DPRD Loteng Koreksi Anggaran Jalan Sekolah Rakyat, Beda Pandangan dengan Pemkab - Koran Mandalika

DPRD Loteng Koreksi Anggaran Jalan Sekolah Rakyat, Beda Pandangan dengan Pemkab

Selasa, 29 September 2026 - 11:21

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koran Mandalika, Lombok Tengah – Rencana pelebaran akses jalan menuju Sekolah Rakyat di Desa Taman Indah, Lombok Tengah, memunculkan perbedaan pandangan antara Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah dan DPRD.

Pemkab Lombok Tengah menyebut anggaran pelebaran akses jalan menuju lokasi Sekolah Rakyat akan dimasukkan dalam APBD Perubahan 2026. Namun, Badan Anggaran DPRD Lombok Tengah menyatakan pekerjaan tersebut justru diproyeksikan melalui APBD murni 2027.

Anggota Banggar DPRD Lombok Tengah, Adi Bagus Karya Putra, menegaskan pelebaran jalan menuju Sekolah Rakyat tidak masuk dalam pembahasan APBD Perubahan 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pada APBD Perubahan ini, soal infrastruktur jalan yang diperbaiki hanya ada 15 ruas jalan saja,” tegas Adi Bagus.

Selain persoalan waktu penganggaran, DPRD juga meminta pemerintah memastikan status jalan sepanjang sekitar 500 meter menuju lokasi Sekolah Rakyat tersebut.

Baca Juga :  Jumlah Keaktifan Peserta JKN Lombok Tengah dan Lombok Timur Masih Rendah

Menurut Adi, kejelasan status aset jalan menjadi penting sebelum pemerintah mengalokasikan anggaran. Apakah jalan tersebut merupakan aset kabupaten atau desa harus dipastikan agar pelaksanaan pembangunan tidak menabrak ketentuan yang berlaku.

“Karena belum disesuaikan lebar jalannya, ini nanti juga akan kita bahas, termasuk masalah status jalannya agar tidak melanggar aturan,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Sosial Lombok Tengah Masnun menyebut secara teknis pembangunan Sekolah Rakyat tidak lagi menemui kendala. Namun, akses jalan dari jalan utama menuju lokasi dinilai masih terlalu sempit sehingga membutuhkan pelebaran.

Pemkab juga menyebut telah berkoordinasi agar kebutuhan anggaran akses jalan tersebut dapat dimasukkan dalam APBD Perubahan 2026.

Baca Juga :  ‎Lima Komisioner KI NTB Resmi Dilantik

Di sisi lain, DPRD Lombok Tengah menegaskan tetap mendukung pembangunan Sekolah Rakyat sebagai program strategis. Namun, proses penganggaran dan pembangunan infrastrukturnya harus disesuaikan dengan kemampuan anggaran serta ketentuan administrasi dan aset daerah.

Persoalan tersebut muncul ketika DPRD juga tengah menuntaskan pembahasan Perubahan APBD 2026. Berdasarkan situs resmi DPRD Lombok Tengah, Badan Anggaran telah melakukan pembahasan bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah dan sejumlah OPD terkait Nota Keuangan serta Ranperda Perubahan APBD 2026 pada 17–24 September 2026.

Dengan demikian, pembahasan akses menuju Sekolah Rakyat menjadi bagian dari perhatian legislatif agar pembangunan fasilitas pendidikan tersebut tidak hanya berjalan secara fisik, tetapi juga didukung infrastruktur yang memiliki dasar penganggaran dan status aset yang jelas. (wan)

Berita Terkait

Pemprov NTB Perkuat Keterbukaan Informasi Publik, PPID OPD Diminta Tingkatkan Layanan
Warga Mataram Terjebak Kerja Scammer di Myanmar, Disnakertrans NTB: Korban Aman
Karhutla Setampol Meluas, Tambah Daftar Kebakaran TNGR Sepanjang 2026
Uma Lengge Jadi Ikon Paviliun NTB di KRIYANUSA 2026
Perubahan APBD Loteng 2026 Disepakati, Pendapatan Daerah Naik Rp128 Miliar
Hilirisasi Digenjot, Komoditas NTB Disiapkan Tembus Pasar Global
PMI Nonprosedural Jadi PR Besar NTB, Malaysia Paling Banyak
Wagub NTB: Sekolah Harus Jadi Ruang Aman, Bukan Tempat Kekerasan

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 12:02

Igloo dan DANA Luncurkan Perlindungan Hujan Parametrik All-in-One Pertama di Industri untuk Masyarakat Indonesia

Selasa, 29 September 2026 - 12:02

Faculty of Digital Communication and Hotel & Tourism BINUS UNIVERSITY Perluas Pengalaman Global Mahasiswa melalui ASEAN Symposium on Higher Education 2026

Selasa, 29 September 2026 - 12:02

Produk Prima dari Pabrik hingga Proyek, Waskita Beton Precast Pastikan Mutu Produk Spun Pile untuk Proyek Tangguhh UCC Onshore Project di Papua

Selasa, 29 September 2026 - 11:02

PURANA Mendefinisikan Ulang Kemewahan Sirkular: ‘Renjana Perca’ Menandai 17 Tahun Warisan dan Inovasi Berkelanjutan

Selasa, 29 September 2026 - 11:02

Strategi BP Tapera Mengejar 3 Bulan Terakhir di Tahun 2026

Selasa, 29 September 2026 - 11:02

USDJPY Berpotensi Melemah ke 156.598, Ini Analisis Dupoin Futures

Selasa, 29 September 2026 - 11:02

Harga Minyak WTI Berpotensi Melemah, Dupoin Futures Soroti Level 88.67

Selasa, 29 September 2026 - 11:02

Harga Emas Berpotensi Rebound, Dupoin Futures Soroti Level 4.111

Berita Terbaru