Harga Minyak Naik di Tengah Konflik AS-Iran, Ini Analisis WTI Hari Ini - Koran Mandalika

Harga Minyak Naik di Tengah Konflik AS-Iran, Ini Analisis WTI Hari Ini

Senin, 28 September 2026 - 11:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga minyak West
Texas Intermediate (WTI) kembali menjadi perhatian pasar di tengah perkembangan
negosiasi Amerika Serikat (AS) dan Iran serta kondisi pasokan minyak global.
Pada awal perdagangan pekan ini, harga minyak menguat lebih dari 1% setelah AS
dan Iran belum mencapai kesepakatan terkait pembukaan kembali Selat Hormuz.
Namun, dari sisi teknikal, pergerakan WTI masih menghadapi potensi tekanan
bearish.

Berdasarkan
analisis Dupoin Futures, harga minyak WTI pada timeframe Daily mulai memasuki
tren bearish baru setelah belum mampu ditutup di atas zona resistance
sebelumnya pada level 96.78–99.05. Kegagalan harga untuk menembus dan bertahan
di atas area tersebut menjadi sinyal bahwa tekanan jual masih berpotensi
mendominasi pergerakan WTI.

Geraldo Kofit,
analis Dupoin Futures, mengatakan kondisi tersebut membuka peluang bagi harga
minyak untuk melanjutkan pelemahan menuju zona support terdekat di 88.70–86.54.
Level tersebut menjadi area yang perlu diperhatikan apabila tekanan bearish
kembali menguat pada perdagangan hari ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain level
support dan resistance, struktur teknikal WTI juga menunjukkan terbentuknya
pola ABC Correction. Pola tersebut semakin diperkuat oleh kemunculan Bearish
Engulfing yang mengindikasikan adanya tekanan jual setelah harga mengalami fase
kenaikan sebelumnya. Dengan kombinasi kedua pola tersebut, potensi pelemahan
WTI masih terbuka selama harga belum mampu kembali menembus resistance
96.78–99.05.

Baca Juga :  Ketepatan Waktu KA Berangkat Capai 99,57 Persen, KAI Daop 2 Bandung Operasikan 3.258 Perjalanan Selama Angkutan Nataru 2025/2026

Meski demikian,
pergerakan minyak tetap sangat sensitif terhadap perkembangan geopolitik di
Timur Tengah. Harga minyak pada Senin, 28 September 2026, naik lebih dari 1%
setelah Presiden AS Donald Trump menolak proposal perdamaian Iran yang
berkaitan dengan penyelesaian konflik dan pembukaan kembali Selat Hormuz.
Kondisi tersebut mempertahankan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan
pasokan minyak dari kawasan tersebut.

Reuters melaporkan
bahwa Brent naik sekitar 1,27% menjadi US$105,64 per barel, sementara WTI berada
di sekitar US$93,11 per barel pada awal perdagangan Senin. Pasar juga masih
menunggu perkembangan negosiasi AS-Iran yang diperkirakan berlanjut pada pekan
ini.

Di sisi lain,
terdapat faktor yang dapat membatasi kenaikan harga minyak. Arus ekspor minyak
Timur Tengah mulai mengalami pemulihan setelah sebelumnya terganggu akibat
konflik. Reuters mencatat peningkatan aliran minyak melalui kawasan tersebut,
termasuk pemulihan aktivitas ekspor Arab Saudi, sehingga perbaikan pasokan
dapat mengurangi tekanan kenaikan harga apabila berlangsung lebih jauh.

Baca Juga :  Tokocrypto Ungkap Peran Penting Influencer dalam Industri Kripto

Kondisi tersebut
membuat pasar minyak berada di antara dua sentimen yang berlawanan. Risiko
gangguan pasokan akibat konflik dan ketidakpastian Selat Hormuz memberikan
dukungan terhadap harga WTI, sedangkan pemulihan arus minyak berpotensi menahan
penguatan lebih lanjut.

Menurut Dupoin
Futures
, perkembangan negosiasi AS-Iran dan arus pasokan melalui Selat Hormuz
akan menjadi katalis utama yang perlu diperhatikan. Dari sisi teknikal,
resistance 96.78–99.05 menjadi area penting untuk menentukan perubahan struktur
harga.

Dengan demikian,
prediksi harga minyak WTI hari ini masih menghadapi risiko pelemahan dari
perspektif teknikal. Selama WTI belum mampu menembus dan bertahan di atas
resistance 96.78–99.05, harga berpotensi melanjutkan tren bearish menuju
support 88.70–86.54. Namun, perubahan signifikan pada kondisi geopolitik atau
gangguan baru terhadap pasokan dapat meningkatkan volatilitas dan mengubah
dinamika pergerakan minyak.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Hilirisasi Mineral Jadi Motor Baru Pertumbuhan Ekonomi
Dukung Agenda Literasi OJK, Prudential Syariah Ajak Mahasiswa Rancang Strategi Perluas Akses Asuransi Syariah
OSL Indonesia Resmikan Kantor Baru, Perkuat Komitmen Kepatuhan Berstandar Global di Indonesia
Hisense Hadirkan Direct Service Center di Jakarta Barat untuk Layanan Purna Jual yang Lebih Dekat
Diwali Bazaar 2026 Jadi Ruang Temu Budaya, UMKM, dan Gaya Hidup India di Jakarta
Jawab Tantangan Dinamika Ekonomi Global, BINUS @Medan Luncurkan Joint Degree Digital Business Bersama Asia University Taiwan
Intrusion Detection System Drone: Alarm Terpicu, Drone Terbang Otomatis untuk Verifikasi Ancaman
Bitcoin Bisa Lanjut Naik di Oktober? Ini Katalis yang Perlu Dicermati

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 02:02

Hilirisasi Mineral Jadi Motor Baru Pertumbuhan Ekonomi

Senin, 28 September 2026 - 19:02

Dukung Agenda Literasi OJK, Prudential Syariah Ajak Mahasiswa Rancang Strategi Perluas Akses Asuransi Syariah

Senin, 28 September 2026 - 19:02

OSL Indonesia Resmikan Kantor Baru, Perkuat Komitmen Kepatuhan Berstandar Global di Indonesia

Senin, 28 September 2026 - 18:02

Hisense Hadirkan Direct Service Center di Jakarta Barat untuk Layanan Purna Jual yang Lebih Dekat

Senin, 28 September 2026 - 18:02

Jawab Tantangan Dinamika Ekonomi Global, BINUS @Medan Luncurkan Joint Degree Digital Business Bersama Asia University Taiwan

Senin, 28 September 2026 - 18:02

Intrusion Detection System Drone: Alarm Terpicu, Drone Terbang Otomatis untuk Verifikasi Ancaman

Senin, 28 September 2026 - 17:02

Bitcoin Bisa Lanjut Naik di Oktober? Ini Katalis yang Perlu Dicermati

Senin, 28 September 2026 - 16:02

Akarsa Garment Indonesia: Solusi Penjahit Pakaian Pria Kustom Terpercaya di Jakarta Selatan

Berita Terbaru

Teknologi

Hilirisasi Mineral Jadi Motor Baru Pertumbuhan Ekonomi

Selasa, 29 Sep 2026 - 02:02