Intrusion Detection System Drone: Alarm Terpicu, Drone Terbang Otomatis untuk Verifikasi Ancaman - Koran Mandalika

Intrusion Detection System Drone: Alarm Terpicu, Drone Terbang Otomatis untuk Verifikasi Ancaman

Senin, 28 September 2026 - 18:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Intrusion detection system drone adalah sistem keamanan yang menghubungkan sensor perimeter dengan drone otomatis. Saat alarm terpicu, drone dari DJI Dock 3 terbang sendiri ke titik kejadian dan mengirim video langsung ke ruang kendali, lengkap dengan kamera thermal 640 x 512 yang membaca panas manusia dan kendaraan dalam gelap.

Pengamanan kawasan industri, pelabuhan, gudang, dan perkebunan punya masalah yang sama. Kamera CCTV hanya melihat sudut tetap dan menyisakan titik buta di antara kamera. Petugas patroli butuh waktu untuk berjalan atau berkendara ke pagar terjauh. Saat petugas tiba, penyusup sering sudah pergi. Intrusion detection system drone memangkas jeda waktu itu.

Cara kerjanya berupa satu rantai otomatis. Sensor perimeter, radar, atau analitik kamera mendeteksi pelanggaran batas dan mengirim koordinat alarm. Drone yang siaga di dock (stasiun yang menyimpan dan mengisi daya drone secara otomatis) langsung terbang ke titik itu tanpa pilot di lokasi. Kamera zoom dan kamera thermal mengirim video langsung ke ruang kendali, sehingga tim keamanan bisa menilai dalam hitungan detik apakah ancaman itu nyata. Setelah selesai, drone kembali ke dock dan mengisi daya sendiri. Keputusan tindakan tetap dipegang tim keamanan.

Konfigurasi intinya adalah DJI Dock 3 dengan DJI Matrice 4TD. Drone ini membawa kamera zoom dan kamera thermal radiometrik 640 x 512, yaitu kamera yang membaca panas sekaligus mengukur suhunya, ditambah lampu bantu NIR dan pemrosesan AI untuk operasi malam. Dock dapat dipasang permanen di atap gedung atau menara untuk area dengan batas tetap seperti pelabuhan dan gudang, atau dipasang pada kendaraan untuk area luas yang berubah seperti konsesi perkebunan dan tambang. DJI FlightHub 2 menampilkan livestream, peta, dan riwayat misi dalam satu layar, dan dapat diintegrasikan ke CCTV, VMS, atau command center yang sudah ada.

Dibanding CCTV statis dan patroli manual, sistem ini menutup seluruh perimeter dalam radius operasi dock dari udara, bekerja siang dan malam, dan tidak membutuhkan pilot di lokasi. Biaya awalnya lebih tinggi karena mencakup dock, drone, dan integrasi, namun biaya jalannya relatif rendah karena drone mengisi daya sendiri. Keterbatasannya tetap ada: cuaca ekstrem dan izin terbang memengaruhi operasi, dan tindakan fisik tetap membutuhkan tim darat. Penerapannya dimulai dari pemetaan titik buta perimeter, lalu penentuan lokasi dock dan jalur terbang, lalu integrasi ke sistem keamanan yang sudah berjalan.

Baca Juga :  Alur Gumitir Jember-Banyuwangi Resmi Dibuka Fungsional Lebih Cepat

Selengkapnya: https://halorobotics.com/intrusion-detection-system-drone/

Konsultasi dan survei lokasi untuk intrusion detection system drone tersedia melalui halorobotics.com, WhatsApp wa.me/6281119090099, atau email sales@halorobotics.com.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Pasar Nikel Global Diproyeksi Tumbuh 21,39% hingga 2031, Hilirisasi Didorong Garap Produk Akhir
Jasa Marga Raih Dua Penghargaan dalam Ajang The 17th IICD Corporate Governance Award 2026
Dorong UMKM Naik Kelas, Jasa Marga Fasilitasi Lima UMKM Binaan di Trade Expo Indonesia 2026
Sanct Social Buka Booth di Tar2Cup “Cerita 2026: Luminara” SMA Tarakanita 2 pada Sabtu 18 Oktober: Supaya Teman Baru dari Lapangan Tidak Hilang Setelah Acara Usai
5 Hal Tidak Terduga yang Terjadi ketika Sedang Liburan ke Luar Negeri
KAI Daop 2 Bandung Layani Lebih dari 56ribu Wisatawan Mancanegara pada Januari–Agustus 2026
Sebelum Jual Emas Perhiasan atau Logam Mulia, Pandai Emas Ingatkan 7 Hal yang Perlu Dicek
Kemendag dan Nestlé Indonesia Teken MoU Dorong Ekspor dari Hulu di TEI 2026

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 20:47

Lewat Program CERAH, NTB Perluas Akses Kesehatan bagi Penyandang Disabilitas

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:40

Pariwisata Ramah Muslim, NTB Konsisten di Tiga Besar Nasional

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:05

Akhir 2026, BPR NTB Ditargetkan Resmi Berbasis Syariah

Rabu, 14 Oktober 2026 - 07:11

Gubernur NTB Tekankan Soliditas KONI, Mohan Roliskana Terpilih

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:07

Mohan Roliskana Rebut Kursi Ketua KONI NTB

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:02

Resmi Kenalkan Ketua Baru, PAN NTB Langsung Bidik Target Besar

Selasa, 13 Oktober 2026 - 10:44

MotoGP Mandalika: Kerugian Perusahaan dan Dampak Ekonomi adalah Dua Hal Berbeda

Senin, 12 Oktober 2026 - 13:21

275 PMI NTB Dideportasi, Muazzim Akbar Ungkap 3 Penyebab Utama

Berita Terbaru