SpaceX Catat Pendapatan US$14,58 Miliar, Lampaui Ekspektasi Wall Street - Koran Mandalika

SpaceX Catat Pendapatan US$14,58 Miliar, Lampaui Ekspektasi Wall Street

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SpaceX mencatatkan kinerja keuangan yang melampaui ekspektasi Wall Street pada kuartal III 2026. Perusahaan antariksa milik Elon Musk tersebut membukukan pendapatan sebesar US$14,58 miliar, lebih tinggi dibandingkan proyeksi analis yang berada di kisaran US$12,7 miliar. Hasil ini menunjukkan pertumbuhan bisnis SpaceX yang semakin luas, terutama melalui pengembangan kecerdasan buatan (AI) dan layanan internet satelit Starlink.

Berdasarkan laporan Yahoo Finance, SpaceX juga mencatatkan laba per saham atau earnings per share (EPS) sebesar US$0,35, melampaui estimasi pasar sebesar US$0,15. Sementara itu, adjusted EBITDA mencapai US$8,81 miliar, lebih tinggi dibandingkan perkiraan US$6,59 miliar. Kinerja tersebut memperlihatkan bahwa ekspansi bisnis perusahaan mulai menghasilkan kontribusi finansial yang signifikan.

Hasil keuangan yang melampaui perkiraan tersebut turut mendapat respons positif dari pasar. Saham SpaceX tercatat menguat setelah laporan kinerja dirilis, seiring perhatian investor terhadap prospek pertumbuhan bisnis AI dan efisiensi belanja modal perusahaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bisnis AI Menjadi Pendorong Utama Pertumbuhan

Salah satu sorotan utama dari laporan keuangan SpaceX adalah perkembangan bisnis AI yang semakin dominan. Perusahaan menyebut peningkatan pendapatan dari segmen solusi dan infrastruktur kecerdasan buatan didukung oleh kontrak layanan cloud, akuisisi perusahaan teknologi Cursor, serta pertumbuhan penggunaan model dan aplikasi AI, termasuk Grok.

Pendapatan dari bisnis solusi dan infrastruktur AI mencapai sekitar US$7 miliar pada kuartal tersebut. Angka ini memperlihatkan bahwa SpaceX tidak lagi hanya mengandalkan bisnis peluncuran roket dan konektivitas satelit, tetapi juga memperluas sumber pendapatannya ke infrastruktur komputasi yang dibutuhkan perusahaan-perusahaan pengembang AI.

Permintaan terhadap kapasitas komputasi AI menjadi salah satu faktor penting yang diperhatikan investor. Seiring meningkatnya penggunaan AI generatif dan kebutuhan pemrosesan data, perusahaan teknologi membutuhkan infrastruktur yang mampu mendukung pengembangan model serta pengoperasian layanan dalam skala besar.

Baca Juga :  Koin Mantra Anjlok 90%! Ada Apa di Balik Kejatuhan Ini?

Namun, ekspansi tersebut membutuhkan investasi yang tidak sedikit. SpaceX melaporkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar US$19,59 miliar, relatif sejalan dengan perkiraan pasar sebesar US$19,6 miliar. Dari jumlah tersebut, belanja modal untuk AI mencapai US$16,44 miliar.

Besarnya investasi ini menunjukkan bahwa SpaceX tengah mempersiapkan kapasitas infrastruktur yang lebih besar untuk mengakomodasi permintaan komputasi pada masa mendatang. Bagi investor, tantangan berikutnya adalah menilai seberapa cepat investasi tersebut dapat menghasilkan pendapatan dan keuntungan yang berkelanjutan.

Starlink Perkuat Bisnis Konektivitas Global

Selain AI, Starlink tetap menjadi bagian penting dari pertumbuhan SpaceX. Layanan internet berbasis satelit ini terus memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan jumlah pelanggan di berbagai negara.

Pada kuartal III 2026, Starlink mencatat pendapatan sekitar US$5,2 miliar. Jumlah pelanggan internet broadband konsumen global juga mencapai sekitar 13,6 juta, setelah bertambah 1,6 juta pelanggan selama kuartal tersebut.

Pertumbuhan ini memperkuat posisi Starlink sebagai salah satu sumber pendapatan utama SpaceX. Layanan internet satelit memiliki peluang untuk menjangkau wilayah yang belum terlayani secara optimal oleh jaringan internet konvensional, termasuk kawasan terpencil dan lokasi dengan keterbatasan infrastruktur telekomunikasi.

Ke depan, kemampuan Starlink memperluas pasar sekaligus mempertahankan pertumbuhan pelanggan akan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi prospek bisnis SpaceX. Investor juga akan mencermati bagaimana perusahaan menyeimbangkan kebutuhan ekspansi dengan pengelolaan biaya operasional dan investasi jangka panjang.

Wacana Merger SpaceX dan Tesla Jadi Perhatian Investor

Selain hasil keuangan, perhatian pasar juga tertuju pada kemungkinan penggabungan bisnis SpaceX dan Tesla. Dalam pembahasan hasil kuartal III, Elon Musk menyampaikan bahwa kedua perusahaan telah membentuk komite khusus yang terdiri dari direktur independen untuk membahas gagasan tersebut.

Meski demikian, Musk menegaskan bahwa merger tidak dapat dianggap sebagai sesuatu yang pasti terjadi. Pembahasan masih memerlukan proses evaluasi dan pertimbangan dari pihak-pihak terkait.

Baca Juga :  ION Siapkan Peluncuran, Bangun Fondasi Open Commerce Indonesia Lewat Workshop Perdana

Jika terealisasi, penggabungan kedua perusahaan berpotensi memunculkan peluang kolaborasi di bidang teknologi, energi, komputasi, dan infrastruktur. Namun, dampaknya terhadap pemegang saham akan bergantung pada struktur transaksi, valuasi perusahaan, serta persetujuan yang diperlukan.

Karena itu, investor perlu membedakan antara perkembangan bisnis yang sudah tercermin dalam laporan keuangan dan kemungkinan strategis yang masih berupa wacana. Kinerja keuangan, kebutuhan belanja modal, serta kemampuan perusahaan menghasilkan arus kas tetap menjadi faktor penting dalam menilai prospek jangka panjang.

Cara Investor Memantau Perkembangan Pasar Global

Kinerja SpaceX menunjukkan bagaimana perkembangan teknologi, khususnya AI dan konektivitas digital, semakin berpengaruh terhadap arah bisnis dan perhatian investor global. Meski demikian, pertumbuhan perusahaan tidak selalu menjamin kenaikan harga saham secara berkelanjutan. Investor tetap perlu mempertimbangkan valuasi, risiko bisnis, persaingan, serta kondisi pasar secara keseluruhan sebelum mengambil keputusan investasi.

Pergerakan Saham Amerika Serikat, aset kripto, dan emas digital kini bisa dipantau melalui aplikasi Nanovest. Bagi investor Indonesia yang ingin mulai berinvestasi di saham AS atau mengeksplorasi berbagai aset kripto, Nanovest menyediakan akses investasi dalam satu aplikasi dengan nominal awal mulai dari Rp5.000.

Nanovest merupakan aplikasi investasi yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta dilengkapi perlindungan terhadap risiko kejahatan siber dengan Asuransi Sinarmas sesuai ketentuan yang berlaku. Investor pemula tetap disarankan memahami karakteristik setiap aset dan risikonya sebelum berinvestasi.

Informasi lebih lanjut mengenai layanan Nanovest dapat diakses melalui situs resmi www.nanovest.io. Aplikasi Nanovest juga tersedia untuk diunduh melalui Google Play Store dan Apple App Store.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Benarkah WA Coexistence Bisa Jadi Solusi Alternatif Pasca 1 Oktober?
Strategi Integrated Auto Solutions Perkuat Pertumbuhan IPCC, Trafik Kargo Naik 19,57% hingga Kuartal III 2026
SONO Hotels & Resorts Asia Menandatangani HMA untuk SONO Moon Bali Seminyak
ICANN87 Resmi Dibuka di Bali, Indonesia Jadi Tuan Rumah Rapat Publik ICANN untuk Pertama Kalinya
Telkom AI Center Dukung AI Hackathon Aceh 2026, Dorong Inovasi Digital Berbasis AI di Kalangan Mahasiswa
BRI Region 6 Gelar Pengajian Jumat Rutin dan Syukuran Gedung Kerja Baru, Perkuat Kebersamaan dan Rasa Syukur
BRI Finance Catat Pertumbuhan Pembiayaan Alat Berat 231,99% per September 2026
BRI Finance Jaga Momentum Pertumbuhan Pembiayaan Alat Berat di Tengah Dinamika Ekonomi

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:02

Benarkah WA Coexistence Bisa Jadi Solusi Alternatif Pasca 1 Oktober?

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:02

Strategi Integrated Auto Solutions Perkuat Pertumbuhan IPCC, Trafik Kargo Naik 19,57% hingga Kuartal III 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:02

SONO Hotels & Resorts Asia Menandatangani HMA untuk SONO Moon Bali Seminyak

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:26

ICANN87 Resmi Dibuka di Bali, Indonesia Jadi Tuan Rumah Rapat Publik ICANN untuk Pertama Kalinya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:02

BRI Region 6 Gelar Pengajian Jumat Rutin dan Syukuran Gedung Kerja Baru, Perkuat Kebersamaan dan Rasa Syukur

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:02

SpaceX Catat Pendapatan US$14,58 Miliar, Lampaui Ekspektasi Wall Street

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:02

BRI Finance Catat Pertumbuhan Pembiayaan Alat Berat 231,99% per September 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:02

BRI Finance Jaga Momentum Pertumbuhan Pembiayaan Alat Berat di Tengah Dinamika Ekonomi

Berita Terbaru