KAI Logistik Catat Kinerja 6,2 Juta Ton pada Triwulan III 2026, Tertinggi Sepanjang Tahun - Koran Mandalika

KAI Logistik Catat Kinerja 6,2 Juta Ton pada Triwulan III 2026, Tertinggi Sepanjang Tahun

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KAI Logistik, anak usaha PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang jasa logistik, mencatatkan kinerja positif pada triwulan III 2026 dengan volume angkutan barang mencapai sekitar 6,2 juta ton. Capaian ini menjadi kinerja triwulanan tertinggi sepanjang 2026, sekaligus mencerminkan peningkatan aktivitas angkutan barang yang dikelola perusahaan. Secara kumulatif, hingga September 2026, KAI Logistik telah mengelola angkutan barang mencapai 14,9 juta ton.

Dibandingkan periode yang sama pada 2025, volume angkutan barang KAI Logistik pada triwulan III 2026 meningkat dari sekitar 5,9 juta ton menjadi 6,2 juta ton, dengan pertumbuhan sekitar 4% secara tahunan (year-on-year). Kinerja ini sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berada di kisaran 5% pada triwulan-triwulan sebelumnya, sekaligus mencerminkan upaya perusahaan dalam menjaga keberlangsungan layanan angkutan barang di tengah dinamika industri.

Direktur Utama KAI Logistik, Yuskal Setiawan, menyampaikan bahwa peningkatan kinerja pada triwulan III 2026 turut didukung oleh dinamika industri batu bara yang mulai menunjukkan pemulihan dan kondisi yang lebih stabil. Kondisi tersebut mendorong pertumbuhan volume angkutan perusahaan hingga mencapai peningkatan sekitar 2,6 juta ton dibandingkan kinerja pada awal tahun, sekaligus menjadi capaian tertinggi sepanjang 2026.

“Komoditas batu bara memberikan kontribusi terbesar, yakni sekitar 69% dari total volume angkutan triwulan III atau mencapai 4,3 juta ton. Perkembangan positif ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus menjaga momentum pertumbuhan melalui penguatan keandalan operasional dan optimalisasi potensi angkutan di berbagai segmen bisnis, sekaligus memperkuat peran KAI Logistik dalam mendukung distribusi komoditas strategis nasional,” ujar Yuskal.

Selain batu bara, kinerja angkutan KAI Logistik juga ditopang oleh berbagai komoditas lainnya. Pada triwulan III 2026, angkutan bahan bakar minyak dan bahan bakar khusus (BBM/BBK) mencapai sekitar 870 ribu ton, disusul angkutan peti kemas sebesar 844 ribu ton dan angkutan semen sebanyak 130 ribu ton. Sementara itu, layanan bongkar muat crude palm oil (CPO) mencatatkan volume sekitar 34 ribu ton, sedangkan angkutan retail melalui KALOG Express mencapai sekitar 24 ribu ton. Keberagaman komoditas tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam memenuhi kebutuhan logistik lintas sektor, mulai dari energi dan manufaktur hingga distribusi barang konsumsi.

Baca Juga :  Mengapa Bubur Ayam Jakarta 46 Selalu Ramai Pengunjung?

Memasuki triwulan IV 2026, KAI Logistik optimistis dapat terus meningkatkan kinerja melalui pengembangan layanan angkutan hewan ternak dan hasil bumi, perluasan titik layanan angkutan retail, serta digitalisasi proses operasional. Berbagai inisiatif ini diharapkan dapat memperluas jangkauan layanan, meningkatkan efisiensi serta memperkuat kemampuan perusahaan dalam memenuhi kebutuhan pelanggan yang terus berkembang.

“Ke depan, kami akan terus mengoptimalkan potensi bisnis yang telah berjalan sekaligus mengembangkan layanan yang relevan dengan kebutuhan pasar. Penguatan operasional, inovasi, perluasan jaringan, dan pemanfaatan teknologi menjadi langkah penting untuk menjaga kinerja perusahaan secara berkelanjutan. Kami berharap berbagai inisiatif tersebut dapat memperkuat peran KAI Logistik dalam mendukung kelancaran rantai pasok dan memberikan kontribusi bagi perekonomian nasional,” tutup Yuskal.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

ION: Digitalisasi UMKM Harus Melampaui Konten Viral, AI Perlu Dorong Pertumbuhan Bisnis
Trump Benarkah Mendukung XRP? Ini Fakta di Balik Strategi Cadangan Kripto AS
Bittime Soroti Regulasi Stablecoin dan Perkembangan Aset Digital
Ini 5 Kesalahan After-sales Service B2B dan Cara Mengatasinya
HASHIM DORONG PENGGUNAAN TEKNOLOGI PENANGKAP KARBON DI PABRIK
IHSG Anjlok 8,01% Usai MSCI Soroti Status Pasar Indonesia, Perdagangan Berjangka Jadi Perhatian
Risiko Menggunakan Sparepart Komatsu Non-Original dan Cara Mendapatkan Part Asli Bergaransi melalui UT Connect
Perkuat Sinergi Asuransi dan Dunia Usaha, BRI Insurance Jalin Kerja Sama Strategis dengan KADIN Indonesia

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 12:02

ION: Digitalisasi UMKM Harus Melampaui Konten Viral, AI Perlu Dorong Pertumbuhan Bisnis

Jumat, 16 Oktober 2026 - 12:02

Trump Benarkah Mendukung XRP? Ini Fakta di Balik Strategi Cadangan Kripto AS

Jumat, 16 Oktober 2026 - 12:02

Bittime Soroti Regulasi Stablecoin dan Perkembangan Aset Digital

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:02

Ini 5 Kesalahan After-sales Service B2B dan Cara Mengatasinya

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:02

HASHIM DORONG PENGGUNAAN TEKNOLOGI PENANGKAP KARBON DI PABRIK

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:02

IHSG Anjlok 8,01% Usai MSCI Soroti Status Pasar Indonesia, Perdagangan Berjangka Jadi Perhatian

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:02

Risiko Menggunakan Sparepart Komatsu Non-Original dan Cara Mendapatkan Part Asli Bergaransi melalui UT Connect

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:02

Perkuat Sinergi Asuransi dan Dunia Usaha, BRI Insurance Jalin Kerja Sama Strategis dengan KADIN Indonesia

Berita Terbaru