Priska Sahanaya Melatih Kemampuan Public Speaking di SD Muhammadiyah 10 - Koran Mandalika

Priska Sahanaya Melatih Kemampuan Public Speaking di SD Muhammadiyah 10

Selasa, 25 Juni 2024 - 14:20

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Priska Sahanaya menyelenggarakan workshop public speaking yang bertema “Crafting Compelling Messages” di SD Muhammadiyah 10 pada 15 November 2023 lalu. Workshop ini disambut dengan hangat oleh antusiasme para siswa-siswi yang ingin belajar mengenai public speaking.

Kemampuan public speaking sangat perlu diajarkan pada anak sejak dini agar dapat menstimulasi kemampuan dasar anak dalam berkomunikasi dengan baik dengan anak seusianya dan orang-orang di sekitarnya. Tiap anak tentunya memiliki kemampuan penalaran yang berbeda-beda sehingga metode pengajaran yang dipilih pun harus menyesuaikan kebutuhannya. Salah satu metode yang dapat dilakukan adalah dengan mengintegrasikan materi public speaking dalam bentuk permainan agar anak dapat bersenang-senang dan berani dalam mempraktikkan public speaking. Seperti pada workshop public speaking yang diadakan pada 15 November 2023 oleh Priska Sahanaya di SD Muhammadiyah 10, Priska memilih menggunakan metode tersebut untuk sepenuhnya menarik perhatian anak untuk ikut serta bermain sambil belajar. Keikutsertaan semua anak ketika acara workshop membuat anak rileks ketika menerima materi public speaking dan antusiasme anak-anak di kelas akan mendorong keinginan anak untuk aktif berpartisipasi.

Priska mengajak para siswa untuk aktif menjawab dan berpartisipasi di acara workshop. Sumber gambar: Dok. pribadi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Workshop yang bertema “Crafting Compelling Messages” ini difokuskan oleh Priska untuk membangun rasa percaya diri anak untuk berani berbagi cerita dan pengalaman menarik yang dialami siswa di depan kelas. Priska menjelaskan bahwa dalam bercerita sangat penting agar cerita disampaikan secara runut dan diekspresikan dengan gestur tubuh juga intonasi suara yang tepat agar cerita dapat memberikan kesan positif pada pendengarnya.

Baca Juga :  AnyMind Group merilis pendapatan Q2 2024

Priska membuat workshop se-interaktif mungkin untuk menjaga perhatian para siswa dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan, dan mengajak para siswa untuk mempraktikkan public speaking di depan kelas, memberikan ruang untuk siswa menceritakan pengalaman-pengalaman menarik yang mereka alami. Siswa yang aktif menjawab akan mendapatkan poin dan siswa yang mendapatkan poin terbanyak akan mendapatkan medali. Adanya permainan yang mengajak para siswa untuk aktif berpartisipasi ini semakin meningkatkan antusiasme siswa untuk semakin percaya diri menunjukkan kemampuan public speaking-nya.

Antusiasme para siswa memperhatikan dan mengikuti acara workshop. Sumber gambar: Dok. pribadi.

Workshop yang diadakan tersebut mendapatkan kesan yang positif karena dapat dipahami dengan baik oleh para siswa. Salah satu siswi bernama Asti membagikan bahwa sesi yang paling disukainya adalah ketika sesi bertukar cerita. Sesi tersebut mendorong siswa untuk menceritakan pengalaman unik yang mereka alami dan siswa-siswa lain yang mendengarkan diminta untuk mengingat bagian-bagian cerita dan juga memberikan kesan dan pertanyaan terhadap cerita yang telah dibagikan.

Siswi lainnya bernama Sasa menambahkan kesannya, “Hal yang paling saya suka (adalah) sesi belajar public speaking karena saya jadi gak malu lagi untuk ngomong di depan umum,” kata Sasa. Membuat ruang belajar yang suportif tentu membuat anak tidak ragu untuk berpartisipasi untuk menunjukkan kemampuan dirinya sehingga sangat penting untuk menciptakan ruang belajar yang terbuka bagi anak untuk berbagi dan untuk didengarkan dengan penuh perhatian.

Baca Juga :  KAI Intensifkan Inspeksi Jalur untuk Memperkuat Keandalan Prasarana dan Layanan di Stasiun Jelang Nataru 2025/2026

Foto kebersamaan Priska Sahanaya dan guru-guru SD Muhammadiyah 10. Sumber gambar: Dok. pribadi.

Pak Sukamdi, salah satu guru SD Muhammadiyah 10, sangat terkesan dengan workshop yang diadakan Priska tersebut, “Dengan adanya kegiatan ini, siswa dapat menyampaikan pendapatnya secara berani dan benar di hadapan orang banyak. Pada saat anak berinteraksi langsung secara pribadi (terlihat) antusias sendiri sehingga tanpa disuruh dia langsung memberikan reaksi,” ujar Pak Sukamdi.

Ibu Febrianti yang mengajar untuk siswa kelas 6 pun berkomentar tentang workshop yang menurutnya, “Sangat bagus ya karena di sini melatih anak untuk tampil percaya akan kemampuan diri sendiri kalau dia itu sebenarnya bisa (public speaking). Yang menarik itu anak ikut tampil ke depan, menunjukkan yel-yel, dan berinteraksi langsung,” pungkas Bu Febrianti.

Indonesian Professional Speakers Association (IPSA) dan Priska Sahanaya, selaku Direktur IPSA Academy, masih melanjutkan program IPSA Goes to School dalam upaya untuk meningkatkan kesadaran anak-anak usia sekolah terhadap pentingnya kemampuan public speaking di kehidupan sosial anak dan untuk membangun karakter anak yang percaya diri untuk berlatih dan menunjukkan kemampuan public speaking-nya. Workshop Public Speaking ini diadakan gratis untuk 100 sekolah di Jakarta dari tingkatan pendidikan SD, SMP, SMA dan SMK.

Mau sekolah Anda mendapatkan public speaking secara gratis untuk seluruh siswa Anda? Yuk daftarkan sekarang juga melalui nomor di bawah ini:

Priska Sahanaya
081389608249

Nama penulis: Anggi Tresna Santika

Berita Terkait

Mulai dari Stasiun Pasar Senen, KAI Daop 1 Jakarta Bangun Budaya Pilah Sampah Bersama Pelanggan
Bank Raya (AGRO) Menggelar RUPST 2026
Gelar RUPST Tahun Buku 2025, Jasa Marga Tebar Dividen Rp1,1 Triliun
Tukar Koin ASRI Living dan Nikmati myBCA Java Jazz Festival 2026
DISG: Platform Kerja Sama Ekonomi Jepang-ASEAN Diluncurkan di Tengah Pandemi COVID-19. Masuo Kuremura, Mantan Sekretaris Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri, Ditunjuk sebagai Ketua
Barang yang Harganya Sering Mendadak Naik Saat Iduladha
Kecepatan Menjadi Kunci Penyelamatan Nyawa pada Penanganan Penyakit Aorta Kompleks di Era Modern
Dampak Konflik Internasional terhadap Inflasi Global dan Rantai Pasok Dunia

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:00

Mulai dari Stasiun Pasar Senen, KAI Daop 1 Jakarta Bangun Budaya Pilah Sampah Bersama Pelanggan

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:00

Bank Raya (AGRO) Menggelar RUPST 2026

Rabu, 20 Mei 2026 - 19:00

Gelar RUPST Tahun Buku 2025, Jasa Marga Tebar Dividen Rp1,1 Triliun

Rabu, 20 Mei 2026 - 18:00

DISG: Platform Kerja Sama Ekonomi Jepang-ASEAN Diluncurkan di Tengah Pandemi COVID-19. Masuo Kuremura, Mantan Sekretaris Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri, Ditunjuk sebagai Ketua

Rabu, 20 Mei 2026 - 18:00

Barang yang Harganya Sering Mendadak Naik Saat Iduladha

Rabu, 20 Mei 2026 - 17:00

Kecepatan Menjadi Kunci Penyelamatan Nyawa pada Penanganan Penyakit Aorta Kompleks di Era Modern

Rabu, 20 Mei 2026 - 17:00

Dampak Konflik Internasional terhadap Inflasi Global dan Rantai Pasok Dunia

Rabu, 20 Mei 2026 - 15:00

Bukan Cuma Hijab Paris Polos, napocut Kenalkan 4 Variasi Hijab Segiempat Paris Tegak Paripurna

Berita Terbaru

Teknologi

Bank Raya (AGRO) Menggelar RUPST 2026

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:00

NTB Terkini

WFH di Lingkungan Pemprov NTB Belum Maksimal

Rabu, 20 Mei 2026 - 19:21