Warga Mataram Terjebak Kerja Scammer di Myanmar, Disnakertrans NTB: Korban Aman - Koran Mandalika

Warga Mataram Terjebak Kerja Scammer di Myanmar, Disnakertrans NTB: Korban Aman

Selasa, 29 September 2026 - 06:27

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koran Mandalika, Mataram – Seorang Warga Kota Mataram, MYF diduga menjadi korban penipuan di Myanmar. Awalnya, ia diiming-imingi bekerja trading, namum setelah sampai di sana ia justru dipaksa bekerja sebagai scammer.

Dalam video yang beredar, ia meminta pertolongan kepada pihak Kepolisian Indonesia. Korban juga mengaku akan dijual ke perusahaan lain.

“Saya mau dijual ke company lain karena saya sakit dari kemarin karena saya datang ke sini lewati hutan-hutan, terus nyebrang lewat sungai. Tolong dibantu pak ya, kalau bisa jemput saya di Myanmar,” ucapnya dalam video.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menanggapi hal itu, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTB menyampaikan bahwa saat ini korban sudah dalam keadaan aman.

Baca Juga :  Gubernur NTB Tegaskan Komitmen Terhadap Program Zero Cost PMI

“Setelah kita kontak dengan KBRI Yangon, Myanmar itu alhamdulillah sudah di monitor nih perkembangannya ini sekarang dia berada di kantor polisi, posisi aman,” kata Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kerja Disnakertrans NTB, Isnanto Karyawan,” Senin (28/9).

Ia menjelaskan korban di kantor polisi bukan untuk ditahan, melainkan untuk mendapat pengamanan sebelum diserahkan ke KBRI.

“Di sana di kepolisian itu bukan dipenjara, diamankan. Jadi enggak dipenjara, dia dikasi makan, dikasi minum, pendataan, pengisian biodata di sana itu,” jelasnya.

Isnanto menuturkan bahwa korban merupakan PMI nonprosedural atau tida melalui jalur resmi.

“Dia berangkat PMI mandiri itu tanggal 5 September lewat Bali,” tuturnya.

Awalnya, korban dijanjikan berangkat ke Singapur, namun justru ia diberangkatkan ke negara berbeda.

Baca Juga :  Gubernur di Mimbar Rakyat: Kritik Penting Agar Kekuasaan Tidak Korup

“Dijanjikan sama agennya ke Singapur akan tetapi tidak ke Singapur, larinya ke Myanmar. Istilahnya ya TPPO istilahnya ini,” kata Isnanto.

Ia mengungkapkan bahwa korban juga pernah mendaftar sebagai PMI dan bekerja di Singapura sebelumnya.

“Informasi yang kita dapat dari orang tuanya pernah dia ke Singapur dulu. Jadi perkiraan dari orang tuanya ini dia ke Singapur. Ini yang kedua kali,” ungkapnya.

Ia menyampaikan terus melakukan komunikasi dengan pihak KBRI di Myanmar untuk memastikan kondisi dan penjadwalan pemulangan korban.

“Jadi koordinasi dengan KBRI masih terus kita lakukan untuk memperoleh kepastian tahapan selanjutnya maksudnya termasuk penjemputan atau pemindahan ke kepolisian menuju ke KBRI,” tandasnya. (dik)

Berita Terkait

Karhutla Setampol Meluas, Tambah Daftar Kebakaran TNGR Sepanjang 2026
Uma Lengge Jadi Ikon Paviliun NTB di KRIYANUSA 2026
Hilirisasi Digenjot, Komoditas NTB Disiapkan Tembus Pasar Global
PMI Nonprosedural Jadi PR Besar NTB, Malaysia Paling Banyak
Wagub NTB: Sekolah Harus Jadi Ruang Aman, Bukan Tempat Kekerasan
Kemiri NTB Tembus Jepang, Vanili Diekspor ke Amerika
Terkendala Status Tanah, Sekolah Rakyat Permanen NTB Belum Merata
Bank NTB Syariah Bidik KUR Perumahan, 11.061 Rumah Jadi Potensi Baru

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 14:13

ITDC Tak Mau Kecolongan, Mandalika Diuji Sebelum MotoGP

Minggu, 27 September 2026 - 18:40

IFG dan Jamkrindo Berkolaborasi Hidupkan Budaya dan Dorong UMKM Naik Kelas

Sabtu, 26 September 2026 - 18:41

Samara Lombok Double Winner! Dua Penghargaan Bergengsi Dibawa Pulang dari IREA 2026

Sabtu, 26 September 2026 - 17:57

Muscam XI Golkar Pujut Memanas, Dua Kader Berebut Kursi Ketua PK

Jumat, 25 September 2026 - 18:30

Ungkap Kasus Pemerkosaan WNA di Kuta Mandalika, NTB Solution Center dan Kuta SOS Apresiasi Kinerja Polda NTB

Kamis, 24 September 2026 - 10:32

Di Balik Diam Buku Tanah, Ada Hak yang Menunggu Kepastian

Kamis, 24 September 2026 - 09:50

Bantah Tuduhan, Pimpinan Ponpes Abul Barokat Siapkan Langkah Hukum

Senin, 21 September 2026 - 06:21

Fahmi Basam Kuasai Race 2 National Sport 150cc MRS Round 4, Aldiaz Wakili NTB Finis Keempat

Berita Terbaru

Teknologi

Hilirisasi Mineral Jadi Motor Baru Pertumbuhan Ekonomi

Selasa, 29 Sep 2026 - 02:02