Koran Mandalika, Lombok Tengah – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lombok Tengah, belum menemukan adanya peningkatan kasus Deman Berdarah (DBD) sampai dengan Oktober 2026.
Kepala Dinkes Lombok Tengah, Mamang Bagiansah, mengatakan kasus DBD biasanya ditemukan pada saat memasuki musim penghujan.
Namun, lanjut Mamang, perlu dilakukan langkah-langkah pencegahan sejak awal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Tentu kita mencegah perkembang biakan nyamuk. Caranya, air tergenang jangan sampai tempat perkembangbiakan, maka ditutup, dikubur, kan begitu jargon lamanya,” kata Mamang, Jumat (16/10).
Selain mencegah perkembangbiakan, Mamang juga mengimbau untuk melakukan pencegahan terhadap gigitan nyamuk.
“Kalau vektor sudah berkembang biak lalu terbang, nah kita mencegah diri supaya tidak tergigit. Bagaimana caranya, dengan repellent, dengan kelambu,” imbaunya.
Terkait dengan metode fogging, menurutnya tidak terlalu memiliki dampak yang signifikan terhadap pencegahan.
“Fogging itu bukan pencegahan. Dan fogging itu sekarang tidak terlalu menjadi aktivitas yang impactfull yang berdampak. Ketika ada kasus lalu fogging, telat itu. Yang utama itu mencegah perkembangbiakan vektor dan mencegah kita digigit,” ujarnya.
Mamang menjelaskan, yang perlu diwaspadai justru penyakit yang muncul pada kondisi cuaca panas seperti saat ini.
Ia menyampaikan bahwa ada beberapa penyakit yang dipicu oleh kondisi panas ekstrem, seperti gangguan pernapasan.
“Debu yang begitu banyak, kemudian kelembaban udara yang rendah itu juga ada penyakit-penyakit yang dipicu dengan kondisi demikian. Misal, infeksi saluran pernapasan atas, kemudian ISPA, lalu Heatstroke namanya,” jelasnya. (dik)

