India Berhasil Keluarkan 496 Juta Penduduk dari Kemiskinan dalam 12 Tahun - Koran Mandalika

India Berhasil Keluarkan 496 Juta Penduduk dari Kemiskinan dalam 12 Tahun

Senin, 2 November 2026 - 11:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

India Berhasil Keluarkan 496 Juta Penduduk dari Kemiskinan dalam 12 Tahun

JAKARTA — India mencatat salah satu penurunan kemiskinan tercepat di dunia setelah berhasil mengangkat sekitar 496 juta penduduk keluar dari kemiskinan dalam periode 2011 hingga 2023. Berdasarkan laporan terbaru Bank Dunia (World Bank) bertajuk India Poverty and Equity Brief: October 2026, tingkat kemiskinan ekstrem di negara tersebut turun drastis dari 27,1 persen menjadi 2,6 persen dalam kurun waktu 12 tahun.

Laporan yang dirilis pada Oktober 2026 tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dalam kesejahteraan masyarakat India, baik berdasarkan indikator kemiskinan berbasis pendapatan maupun indikator multidimensi.

Selain kemiskinan ekstrem, persentase penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan negara berpendapatan menengah bawah (Lower Middle-Income Country Poverty Line) sebesar USD 4,20 per hari, atau sekitar Rp76.146, juga mengalami penurunan dari 57,7 persen pada 2011 menjadi 16,1 persen pada 2023.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Angka tersebut menggunakan standar Purchasing Power Parity (PPP) 2021 untuk memperhitungkan perbedaan daya beli antarnegara. Oleh karena itu, konversi rupiah hanya merupakan ilustrasi berdasarkan nilai tukar pasar, bukan kesetaraan daya beli.

Pertumbuhan Konsumsi dan Lapangan Kerja Jadi Faktor Utama

Bank Dunia mengidentifikasi pertumbuhan konsumsi rumah tangga, peningkatan kesempatan kerja, khususnya bagi perempuan, serta perluasan bantuan sosial, termasuk subsidi pangan, sebagai faktor utama di balik penurunan kemiskinan di India.

Dalam periode 2017 hingga 2023, jumlah penduduk yang bekerja meningkat sekitar 134 juta orang, hampir dua kali lipat dibandingkan pertumbuhan populasi usia kerja. Sebagian besar peningkatan tersebut berasal dari semakin banyaknya perempuan di wilayah pedesaan yang memasuki sektor pekerjaan berbayar.

Baca Juga :  Permintaan dari Beragam Sektor Jadi Penopang, BRI Finance Optimistis Pembiayaan Alat Berat Berlanjut

Peningkatan jumlah anggota keluarga yang memperoleh penghasilan turut memperkuat kondisi ekonomi rumah tangga dan mendukung peningkatan konsumsi masyarakat.

Selain indikator pendapatan, kemajuan juga terlihat dalam pengukuran kemiskinan multidimensi. Berdasarkan Multidimensional Poverty Index (MPI) dari Oxford Poverty and Human Development Initiative (OPHI), tingkat kemiskinan multidimensi India turun dari 53,8 persen pada periode 2005–2006 menjadi 16,4 persen pada 2019–2021. Sementara itu, pengukuran MPI Bank Dunia mencatat angka sebesar 15,5 persen pada 2022–2023.

Ketimpangan Regional dan Pengangguran Anak Muda Masih Jadi Tantangan

Meski mencatat kemajuan signifikan, Bank Dunia menyoroti sejumlah tantangan yang masih perlu ditangani India, terutama terkait ketimpangan regional, kualitas lapangan kerja, dan kesenjangan pendapatan.

Sekitar 57 persen penduduk miskin India terkonsentrasi di kawasan yang membentang dari Uttar Pradesh hingga West Bengal. Kondisi ini menjadikan penciptaan lapangan kerja produktif di wilayah-wilayah tersebut sebagai salah satu faktor penting untuk mempertahankan momentum pengurangan kemiskinan.

Bank Dunia juga mencatat peningkatan tingkat pengangguran anak muda dari 14,6 persen menjadi 15,9 persen antara kuartal pertama tahun fiskal 2026 dan kuartal pertama tahun fiskal 2027. Peningkatan tersebut terutama terjadi di kalangan perempuan muda di wilayah pedesaan.

Di samping itu, pertumbuhan jumlah pekerja belum sepenuhnya diikuti peningkatan pendapatan riil. Pendapatan riil pekerja secara umum masih relatif stagnan, sementara pertumbuhan lapangan kerja terkonsentrasi pada aktivitas ekonomi dengan produktivitas relatif rendah.

Baca Juga :  Manajemen Risiko dalam Trading: Kenapa Perlindungan Saldo Itu Penting

Kesenjangan pendapatan juga masih menjadi perhatian. Pada 2023, median pendapatan 10 persen pekerja dengan penghasilan tertinggi tercatat sekitar 13 kali lebih besar dibandingkan median pendapatan 10 persen pekerja dengan penghasilan terendah.

Bank Dunia Proyeksikan Kemiskinan Terus Menurun hingga 2028

Bank Dunia memperkirakan tingkat kemiskinan India akan terus mengalami penurunan dalam beberapa tahun mendatang, meskipun dengan laju yang lebih moderat.

Berdasarkan proyeksi menggunakan garis kemiskinan USD 4,20 per hari, tingkat kemiskinan diperkirakan turun dari 14,2 persen pada 2026 menjadi 12,1 persen pada 2028.

Namun, Bank Dunia menegaskan bahwa proyeksi tersebut masih bersifat indikatif dan didasarkan pada simulasi mikro (microsimulations). Hasilnya dapat berubah seiring tersedianya data terbaru mengenai kondisi pasar tenaga kerja dan perkembangan ekonomi makro.

Laporan tersebut juga mengingatkan bahwa estimasi kemiskinan didasarkan pada survei konsumsi rumah tangga. Dengan demikian, sebagian perubahan yang tercatat dapat mencerminkan perbaikan metode pengukuran sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat yang sesungguhnya.

Capaian ini menunjukkan perkembangan penting dalam upaya India mengurangi kemiskinan. Ke depan, keberlanjutan tren tersebut akan bergantung pada kemampuan negara dalam memperluas kesempatan kerja produktif, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta mengatasi kesenjangan ekonomi antarwilayah.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Optimistis terhadap Prospek Industri Multifinance, BRI Finance Perkuat Strategi Pertumbuhan Selektif
Punya Kemampuan Bahasa Jepang atau Mandarin? Cek 3 Peluang Kerja di Bidang Customer Experience
Mahasiswi Visual Communication Design BINUS @Bandung Tekuni Passion Kreatif Lewat Study Abroad di Korea Selatan
Salurkan Kredit untuk Pedagang Sayur 24 Jam di Pasar Lontar Kramat Jaya, Bukti Nyata Dukungan BRI terhadap UMKM
Kaya Aset Belum Tentu Kaya Kas: Pelajaran Likuiditas dari Barang Mewah
Pertamina SMEXPO Regional Bekasi 2026 Hadirkan 50 UMKM dan Luncurkan Katalog Digital PFpreneur, Perluas Akses Pasar Produk Lokal
Peringati Hari Sumpah Pemuda, Linknet Tanam Ribuan Pohon Bersama Mahasiswa USU
Harga Minyak WTI Berpotensi Terkoreksi, Resistance US$104,84 Jadi Perhatian

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 13:03

Optimistis terhadap Prospek Industri Multifinance, BRI Finance Perkuat Strategi Pertumbuhan Selektif

Senin, 2 November 2026 - 13:02

Punya Kemampuan Bahasa Jepang atau Mandarin? Cek 3 Peluang Kerja di Bidang Customer Experience

Senin, 2 November 2026 - 13:02

Mahasiswi Visual Communication Design BINUS @Bandung Tekuni Passion Kreatif Lewat Study Abroad di Korea Selatan

Senin, 2 November 2026 - 12:02

Salurkan Kredit untuk Pedagang Sayur 24 Jam di Pasar Lontar Kramat Jaya, Bukti Nyata Dukungan BRI terhadap UMKM

Senin, 2 November 2026 - 12:02

Kaya Aset Belum Tentu Kaya Kas: Pelajaran Likuiditas dari Barang Mewah

Senin, 2 November 2026 - 11:02

Peringati Hari Sumpah Pemuda, Linknet Tanam Ribuan Pohon Bersama Mahasiswa USU

Senin, 2 November 2026 - 11:02

Harga Minyak WTI Berpotensi Terkoreksi, Resistance US$104,84 Jadi Perhatian

Senin, 2 November 2026 - 11:02

India Berhasil Keluarkan 496 Juta Penduduk dari Kemiskinan dalam 12 Tahun

Berita Terbaru