39% Responden Perkotaan Indonesia Pakai AI untuk Belanja dan Rekomendasi, Peringkat Pencarian Saja Tak Lagi Cukup - Koran Mandalika

39% Responden Perkotaan Indonesia Pakai AI untuk Belanja dan Rekomendasi, Peringkat Pencarian Saja Tak Lagi Cukup

Selasa, 3 November 2026 - 18:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

39% Responden Perkotaan Indonesia Pakai AI untuk Belanja dan Rekomendasi, Peringkat Pencarian Saja Tak Lagi Cukup

Survei mencatat 39% responden perkotaan di Indonesia memakai AI untuk belanja dan rekomendasi, sementara di Amerika Serikat trafik dari AI ke situs ecommerce sudah naik 138% dalam setahun. Melalui AVO AI, Avonetiq membantu brand mengukur apakah mereka disebut dalam jawaban AI, bukan hanya melihat peringkat pencarian.

Selama bertahun-tahun, keberhasilan kehadiran digital banyak diukur dari posisi di halaman hasil pencarian. Tim marketing memantau peringkat kata kunci dan traffic, lalu menjadikannya acuan laporan. Kini sebagian konsumen mulai bertanya langsung kepada chatbot AI dan menerima satu jawaban ringkas, lengkap dengan nama brand yang direkomendasikan.

Di Indonesia, pergeseran ini masih berada di tahap awal. Survei APJII 2026 mencatat 18,2% pengguna internet sudah memakai layanan AI. Namun di kalangan perkotaan, penggunaannya sudah menyentuh kebutuhan belanja. Indonesia AI Report 2025 dari Kumparan terhadap 1.000 responden perkotaan menemukan 39% responden memakai AI untuk belanja dan rekomendasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pengalaman di Amerika Serikat memberi gambaran arahnya. Adobe Analytics mencatat trafik dari sumber AI ke situs ecommerce AS naik 138% secara tahunan pada Mei 2026. Artinya, kebiasaan yang awalnya terbatas dapat berkembang cepat setelah satu kelompok pengguna terbiasa.

Baca Juga :  Terra Drone Indonesia Kembali Dipercaya Lakukan Survey Garis Pantai Prioritas untuk Badan Informasi Geospasial (BIG)

Dari Peringkat ke Masuk dalam Jawaban

Perubahan ini menggeser ukuran yang selama ini digunakan. Peringkat pencarian menjawab di mana sebuah halaman muncul, tetapi tidak menjawab apakah brand disebut oleh AI, bagaimana brand digambarkan, dan apakah kompetitor justru yang direkomendasikan.

“Dulu kita mengukur kehadiran digital dari peringkat dan traffic. Sekarang pertanyaannya, ketika konsumen bertanya kepada AI, apakah brand kita disebut? Itu ukuran yang berbeda, dan belum banyak diukur,” ujar Alexandro Wibowo, Partner Avonetiq.

Menurut Alexandro, hal ini tidak berarti SEO menjadi tidak relevan. Peringkat tetap dibutuhkan, tetapi ada lapisan baru dalam perjalanan konsumen yang tidak bisa dibaca hanya dari peringkat.

“Di Indonesia, yang paling awal memakai AI adalah anak muda perkotaan, dan mereka pasar utama banyak brand. Lebih baik mulai mengukur sekarang, supaya ketika kebiasaan ini meluas, kita sudah punya pembanding,” tambahnya.

Baca Juga :  KAI Berikan Apresiasi kepada Stakeholder dan Mitra atas Dukungan Pengamanan Aset Negara

Mengukur Kehadiran Brand di Jawaban AI

Avonetiq menjawab kebutuhan tersebut melalui AVO AI, platform yang membantu bisnis mengukur dan meningkatkan cara brand mereka ditemukan, dipahami, dan direkomendasikan oleh berbagai platform AI, mulai dari ChatGPT, Gemini, Perplexity, hingga Claude.

Melalui AVO AI, bisnis dapat menentukan Focus, yaitu topik yang ingin diasosiasikan dengan brand, lalu menyusun Prompt Book, kumpulan pertanyaan yang mungkin diajukan konsumen. Hasilnya menunjukkan apakah brand dan kompetitornya muncul dalam jawaban AI. AVO AI juga mengukur Authority Score, yaitu kesiapan brand untuk dipercaya oleh AI, sehingga tim dapat melihat area yang perlu diperkuat.

“Mengukur saja belum cukup. Tim juga perlu tahu apa yang harus dikerjakan setelah melihat hasilnya,” jelas Alexandro.

Dengan begitu, tim marketing tidak hanya melihat peringkat, tetapi juga mengetahui apakah brand mereka menjadi bagian dari jawaban ketika konsumen bertanya kepada AI.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Lewat Baseball5, Perbasasi Jakarta dan JALIN Foundation Ajak Remaja Hidup Sehat dan Berani Hadapi Tekanan
Pemerintah Bahas Skema Pembiayaan Perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Tanggung
BP Tapera Perkuat Sinergi Penyaluran FLPP, Realisasi Tembus 197 Ribu Rumah
19 Perenang Berhasil Seberangi Selat Madura, Bawa Harapan bagi Warga Pesisir Timbulsloko
PTPP Perkuat Portofolio dan Keberlanjutan Bisnis melalui Kepercayaan Pupuk Kaltim atas Kontrak Baru Proyek EPC Dermaga 11 Senilai Rp400 Miliar
RevComm Hadirkan Fitur Automation di MiiTel, Analisis Panggilan dan Rapat Kini Berjalan Otomatis
Kantor Pusat Baru dari Lahan Kosong: Urutan Pekerjaannya
Mengenal ezSign, Penyelenggara Sertifikasi Elektronik Non-Instansi

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 19:02

Lewat Baseball5, Perbasasi Jakarta dan JALIN Foundation Ajak Remaja Hidup Sehat dan Berani Hadapi Tekanan

Selasa, 3 November 2026 - 18:02

39% Responden Perkotaan Indonesia Pakai AI untuk Belanja dan Rekomendasi, Peringkat Pencarian Saja Tak Lagi Cukup

Selasa, 3 November 2026 - 18:02

Pemerintah Bahas Skema Pembiayaan Perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Tanggung

Selasa, 3 November 2026 - 17:02

19 Perenang Berhasil Seberangi Selat Madura, Bawa Harapan bagi Warga Pesisir Timbulsloko

Selasa, 3 November 2026 - 17:02

PTPP Perkuat Portofolio dan Keberlanjutan Bisnis melalui Kepercayaan Pupuk Kaltim atas Kontrak Baru Proyek EPC Dermaga 11 Senilai Rp400 Miliar

Selasa, 3 November 2026 - 16:02

RevComm Hadirkan Fitur Automation di MiiTel, Analisis Panggilan dan Rapat Kini Berjalan Otomatis

Selasa, 3 November 2026 - 16:02

Kantor Pusat Baru dari Lahan Kosong: Urutan Pekerjaannya

Selasa, 3 November 2026 - 16:02

Mengenal ezSign, Penyelenggara Sertifikasi Elektronik Non-Instansi

Berita Terbaru