Kripto Tak Lagi Sekadar Soal Harga, Ini Kunci Memahami Masa Depannya - Koran Mandalika

Kripto Tak Lagi Sekadar Soal Harga, Ini Kunci Memahami Masa Depannya

Senin, 28 September 2026 - 08:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 28 September 2026 – Kripto tidak lagi cukup dipahami hanya dari pergerakan harga. Seiring industri yang semakin matang, pemahaman terhadap risiko, strategi, hingga peran teknologi blockchain dalam sistem keuangan menjadi semakin penting, terutama bagi investor pemula.

Hal tersebut menjadi salah satu benang merah dalam fireside session bertajuk “Crypto for Beginners: Exploring the Future of Finance” di BINUS Crypto Week 2026, yang menghadirkan Founder Crypstock, Andy Lynn, bersama CEO & Founder FLOQ, Yudhono Rawis.

Dalam sesi tersebut, Andy membawa perspektif dari sisi edukasi dan pengalaman investor. Sementara Yudho melihat perkembangan kripto dari sisi industri dan bagaimana aset digital mulai terhubung semakin erat dengan sistem keuangan yang lebih luas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemula Perlu Belajar Market Sebelum Mengejar Return

Sebagai praktisi yang telah aktif di pasar kripto sejak 2017, Andy selama ini banyak menekankan pentingnya memahami market, risiko, dan strategi secara bertahap. Crypstock sendiri memosisikan edukasinya tidak sekadar sebagai ruang diskusi, tetapi juga menyediakan materi terstruktur, analisis pasar, data on-chain, hingga pembelajaran manajemen risiko.

Menurut Andy, tantangan utama bagi investor baru bukan sekadar memilih aset yang dianggap berpotensi naik, tetapi membangun pemahaman terhadap bagaimana pasar bekerja.

“Buat yang baru masuk kripto, jangan mulai dari pertanyaan ‘coin apa yang harus dibeli’, tapi mulai dari memahami market-nya dulu. Pelajari risikonya, kenali karakter asetnya, lalu bangun strategi yang sesuai dengan profil masing-masing,” kata Andy.

Pendekatan ini juga berangkat dari perjalanan Andy yang telah melewati beberapa siklus pasar, termasuk periode bearish 2018 dan berbagai fase volatilitas kripto setelahnya. Dalam sejumlah diskusi sebelumnya, ia juga membagikan pengalaman mengenai pentingnya proses belajar setelah menghadapi berbagai dinamika pasar.

Baca Juga :  Kenapa Desainer Interior Memilih Teknologi Crestron dari MLV Teknologi untuk Solusi Otomasi Terdepan

Bagi Andy, semakin mudahnya akses terhadap aset kripto, seperti Bitcoin dan lainnya justru membuat kemampuan menyaring informasi menjadi semakin penting.

“Informasi di kripto sangat cepat dan banyak. Karena itu, pemula perlu punya fondasi supaya tidak hanya mengikuti hype atau keputusan orang lain. Kalau fondasinya kuat, kita bisa mengambil keputusan dengan lebih rasional,” tambahnya.

Masa Depan Kripto Bergerak ke Arah Utilitas dan Integrasi Keuangan

Berbeda dari Andy yang menyoroti kesiapan investor, Yudho melihat perkembangan industri kripto dari perspektif yang lebih luas.

Menurutnya, ruang pertumbuhan kripto masih terbuka karena ukuran pasar aset digital secara global masih relatif kecil dibandingkan pasar keuangan tradisional. Namun, ia menilai fase pertumbuhan berikutnya tidak akan sama dengan siklus sebelumnya.

“Kripto masih sangat menarik karena secara ukuran market masih jauh lebih kecil dibandingkan traditional equity market. Jadi ruang pertumbuhannya masih ada. Tetapi future-nya akan berbeda, bukan lagi sekadar cerita get rich quick,” ujar Yudho.

Ia menilai katalis pertumbuhan berikutnya akan semakin banyak datang dari perkembangan regulasi dan integrasi antara aset digital dengan produk keuangan konvensional.

Perkembangan seperti produk ETF kripto, pembayaran berbasis aset digital, hingga tokenisasi dinilai menjadi indikator bahwa industri mulai bergerak ke fase yang lebih matang.

“Regulasi justru bisa menjadi katalis. Kita sekarang melihat ETF, crypto payment, sampai tokenisasi mulai berkembang. Ini menunjukkan bahwa kripto perlahan menjadi bagian dari ekosistem keuangan yang lebih besar,” jelasnya.

Baca Juga :  PT Mitra Abadi Autoparts Hadir di IIMS 2024: World-Class Quality Replacement Parts dengan brand LKS Autoparts.

Tokenisasi menjadi salah satu tema yang menurut Yudho patut diperhatikan karena memungkinkan berbagai aset tradisional direpresentasikan melalui teknologi blockchain.

“Traditional market akan tetap tumbuh, tetapi blockchain menciptakan cara baru untuk mengakses dan memperdagangkan aset. Di sini saya melihat tokenisasi punya peran besar untuk fase berikutnya,” kata Yudho.

Dari Mengejar Tren ke Membangun Perspektif Jangka Panjang

Diskusi antara Andy dan Yudho memperlihatkan dua tantangan yang saling berkaitan dalam perkembangan industri kripto.

Dari sisi investor, literasi dan manajemen risiko menjadi fondasi agar masyarakat tidak hanya masuk karena tren. Sementara dari sisi industri, inovasi, regulasi, dan integrasi dengan keuangan tradisional menjadi faktor yang akan menentukan arah pertumbuhan berikutnya.

Yudho menilai peluang tetap ada, tetapi investor perlu menyesuaikan ekspektasi dengan industri yang semakin matang.

“Masih ada chance, tapi mungkin tidak akan semasif seperti dulu. Karena itu, menurut saya pendekatannya harus berubah. Stay for the long game,” terangnya.

BINUS Crypto Week 2026 sendiri menghadirkan sejumlah agenda edukasi terkait cryptocurrency, blockchain, dan perkembangan ekosistem Web3. Sebelumnya, agenda FLOQ di acara tersebut juga diarahkan untuk membahas literasi keuangan, perbedaan antara investasi dan spekulasi, serta pemahaman dasar yang perlu dimiliki pengguna baru sebelum masuk ke pasar aset digital.

Melalui sesi “Crypto for Beginners: Exploring the Future of Finance”, pesan yang disampaikan bukan sekadar mengenai potensi pertumbuhan kripto, melainkan pentingnya membangun pemahaman sejak awal agar generasi baru investor dapat mengikuti perkembangan industri secara lebih terukur dan berkelanjutan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Hilirisasi Mineral Jadi Motor Baru Pertumbuhan Ekonomi
Dukung Agenda Literasi OJK, Prudential Syariah Ajak Mahasiswa Rancang Strategi Perluas Akses Asuransi Syariah
OSL Indonesia Resmikan Kantor Baru, Perkuat Komitmen Kepatuhan Berstandar Global di Indonesia
Hisense Hadirkan Direct Service Center di Jakarta Barat untuk Layanan Purna Jual yang Lebih Dekat
Diwali Bazaar 2026 Jadi Ruang Temu Budaya, UMKM, dan Gaya Hidup India di Jakarta
Jawab Tantangan Dinamika Ekonomi Global, BINUS @Medan Luncurkan Joint Degree Digital Business Bersama Asia University Taiwan
Intrusion Detection System Drone: Alarm Terpicu, Drone Terbang Otomatis untuk Verifikasi Ancaman
Bitcoin Bisa Lanjut Naik di Oktober? Ini Katalis yang Perlu Dicermati

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 02:02

Hilirisasi Mineral Jadi Motor Baru Pertumbuhan Ekonomi

Senin, 28 September 2026 - 19:02

Dukung Agenda Literasi OJK, Prudential Syariah Ajak Mahasiswa Rancang Strategi Perluas Akses Asuransi Syariah

Senin, 28 September 2026 - 19:02

OSL Indonesia Resmikan Kantor Baru, Perkuat Komitmen Kepatuhan Berstandar Global di Indonesia

Senin, 28 September 2026 - 18:02

Hisense Hadirkan Direct Service Center di Jakarta Barat untuk Layanan Purna Jual yang Lebih Dekat

Senin, 28 September 2026 - 18:02

Jawab Tantangan Dinamika Ekonomi Global, BINUS @Medan Luncurkan Joint Degree Digital Business Bersama Asia University Taiwan

Senin, 28 September 2026 - 18:02

Intrusion Detection System Drone: Alarm Terpicu, Drone Terbang Otomatis untuk Verifikasi Ancaman

Senin, 28 September 2026 - 17:02

Bitcoin Bisa Lanjut Naik di Oktober? Ini Katalis yang Perlu Dicermati

Senin, 28 September 2026 - 16:02

Akarsa Garment Indonesia: Solusi Penjahit Pakaian Pria Kustom Terpercaya di Jakarta Selatan

Berita Terbaru

Teknologi

Hilirisasi Mineral Jadi Motor Baru Pertumbuhan Ekonomi

Selasa, 29 Sep 2026 - 02:02