Insentif untuk Ekosistem Baterai NMC Jadi Akselerator Hilirisasi Nikel Nasional - Koran Mandalika

Insentif untuk Ekosistem Baterai NMC Jadi Akselerator Hilirisasi Nikel Nasional

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Rencana pemerintah memberikan insentif bagi kendaraan listrik berbasis baterai nickel-manganese-cobalt (NMC) dinilai menjadi langkah strategis untuk mempercepat hilirisasi nikel nasional, dan mendorong kedaulatan ekonomi nasional.

Kebijakan pemerintah diharapkan mampu mendorong penjualan kendaraan listrik, tetapi juga memperkuat pengembangan industri baterai berbasis nikel di dalam negeri sehingga menghasilkan nilai tambah yang lebih besar.

Project Coordinator ENTREV Eko Adji Buwono menilai insentif bagi kendaraan listrik berbasis NMC menjadi sinyal penting bahwa pemerintah mulai mengarahkan hilirisasi nikel ke industri manufaktur bernilai tambah tinggi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“IBC [Anggota Holding Grup MIND ID] saat ini merupakan satu-satunya perusahaan milik pemerintah yang mendapat mandat membangun dan mengembangkan industri baterai berbasis nikel. Tentunya tanpa didukung kebijakan yang memberikan prioritas terhadap baterai berbasis nikel untuk digunakan di dalam negeri, akan sulit berkompetisi dengan baterai berbasis lithium iron phosphate (LFP),” ujar Eko.

Menurut Eko, keberpihakan kebijakan menjadi faktor penting agar investasi yang telah ditanamkan dalam pembangunan ekosistem baterai nasional dapat berkembang optimal. Pasalnya, Indonesia saat ini tengah membangun rantai pasok baterai berbasis nikel mulai dari sektor pertambangan, pengolahan, hingga manufaktur sel baterai.

Baca Juga :  Indonesia Luncurkan Indonesian Society of Regenerative Medicine

IBC melalui pabrik baterai kendaraan listrik PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB) di Karawang saat ini memiliki kapasitas produksi tahap awal sebesar 6,9 GWh. Kapasitas ini menjadi fondasi awal untuk memenuhi kebutuhan industri kendaraan listrik nasional yang terus berkembang.

Selain mendorong nilai tambah mineral, pengembangan ekosistem baterai nasional juga diperkirakan memberikan dampak pada penguatan kedaulatan ekonomi, mulai dari penciptaan lapangan kerja, peningkatan investasi, hingga pengurangan ketergantungan terhadap impor energi dan produk baterai.

Selain meningkatkan nilai tambah mineral, pengembangan industri baterai nasional juga diperkirakan memberikan memperkuat kinerja sektor ekonomi yang luas, mulai dari penciptaan lapangan kerja, peningkatan investasi, hingga pengurangan ketergantungan terhadap produk impor.

“Sudah ada berbagai perhitungan mengenai dampak berlipat dari hilirisasi industri baterai. Yang paling nyata adalah peningkatan nilai tambah mineral, penciptaan lapangan kerja, serta pengurangan impor baterai maupun impor BBM seiring meningkatnya penggunaan kendaraan listrik,” kata Eko.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah akan menyiapkan insentif bagi kendaraan listrik berbasis baterai NMC sebagai bagian dari strategi memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional.

Menurut Bahlil, kendaraan listrik berbasis nikel menjadi prioritas karena Indonesia memiliki sumber daya nikel yang melimpah dan saat ini tengah membangun industri baterai berbasis NMC.

Baca Juga :  Holding Perkebunan Nusantara Perluas Akses Pendidikan, PTPN I Luncurkan Beasiswa TUNAS Senilai Rp1,53 Miliar

Ia menilai baterai berbasis nikel juga memiliki keunggulan untuk kendaraan dengan jarak tempuh lebih jauh dibandingkan baterai berbasis lithium iron phosphate (LFP), meskipun biaya produksinya relatif lebih tinggi.

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya mengungkapkan pemerintah tengah menyiapkan insentif kendaraan listrik yang ditargetkan mencakup masing-masing 100.000 unit mobil listrik dan 100.000 unit sepeda motor listrik pada tahun ini.

Untuk sepeda motor listrik, pemerintah mengalokasikan insentif sebesar Rp5 juta per unit, sedangkan untuk mobil listrik disiapkan skema Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 40 persen hingga 100 persen.

Pemerintah juga mengkaji pemberian insentif berdasarkan jenis baterai yang digunakan, termasuk pembedaan antara kendaraan listrik berbasis nikel dan non-nikel. Kebijakan tersebut diharapkan mampu memperkuat daya saing industri baterai nasional sekaligus mempercepat agenda hilirisasi nikel di Indonesia.

Dengan dukungan kebijakan yang komprehensif, integrasi rantai pasok nikel nasional, sekaligus mempercepat transformasi Indonesia dari eksportir bahan mentah menjadi produsen material dan produk bernilai tambah tinggi.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Semarak Hari Pelanggan Nasional, BRI BO Tanjung Priok Sambut Nasabah Hangat dalam Balutan Wastra Nusantara
Semarak Hari Pelanggan Nasional, BRI BO Tanah Abang Sambut Nasabah Hangat dalam Balutan Wastra Nusantara
Hangat dan Berbudaya, BRI BO Sunter Sambut Nasabah di Hari Pelanggan Nasional
Semarak Hari Pelanggan Nasional, BRI BO Segitiga Senen Sambut Nasabah Hangat dalam Balutan Wastra Nusantara
Rayakan Hari Pelanggan Nasional, BRI BO Rawamangun Hadirkan Kehangatan Bernuansa Budaya Nusantara
Abu Vulkanik Sampai Jakarta, Warga Tak Perlu Cemas Soal Kualitas Air PAM JAYA
Barantum CRM Hadirkan Fitur Broadcast & AI Agent untuk Channel Lainnya
Dorong Ketersediaan Benih Unggul, PT RPN, Anak Usaha Holding Perkebunan Nusantara Bahas Relaksasi Regulasi Perbenihan Karet

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 10:02

Semarak Hari Pelanggan Nasional, BRI BO Tanjung Priok Sambut Nasabah Hangat dalam Balutan Wastra Nusantara

Selasa, 8 September 2026 - 10:02

Semarak Hari Pelanggan Nasional, BRI BO Tanah Abang Sambut Nasabah Hangat dalam Balutan Wastra Nusantara

Selasa, 8 September 2026 - 10:02

Hangat dan Berbudaya, BRI BO Sunter Sambut Nasabah di Hari Pelanggan Nasional

Selasa, 8 September 2026 - 10:02

Semarak Hari Pelanggan Nasional, BRI BO Segitiga Senen Sambut Nasabah Hangat dalam Balutan Wastra Nusantara

Selasa, 8 September 2026 - 10:02

Rayakan Hari Pelanggan Nasional, BRI BO Rawamangun Hadirkan Kehangatan Bernuansa Budaya Nusantara

Selasa, 8 September 2026 - 09:02

Barantum CRM Hadirkan Fitur Broadcast & AI Agent untuk Channel Lainnya

Selasa, 8 September 2026 - 07:02

Dorong Ketersediaan Benih Unggul, PT RPN, Anak Usaha Holding Perkebunan Nusantara Bahas Relaksasi Regulasi Perbenihan Karet

Senin, 7 September 2026 - 22:02

Biaya Admin Shopee dan TikTok Shop Terus Naik di 2026, Pelaku UMKM Mulai Lirik Toko Online Sendiri

Berita Terbaru