68% Pencarian Kini Berakhir Tanpa Klik, Merek yang Tak Disebut AI Otomatis Tersingkir - Koran Mandalika

68% Pencarian Kini Berakhir Tanpa Klik, Merek yang Tak Disebut AI Otomatis Tersingkir

Senin, 14 September 2026 - 23:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

68% Pencarian Kini Berakhir Tanpa Klik, Merek yang Tak Disebut AI Otomatis Tersingkir

Cara orang menemukan sebuah merek sedang berubah secara mendasar. Menurut analisis SparkToro terhadap data Similarweb, sekitar 68% pencarian Google di Amerika Serikat pada 2026 berakhir tanpa satu klik pun ke situs mana pun, naik dari sekitar 58,5% pada 2024. Artinya, kurang dari satu dari tiga pencarian masih membawa pengguna keluar dari halaman hasil pencarian menuju situs web yang terbuka.

Riset Bain & Company terhadap konsumen turut mencatat bahwa 80% responden kini mengandalkan hasil yang dihasilkan AI untuk setidaknya 40% dari aktivitas pencarian mereka, dan 60% pencarian berakhir tanpa klik karena jawabannya sudah dianggap cukup di halaman hasil. Pola ini bukan sekadar perubahan minor pada perilaku digital, melainkan pergeseran struktural: jawaban yang dulunya berupa daftar tautan untuk dipilih sendiri, kini semakin sering langsung disajikan sebagai satu jawaban ringkas, lengkap dengan merek yang direkomendasikan di dalamnya, atau tanpa merek sama sekali.

Bagi konsumen, perubahan ini terasa seperti kemudahan. Bagi merek, ini menciptakan risiko baru: jika sebuah merek tidak disebut dalam jawaban yang dihasilkan AI, pengguna yang tidak pernah melihat daftar hasil pencarian juga tidak akan pernah menemukan merek tersebut, meski merek itu sebenarnya relevan dan berkualitas.

“Dulu, orang mencari lalu memilih sendiri dari daftar hasil. Sekarang, jawabannya sudah muncul lebih dulu, dan kalau merek tidak disebut di jawaban itu, merek tersebut otomatis tidak pernah masuk pertimbangan pelanggan,” ujar Alexandro Wibowo, Partner of Avonetiq.

Menjawab pergeseran ini, Avonetiq, Digital Authority Firm yang mengoperasionalkan pendekatannya lewat AVO by Avonetiq, mengembangkan metodologi untuk mengukur bagaimana sebuah merek benar-benar tampil dalam jawaban yang dihasilkan AI, bukan hanya pada posisi peringkat hasil pencarian tradisional.

Nama AVO sendiri sengaja dipakai ganda: sebagai singkatan dari disiplin Authority & Visibility Optimization yang menjadi kategori baru dalam pengukuran merek, sekaligus sebagai nama alat yang dikembangkan Avonetiq untuk menjalankan pengukuran tersebut.

Baca Juga :  KAI Daop 6 Yogyakarta Amankan Barang Temuan Penumpang KA yang Tertinggal Sepanjang Semester I 2025 Total Senilai Rp1,3 Miliar

“Kami melihat kebutuhan untuk memisahkan dua pertanyaan yang sering dianggap sama: apakah merek ini disebut oleh AI, dan kenapa AI mempercayainya untuk direkomendasikan. Dua pertanyaan itu butuh cara ukur yang berbeda,” tambah Alexandro.

Perubahan ini relevan bagi dua kelompok berbeda: pemilik merek yang ingin memastikan pelanggan mereka masih bisa menemukan mereka, dan agensi yang mengelola reputasi banyak klien sekaligus, di mana risiko kehilangan visibilitas terjadi bukan hanya sekali, tetapi berkali-kali lipat dari jumlah klien yang mereka tangani.

Pergeseran ini diperkirakan akan terus berlanjut seiring makin banyaknya pengguna yang beralih ke platform tanya jawab berbasis AI untuk aktivitas yang sebelumnya dilakukan melalui pencarian tradisional. Bagi pemilik merek maupun agensi, kemampuan mengukur keterlihatan di jawaban AI kemungkinan besar akan menjadi bagian standar dalam mengukur performa digital, alih-alih sekadar fitur tambahan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

FLPP Ngebut, Realisasi Capai Lebih Dari 200 Ribu Unit
Menyusun Rencana Finansial Setahun ke Depan, Mulai Siapkan Dana untuk Target 2027
Mendorong Pengembangan Usaha UMKM, Tangguh Perwira Mantri BRI Unit Ciracas Mendukung Usaha Roti dan Donat Milik Ujang di Ciracas Melalui Bantuan Permodalan KUR BRI
Gelar Rapat Kerja, Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Program TJSL Berdampak Terukur bagi Masyarakat
Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Komitmen Pelestarian Lingkungan melalui Penanaman 1.000 Pohon di Gunung Mas
Gambar Tanda Tangan di Internet dan Risiko Penyalahgunaannya
DJKA dan LRT Jabodebek Periksa Kesiapan Fasilitas Sarana & Prasarana Jelang Angkutan Nataru 2026/2027
Selamat Hari Raya Deepavali dari Sanct Social: Episode 9 Pertemukan Dua Ibu yang Belum Pernah Bertemu dalam Satu Percakapan, Sekaligus Panduan Fitur Baru Versi 1.2

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 23:02

FLPP Ngebut, Realisasi Capai Lebih Dari 200 Ribu Unit

Sabtu, 7 November 2026 - 20:02

Menyusun Rencana Finansial Setahun ke Depan, Mulai Siapkan Dana untuk Target 2027

Sabtu, 7 November 2026 - 16:02

Mendorong Pengembangan Usaha UMKM, Tangguh Perwira Mantri BRI Unit Ciracas Mendukung Usaha Roti dan Donat Milik Ujang di Ciracas Melalui Bantuan Permodalan KUR BRI

Sabtu, 7 November 2026 - 12:02

Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Komitmen Pelestarian Lingkungan melalui Penanaman 1.000 Pohon di Gunung Mas

Sabtu, 7 November 2026 - 12:02

Gambar Tanda Tangan di Internet dan Risiko Penyalahgunaannya

Sabtu, 7 November 2026 - 10:02

DJKA dan LRT Jabodebek Periksa Kesiapan Fasilitas Sarana & Prasarana Jelang Angkutan Nataru 2026/2027

Sabtu, 7 November 2026 - 09:02

Selamat Hari Raya Deepavali dari Sanct Social: Episode 9 Pertemukan Dua Ibu yang Belum Pernah Bertemu dalam Satu Percakapan, Sekaligus Panduan Fitur Baru Versi 1.2

Sabtu, 7 November 2026 - 08:02

Tips agar Pembalut Tidak Bergeser Saat Tidur Semalaman

Berita Terbaru

FLPP Ngebut, Realisasi Capai Lebih Dari 200 Ribu Unit

Teknologi

FLPP Ngebut, Realisasi Capai Lebih Dari 200 Ribu Unit

Sabtu, 7 Nov 2026 - 23:02