XAUUSD Masih Tertekan, Dupoin Futures Soroti Potensi Pelemahan ke 4.360 - Koran Mandalika

XAUUSD Masih Tertekan, Dupoin Futures Soroti Potensi Pelemahan ke 4.360

Senin, 31 Agustus 2026 - 11:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pergerakan harga emas (XAUUSD) diperkirakan masih menghadapi tekanan jual pada perdagangan hari ini. Berdasarkan analisis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, harga emas pada time frame H4 berpotensi melanjutkan pelemahan menuju level support 4.360. Area tersebut dinilai penting karena selain menjadi support sebelumnya, level 4.360 juga bertepatan dengan Fibonacci 161,8%. Kondisi teknikal tersebut diperkuat dengan terbentuknya pola Drop Base Drop, yang mengindikasikan tekanan seller masih berpotensi membawa harga bergerak lebih rendah.

Dalam analisis Dupoin Futures, pola pergerakan XAUUSD saat ini menunjukkan bahwa seller masih memiliki kendali yang cukup kuat. Harga yang terus berada di bawah tekanan mencerminkan belum adanya sinyal pembalikan bullish yang cukup kuat untuk mengubah struktur pasar. Dengan momentum bearish yang masih dominan pada grafik H4, Dupoin Futures memperkirakan area 4.360 menjadi sasaran pelemahan yang perlu diperhatikan trader dalam perdagangan hari ini.

Salah satu faktor teknikal utama yang menjadi perhatian Dupoin Futures adalah terbentuknya pola Drop Base Drop. Pola tersebut menggambarkan kondisi ketika harga mengalami penurunan, kemudian memasuki fase konsolidasi atau base, sebelum kembali berpotensi melanjutkan penurunan. Dalam konteks XAUUSD saat ini, pola tersebut mengindikasikan bahwa fase konsolidasi belum cukup untuk mengubah dominasi seller. Oleh karena itu, Dupoin Futures melihat peluang penurunan menuju support berikutnya masih terbuka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Area 4.360 menjadi semakin penting karena level tersebut tidak hanya berfungsi sebagai support teknikal sebelumnya, tetapi juga bertepatan dengan Fibonacci 161,8%. Menurut Dupoin Futures, pertemuan dua level teknikal tersebut dapat menjadikan 4.360 sebagai zona yang berpotensi mendapatkan respons dari buyer. Jika harga memasuki area tersebut dan muncul rejection kuat, peluang rebound teknikal dapat kembali terbuka. Sebaliknya, apabila support berhasil ditembus, tekanan bearish berpotensi semakin kuat.

Baca Juga :  Rayakan HUT RI, Ratusan Desainer Ramaikan Sayembara Desain Logo Inklusif Sribu

Dari sisi fundamental, Dupoin Futures melihat sentimen terhadap emas saat ini mendapat tekanan dari kenaikan US Treasury Yield. Pergerakan yield menjadi perhatian karena meningkatnya imbal hasil obligasi AS dapat membuat aset berbasis bunga lebih menarik dibandingkan emas yang tidak memberikan imbal hasil. Kondisi tersebut dapat meningkatkan opportunity cost dalam memegang logam mulia dan berpotensi membatasi ruang penguatan XAUUSD.

Perubahan ekspektasi terhadap kebijakan Federal Reserve (The Fed) juga menjadi faktor penting dalam pergerakan emas. Dupoin Futures mencermati komentar hawkish dari Kevin Warsh dalam agenda Jackson Hole yang mendorong pasar memperhitungkan kemungkinan kebijakan suku bunga yang lebih ketat. Berdasarkan rangkuman pasar yang digunakan dalam analisis ini, probabilitas kenaikan suku bunga pada September berada di sekitar 57%, sementara yield Treasury AS tenor dua tahun bergerak di sekitar 4,33%.

Bagi Dupoin Futures, meningkatnya ekspektasi terhadap suku bunga yang lebih tinggi dapat menjadi sentimen negatif bagi emas. Apabila pasar semakin yakin bahwa The Fed akan mempertahankan atau menaikkan suku bunga, dolar AS dan yield obligasi berpotensi memperoleh dukungan. Kondisi tersebut dapat memberikan tekanan tambahan terhadap XAUUSD, terutama ketika struktur teknikalnya juga masih menunjukkan dominasi bearish.

Namun, Dupoin Futures menilai terdapat faktor fundamental yang berpotensi menahan penurunan emas, terutama dari sisi geopolitik. Eskalasi hubungan antara Amerika Serikat dan Iran masih menjadi perhatian investor. Ketegangan geopolitik biasanya meningkatkan kebutuhan terhadap aset safe haven, termasuk emas. Jika konflik kembali meningkat, permintaan terhadap logam mulia berpotensi menguat dan dapat menciptakan rebound meskipun tekanan teknikal masih berlangsung.

Baca Juga :  Berinovasi Membuat Kopi Diet dari Sorgum, Mahasiswa ITS Bawa Pulang Penghargaan Bergengsi

Kenaikan harga minyak juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan, menurut Dupoin Futures. Lonjakan harga energi akibat ketegangan geopolitik dapat meningkatkan kembali kekhawatiran terhadap inflasi. Kondisi tersebut menciptakan situasi yang cukup kompleks bagi pasar emas. Di satu sisi, meningkatnya risiko geopolitik dapat mendorong permintaan safe haven. Namun di sisi lain, inflasi yang lebih tinggi dapat membuat bank sentral mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama, sehingga berpotensi memberikan tekanan terhadap emas.

Dengan demikian, Dupoin Futures melihat pergerakan harga emas hari ini masih cenderung bearish meskipun volatilitas berpotensi meningkat akibat faktor fundamental. Area 4.360 menjadi level kunci yang perlu diperhatikan karena merupakan support sebelumnya sekaligus bertepatan dengan Fibonacci 161,8%. Selama tekanan jual masih dominan dan pola Drop Base Drop belum mengalami invalidasi, Dupoin Futures memproyeksikan XAUUSD berpeluang melanjutkan pelemahan menuju level tersebut.

Pelaku pasar juga perlu mencermati reaksi harga ketika mendekati support 4.360. Jika terjadi rejection dan buyer kembali masuk dengan kuat, Dupoin Futures menilai peluang rebound teknikal dapat muncul. Namun, apabila harga mampu menembus 4.360 secara meyakinkan, tekanan bearish berpotensi berlanjut menuju level support berikutnya. Oleh karena itu, perkembangan Treasury Yield, ekspektasi suku bunga The Fed, ketegangan AS-Iran, serta harga minyak akan menjadi sejumlah katalis penting yang menentukan arah XAUUSD selanjutnya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Tinggalkan Checklist Tourism: Tren Micro-Trip 48 Jam Dominasi Bali Selatan di Tengah Lonjakan Wisatawan 2026
TES Hadirkan Rangkaian Forum Bisnis Internasional dan Seminar Global Growth di CIEIE 2026
SUCOFINDO – Disperindag Banten Perkuat Sinergi Pencegahan dan Penanggulangan Keadaan Darurat Bahan Kimia
Komisioner BP Tapera Hadiri Kunjungan Komisi V DPR RI ke Rusun TOD Samesta Mahata Serpong
Danantara Housing Expo 2026, BP Tapera Dorong MBR Manfaatkan Akses Rumah Subsidi
Bukan Sekadar Main Game, Polresta Cilacap Buka Ruang Prestasi Anak Muda Lewat Kapolresta Cilacap Esport Championship 2026 Free Fire
Accurate POS: Aplikasi Kasir Online untuk Bisnis Masa Kini
SONO Belle Bali Legian Hadirkan Babak Baru bagi Ikon Tepi Pantai Legian

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 12:02

Tinggalkan Checklist Tourism: Tren Micro-Trip 48 Jam Dominasi Bali Selatan di Tengah Lonjakan Wisatawan 2026

Senin, 31 Agustus 2026 - 12:02

TES Hadirkan Rangkaian Forum Bisnis Internasional dan Seminar Global Growth di CIEIE 2026

Senin, 31 Agustus 2026 - 11:29

SUCOFINDO – Disperindag Banten Perkuat Sinergi Pencegahan dan Penanggulangan Keadaan Darurat Bahan Kimia

Senin, 31 Agustus 2026 - 11:02

XAUUSD Masih Tertekan, Dupoin Futures Soroti Potensi Pelemahan ke 4.360

Senin, 31 Agustus 2026 - 11:02

Komisioner BP Tapera Hadiri Kunjungan Komisi V DPR RI ke Rusun TOD Samesta Mahata Serpong

Senin, 31 Agustus 2026 - 11:02

Bukan Sekadar Main Game, Polresta Cilacap Buka Ruang Prestasi Anak Muda Lewat Kapolresta Cilacap Esport Championship 2026 Free Fire

Senin, 31 Agustus 2026 - 10:02

Accurate POS: Aplikasi Kasir Online untuk Bisnis Masa Kini

Senin, 31 Agustus 2026 - 10:02

SONO Belle Bali Legian Hadirkan Babak Baru bagi Ikon Tepi Pantai Legian

Berita Terbaru