Saham Apple Bersiap Hadapi Kejutan September, iPhone Lipat Jadi Katalis Baru - Koran Mandalika

Saham Apple Bersiap Hadapi Kejutan September, iPhone Lipat Jadi Katalis Baru

Senin, 7 September 2026 - 06:55

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Saham Apple Inc. (AAPL) memasuki September 2026 dengan perhatian investor yang semakin besar. Perusahaan dijadwalkan menggelar acara peluncuran produk pada 9 September dengan tema “Surprise and Shine”. Meski Apple belum mengungkap seluruh produk yang akan diperkenalkan, investor dan pasar menaruh ekspektasi tinggi terhadap kehadiran lini iPhone terbaru, termasuk potensi iPhone lipat pertama Apple.

Menurut laporan Yahoo Finance, saham Apple telah mencatat kenaikan hampir 21% sepanjang tahun berjalan hingga menjelang acara tersebut. Kinerja itu menunjukkan bahwa investor masih memiliki optimisme terhadap prospek perusahaan, meskipun Apple menghadapi tantangan dalam persaingan kecerdasan buatan (AI).

Karena itu, acara September kali ini dipandang bukan sekadar peluncuran produk tahunan, tetapi juga momentum penting untuk melihat arah pertumbuhan Apple di bawah kepemimpinan CEO baru, John Ternus.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

iPhone 18 Pro Jadi Sorotan

Salah satu produk yang paling dinantikan adalah iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max. Kedua perangkat tersebut diperkirakan membawa sejumlah peningkatan, termasuk penggunaan chip A20 Pro yang disebut akan dibuat menggunakan proses manufaktur 2 nanometer.

Apple juga diperkirakan menghadirkan perubahan pada sistem kamera, termasuk kamera utama dengan aperture variabel. Selain itu, varian Pro kemungkinan mendapatkan pilihan warna baru. Meski perubahan tersebut belum tentu tergolong revolusioner, kombinasi peningkatan hardware dapat menjadi daya tarik bagi pengguna kelas premium yang ingin melakukan upgrade.

Namun, perhatian terbesar pasar justru tertuju pada kemungkinan Apple memperkenalkan perangkat yang benar-benar baru: iPhone lipat.

iPhone Lipat Bisa Jadi “Surprise” Terbesar Apple

Apple dikabarkan tengah mempersiapkan iPhone lipat yang berpotensi menggunakan nama iPhone Ultra. Perangkat tersebut diperkirakan menggunakan desain lipat bergaya buku, dengan layar sekitar 5,5 inci ketika ditutup dan sekitar 7,6 inci ketika dibuka.

Jika benar diluncurkan, iPhone lipat akan menjadi langkah besar bagi Apple karena perusahaan akhirnya memasuki kategori smartphone yang telah lebih dahulu diisi oleh sejumlah kompetitor, terutama Samsung.

Pasar smartphone lipat sendiri masih berkembang. Berdasarkan data yang dikutip dalam laporan tersebut, IDC memperkirakan pengiriman global perangkat foldable dapat tumbuh 12,6% pada 2026. Kondisi ini memberikan peluang bagi Apple untuk masuk ke segmen baru ketika permintaan terhadap perangkat lipat masih menunjukkan pertumbuhan.

Baca Juga :  Kenapa Warren Buffett Menyarankan Anak Muda untuk Beli Rumah Daripada Saham?

Potensi kontribusinya terhadap bisnis Apple juga cukup besar. Morgan Stanley memperkirakan iPhone lipat dapat menghasilkan sekitar US$14 miliar pendapatan bagi Apple pada kuartal Desember. Produksi perangkat tersebut diperkirakan mencapai sekitar 7 juta hingga 8 juta unit pada paruh kedua 2026, sementara total produksi dalam siklus produk pertamanya berpotensi mencapai 20 juta unit.

Meski demikian, harga akan menjadi salah satu faktor penting. Produk baru dengan harga premium harus mampu memberikan alasan kuat bagi konsumen untuk melakukan upgrade. Jika harga terlalu tinggi dan konsumen tidak melihat manfaat yang signifikan, potensi pertumbuhan penjualan dapat menjadi lebih terbatas.

Kinerja Bisnis Apple Masih Solid

Di tengah spekulasi mengenai produk baru, kinerja bisnis Apple tetap menjadi fondasi penting bagi valuasi sahamnya.

Pada kuartal Juni, pendapatan iPhone Apple tumbuh 22% secara tahunan menjadi US$54,3 miliar. Sementara itu, total pendapatan perusahaan meningkat 16% menjadi US$109,4 miliar.

Untuk kuartal September, manajemen Apple memperkirakan pertumbuhan pendapatan sekitar 9% hingga 11%, dengan pendapatan iPhone diproyeksikan tumbuh pada kisaran pertengahan belasan persen. Konsensus pasar juga memperkirakan pendapatan Apple sepanjang 2026 dapat mencapai sekitar US$477,7 miliar, atau tumbuh sekitar 15% dibandingkan tahun sebelumnya.

Angka tersebut menunjukkan bahwa meskipun Apple tengah mencari sumber pertumbuhan baru, bisnis utamanya masih memiliki momentum yang kuat. Keberhasilan produk baru, terutama iPhone lipat, berpotensi memberikan tambahan katalis bagi pertumbuhan perusahaan.

Era Baru di Bawah CEO John Ternus

Peluncuran September 2026 juga memiliki arti strategis karena menjadi acara produk besar pertama Apple setelah John Ternus mengambil alih posisi CEO pada 1 September, menggantikan Tim Cook yang telah memimpin perusahaan selama hampir 15 tahun.

Ternus merupakan eksekutif lama Apple yang memiliki latar belakang kuat di bidang hardware. Karena itu, investor akan mengamati bagaimana dirinya membawa Apple memasuki fase baru, terutama ketika perusahaan menghadapi tekanan untuk mengejar ketertinggalan dari kompetitor dalam perkembangan AI.

Acara 9 September pun menjadi kesempatan bagi Ternus untuk membangun kepercayaan investor sekaligus menunjukkan visi Apple di bawah kepemimpinannya.

Apakah Saham Apple Menarik untuk Investor?

Meski prospek Apple masih menarik, valuasi saham juga perlu menjadi perhatian. Laporan tersebut mencatat Apple diperdagangkan sekitar 37,1 kali estimasi laba ke depan, sehingga sahamnya tidak dapat disebut murah.

Baca Juga :  MuslimAi.ai Temani Perjalanan Hijrah

Di sisi lain, potensi iPhone lipat dapat menjadi katalis baru yang membuat prospek Apple lebih menarik. Konsensus analis saat ini memberikan rating “Moderate Buy”. Dari 41 analis yang mengikuti saham Apple, 21 memberikan rekomendasi “Strong Buy”, tiga “Moderate Buy”, 13 “Hold”, dua “Moderate Sell”, dan dua “Strong Sell”. Target harga rata-rata berada di sekitar US$328,70, sedangkan target tertinggi mencapai US$400.

Dengan demikian, investor perlu mencermati hasil acara Apple pada 9 September, termasuk respons konsumen terhadap produk baru, strategi harga, serta kemampuan Apple menghadirkan inovasi yang dapat menopang pertumbuhan jangka panjang.

Pergerakan Saham Amerika Serikat, Aset Kripto, dan Emas Digital saat ini bisa kamu cek di aplikasi Nanovest. Jika kamu tertarik untuk mulai berinvestasi di Saham AS, Nanovest dapat menjadi pilihan untuk mulai berinvestasi sekaligus mengeksplorasi berbagai koin kripto lainnya.

Nanovest merupakan aplikasi investasi saham dan kripto yang dapat menjadi pilihan bagi investor di Indonesia. Bagi investor yang baru ingin memulai investasi, kamu juga tidak perlu khawatir karena aset kamu mendapatkan perlindungan dari risiko cybercrime melalui Asuransi Sinarmas.

Nanovest berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Informasi lebih lanjut dapat kamu kunjungi melalui website Nanovest. Aplikasi Nanovest juga sudah tersedia di Play Store maupun App Store, sehingga investor dapat mulai mengeksplorasi berbagai pilihan aset investasi dengan mudah dalam satu aplikasi.

Tentang NANOVEST
Nanovest (PT Tumbuh Bersama Nano) merupakan platform digital marketplace berbasis aplikasi yang mempermudah akses para pengguna untuk memperdagangkan aset digital baik dalam bentuk saham global, aset kripto, maupun emas digital. Kami memiliki tujuan untuk merevolusi cara anak muda dalam berinvestasi agar dapat mencapai kebebasan finansial. Nanovest secara resmi telah terdaftar dan berlisensi resmi sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Informasi lebih lanjut silahkan kunjungi web kami di www.nanovest.io.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Menkeu Baru Dilantik, Bagaimana Arah Kebijakan Kripto di Indonesia?
Permintaan Kendaraan Terjangkau Menguat, BRI Finance Perkuat Pembiayaan Mobil Bekas
Menggeliat Lewat Rel Kereta: Menakar Wajah Baru Pariwisata dan Ekonomi Kebumen
Didorong oleh Permintaan yang Tinggi, Enago Meluncurkan Situs Web Terlokalisasi untuk Memperkuat Ekosistem Riset Akademik Indonesia
Sasar Peluang Kemitraan dan Investasi Strategis, Sanggabiz Tampil Memukau Lewat Business Showcase dan Pitching di Capital Room GIK UGM
Pasar Crypto Semakin Dinamis, Bittime Hadirkan Program Berhadiah $HYPE hingga Sepuluh Juta Rupiah
Arsitek di Balik Layar: Selo Pangestu Imawan dan Agency yang Dibangunnya dalam Dua Tahun
5 Cara Mengidentifikasi Penyebab Perbedaan Performa Tim Sales

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 17:02

Menkeu Baru Dilantik, Bagaimana Arah Kebijakan Kripto di Indonesia?

Selasa, 15 September 2026 - 17:02

Permintaan Kendaraan Terjangkau Menguat, BRI Finance Perkuat Pembiayaan Mobil Bekas

Selasa, 15 September 2026 - 17:02

Menggeliat Lewat Rel Kereta: Menakar Wajah Baru Pariwisata dan Ekonomi Kebumen

Selasa, 15 September 2026 - 17:02

Didorong oleh Permintaan yang Tinggi, Enago Meluncurkan Situs Web Terlokalisasi untuk Memperkuat Ekosistem Riset Akademik Indonesia

Selasa, 15 September 2026 - 16:02

Sasar Peluang Kemitraan dan Investasi Strategis, Sanggabiz Tampil Memukau Lewat Business Showcase dan Pitching di Capital Room GIK UGM

Selasa, 15 September 2026 - 16:02

Arsitek di Balik Layar: Selo Pangestu Imawan dan Agency yang Dibangunnya dalam Dua Tahun

Selasa, 15 September 2026 - 15:02

5 Cara Mengidentifikasi Penyebab Perbedaan Performa Tim Sales

Selasa, 15 September 2026 - 15:02

5 Tips Membangun Hubungan dengan Calon Klien di Online Meeting Pertama

Berita Terbaru