwa kemampuan PLN NPC tidak hanya terletak pada pembangunan infrastruktur kelistrikan, tetapi juga pada pengelolaan proyek yang melibatkan aspek teknis, keselamatan, lingkungan, dan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Dengan jalur UGC sepanjang 10 km, proyek ini menjadi salah satu bukti kemampuan PLN NPC menangani pekerjaan kelistrikan berskala besar di pasar internasional.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Dorong Smart Hospital di Indonesia, teraMedik Resmi Kembangkan Teknologi AI Untuk Ekosistem Kesehatan.
PTPN Group Kirim 17 Ton Bantuan untuk Korban Bencana di NTT
Insentif untuk Ekosistem Baterai NMC Jadi Akselerator Hilirisasi Nikel Nasional
Pekan Halal Indonesia & EduNation Festival 2026 Hadirkan Ekosistem Halal dan Edukasi dalam Satu Gelaran
Selama Libur Panjang Maulid Nabi SAW, Bandung, Cianjur, dan Priangan Timur Jadi Destinasi Favorit
Igloo: Masyarakat Indonesia Membeli Asuransi Perjalanan Dua Hari Sebelum Keberangkatan, dengan 79% Pelanggan Memprioritaskan Perlindungan Medis
Menguatkan Semangat Kemanusiaan, NHM Menerjunkan Tim ERT Bantu Warga Terdampak Gempa M7,7 di Manggarai NTT
Spasium Ungkap Alasan Banyak Sculpture Arsitektural Gagal Diwujudkan

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 14:02

Dorong Smart Hospital di Indonesia, teraMedik Resmi Kembangkan Teknologi AI Untuk Ekosistem Kesehatan.

Kamis, 27 Agustus 2026 - 14:02

UGC ECRL FS 02 Terpanjang di Malaysia, PLN NPC Raih Rating Bintang 5

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:02

PTPN Group Kirim 17 Ton Bantuan untuk Korban Bencana di NTT

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:02

Insentif untuk Ekosistem Baterai NMC Jadi Akselerator Hilirisasi Nikel Nasional

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:02

Pekan Halal Indonesia & EduNation Festival 2026 Hadirkan Ekosistem Halal dan Edukasi dalam Satu Gelaran

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:02

Igloo: Masyarakat Indonesia Membeli Asuransi Perjalanan Dua Hari Sebelum Keberangkatan, dengan 79% Pelanggan Memprioritaskan Perlindungan Medis

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:02

Menguatkan Semangat Kemanusiaan, NHM Menerjunkan Tim ERT Bantu Warga Terdampak Gempa M7,7 di Manggarai NTT

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:02

Spasium Ungkap Alasan Banyak Sculpture Arsitektural Gagal Diwujudkan

Berita Terbaru