DARI PANGGUNG MODEL KE LAYAR LEBAR: TASYA, REMAJA TULI BERPRESTASI YANG MENEMBUS DUNIA PERFILMAN - Koran Mandalika

DARI PANGGUNG MODEL KE LAYAR LEBAR: TASYA, REMAJA TULI BERPRESTASI YANG MENEMBUS DUNIA PERFILMAN

Minggu, 1 November 2026 - 04:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DARI PANGGUNG MODEL KE LAYAR LEBAR: TASYA, REMAJA TULI BERPRESTASI YANG MENEMBUS DUNIA PERFILMAN

30 Oktober 2026 — Tasya, remaja tuli asal Bali, membuktikan bahwa disabilitas bukan penghalang untuk berprestasi dan berkarya. Memulai modeling sejak kelas 3 sekolah dasar, ia meraih sejumlah penghargaan, antara lain TOP Model Indonesia 2022 dengan Piala Bergilir RI, TOP Model Peragawati Provinsi Bali, Miss Preteen Jakarta, dan Best Modeling Cilik.

Tasya juga pernah mengikuti fashion runway di Thailand dan tampil dalam ASEAN Fashion Festival di Lippo Mall Jakarta pada 20 September 2026. Kini, ia memperluas kiprahnya ke dunia perfilman melalui film drama inklusif Terangku Dalam Gelapku.

Baca Juga :  7 Cara Ampuh Membuat Pintu Rumah Anti-Maling

Film garapan Mimi Jegon ini mengangkat kisah persahabatan lima anak penyandang disabilitas. Melalui perjalanan dan interaksi para tokohnya, film ini menyampaikan pesan tentang persahabatan, keberagaman, penerimaan, perjuangan, serta pentingnya kesetaraan kesempatan. Cerita tersebut mengajak masyarakat melihat anak-anak disabilitas bukan dari keterbatasannya, melainkan dari potensi, harapan, dan kemampuan yang mereka miliki.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mimi Jegon, yang sebelumnya telah menghasilkan delapan film horor, kini menghadirkan pendekatan berbeda melalui drama sosial dan kemanusiaan. Ia berharap Terangku Dalam Gelapku dapat dipersiapkan untuk penayangan pada 3 Desember 2026, bertepatan dengan Hari Disabilitas Internasional. Film ini diharapkan menjadi ruang apresiasi bagi para talenta disabilitas sekaligus membuka perspektif baru tentang representasi mereka dalam perfilman.

Baca Juga :  Sambut Angkutan Nataru, Daop 1 Jakarta Matangkan Persiapan Posko Bersama Railfans dan ITL Trisakti

Keterlibatan Tasya juga menjadi momentum untuk mendorong pengembangan ekosistem perfilman Bali. Selain dikenal sebagai destinasi pariwisata dan pusat seni budaya, Bali memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai pusat produksi film nasional.
Bali memiliki cerita. Talenta memiliki kemampuan. Industri harus membuka kesempatan. ( red)

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Penerbit KBM Kini Menjadi Rumah Para Penulis Nusantara: Usung Transparansi, Layanan Egaliter, dan Fasilitas Fantastis
Mitra10 Kini Hadir di MERR Surabaya, Perluas Akses Kebutuhan Renovasi Rumah
LRT Jabodebek Hadirkan Hiburan Musik Gratis di Stasiun, Perkaya Pengalaman Perjalanan Masyarakat
Antisipasi Penyebaran Nyamuk, LRT Jabodebek Lakukan Fogging di Sejumlah Area Operasional
Hobi Baru, Pengeluaran Baru: Cara Mengatur Keuangan agar Tetap Bisa Menikmati Hidup
ASHTA DISTRICT 8 Perluas Pengalaman Seni bersama Ganara Art Space
Beda Meterai Tempel dan e-Meterai yang Masih Sering Dikira Sama
Penelitian Universitas Padjadjaran: Beralih dari Kebiasaan Merokok ke Produk Tembakau Alternatif Hasilkan Perbaikan Kesehatan Mulut

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 04:02

DARI PANGGUNG MODEL KE LAYAR LEBAR: TASYA, REMAJA TULI BERPRESTASI YANG MENEMBUS DUNIA PERFILMAN

Minggu, 1 November 2026 - 00:02

Penerbit KBM Kini Menjadi Rumah Para Penulis Nusantara: Usung Transparansi, Layanan Egaliter, dan Fasilitas Fantastis

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:02

Mitra10 Kini Hadir di MERR Surabaya, Perluas Akses Kebutuhan Renovasi Rumah

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:02

LRT Jabodebek Hadirkan Hiburan Musik Gratis di Stasiun, Perkaya Pengalaman Perjalanan Masyarakat

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:02

Antisipasi Penyebaran Nyamuk, LRT Jabodebek Lakukan Fogging di Sejumlah Area Operasional

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 19:02

ASHTA DISTRICT 8 Perluas Pengalaman Seni bersama Ganara Art Space

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 15:02

Beda Meterai Tempel dan e-Meterai yang Masih Sering Dikira Sama

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:02

Penelitian Universitas Padjadjaran: Beralih dari Kebiasaan Merokok ke Produk Tembakau Alternatif Hasilkan Perbaikan Kesehatan Mulut

Berita Terbaru