Harga Bitcoin Berpotensi Kembali Capai US$60.000: Apa Faktor Pendorongnya? - Koran Mandalika

Harga Bitcoin Berpotensi Kembali Capai US$60.000: Apa Faktor Pendorongnya?

Rabu, 10 Juli 2024 - 08:40

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi aset kripto Bitcon (BTC). Sumber: Shutterstock.

Bitcoin (BTC) telah menunjukkan volatilitas harga yang tinggi akhir-akhir ini. Penurunan tekanan jual menyebabkan BTC jatuh di bawah zona support utama di US$60.000, menyentuh level sekitar US$57.000 atau sekitar Rp927 juta. Ini berarti harga Bitcoin telah mengalami penurunan sekitar 16% dari level tertingginya di US$73.000.

Trader Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, mencatat bahwa penurunan ini dipicu oleh berbagai sentimen negatif, termasuk penjualan BTC oleh pemerintah Jerman dan Amerika Serikat, serta distribusi Bitcoin dari MTGox. Dan peristiwa positif mendatang seperti distribusi uang tunai FTX dapat meningkatkan harga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Setelah penurunan drastis mencapai harga US$53.500, minat beli dari investor mulai meningkat, memungkinkan BTC untuk kembali menguji support sebelumnya di sekitar US$56.500. Meskipun struktur jangka pendek BTC masih bearish, tren jangka menengah hingga panjangnya tetap bullish,” ujar Fyqieh. 

Namun, Fyqieh juga menekankan bahwa fluktuasi terbaru Bitcoin telah menurunkan harga di bawah moving average 50 hari dan 200 hari, yang menimbulkan keraguan terhadap kelanjutan tren naik ini. Meski demikian, harga BTC perlahan mulai pulih.

Faktor Pendorong Harga Bitcoin

Trader Tokocrypto, Fyqieh Fachrur. Sumber: Tokocrypto.

Salah satu faktor yang bisa mendorong harga Bitcoin kembali ke level US$60.000 adalah perkembangan signifikan terkait ETF Ethereum dan dampaknya terhadap BTC. Menurut laporan terbaru, enam perusahaan manajemen aset sedang bersaing untuk mendapatkan izin perdagangan ETF Ethereum dan telah menyerahkan formulir S-1 yang diperbarui, menunjukkan persetujuan SEC mungkin akan segera terjadi.

Baca Juga :  Pentingnya Teknologi Ruang Rapat Canggih

“Bitcoin saat ini berada dalam kondisi oversold, dengan dua katalis potensial yang bisa mendongkrak harga: data CPI AS dan kemungkinan persetujuan SEC terhadap ETF Ethereum pada 18 Juli mendatang. Peristiwa ini dapat memicu short-covering dan reli singkat, memberikan kelegaan sementara dari tren penurunan saat ini dan memberikan indikasi arah masa depan Bitcoin,” jelas Fyqieh.

Fyqieh juga menjelaskan skenario untuk kemungkinan pemulihan pasar. Ia mencatat bahwa indikator oversold menunjukkan potensi pembalikan jangka pendek, dengan dua dari tiga indikator pembalikan sekarang bullish. Meskipun Bitcoin menghadapi tantangan baru-baru ini, Indeks Kekuatan Relatif (RSI) berada di angka 38%, menunjukkan kondisi yang siap untuk kenaikan singkat.

“Namun, kehati-hatian diperlukan. Jika Bitcoin gagal menembus kisaran US$60.000-US$62.000, tekanan penurunan lebih lanjut bisa terjadi. Selama harga Bitcoin mampu bertahan di atas US$53.500, kita dapat mengantisipasi kembalinya BTC di atas US$58.500,” analisa Fyqieh.

Baca Juga :  Tokocrypto akan Hadirkan Pusat Kolaborasi Web3 di Coinfest Asia 2025

Peluang Kenaikan Harga

Ilustrasi pergerakan harga Bitcoin (BTC). Sumber: Tokocrypto.

“Resistensi berikutnya yang perlu dipertimbangkan adalah zona US$60.000 hingga US$61.000. Jika pergerakan bullish berlanjut, target berikutnya adalah US$63.800, yang akan menunjukkan peningkatan sekitar 12%.’

Melihat kembali siklus kenaikan harga sebelumnya, pola serupa diamati pada tahun 2016 dan 2020. Meskipun sulit untuk menentukan kapan periode penyesuaian akan berakhir, data menunjukkan bahwa hal itu tidak akan lama lagi. Tren saat ini menunjukkan bahwa kita mungkin akan menyaksikan dimulainya reli kenaikan harga baru pada Q3 tahun 2024.

Potensi kenaikan suku bunga dapat mendorong Bitcoin mendekati US$60.000, meskipun mempertahankan level ini mungkin terbukti sulit. Pasar saat ini memperkirakan dua penurunan suku bunga pada September dan Desember tahun ini menyusul data ketenagakerjaan yang mengecewakan dan tingkat pengangguran AS yang lebih tinggi dari yang diharapkan, sebesar 4,1%.

Untuk memperbesar peluang meraih keuntungan, para investor dapat memanfaatkan fitur Price Alert di aplikasi Tokocrypto. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk mengatur notifikasi ketika harga Bitcoin mencapai level yang ditentukan, sehingga mereka dapat mengambil tindakan cepat sesuai dengan strategi trading mereka. 

Berita Terkait

MiiTel Meetings Kini Terintegrasi dengan Webex
Dukung Kebutuhan Masyarakat Pasca Idulfitri, Pinang Flexi Bank Raya Tawarkan Solusi Keuangan Praktis
Peringati Hari Air Sedunia, Holding Perkebunan Nusantara Melalui PalmCo Perluas Akses Air Bersih bagi Masyarakat
Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026 di Pelabuhan Tanjung Emas Meningkat 10%
Strategi Price Action yang Digunakan Trader Profesional
Teknologi Cetak Banner di Supplier X Banner dan Pilihan Terbaik Untuk Outdoor
UMKM Go Global: Strategi Kirim Paket Ke Luar Negeri dengan Aman dan Terjangkau
Bukan Sekadar Gelar, BINUS Dorong Pendidikan Tinggi yang Siapkan Mahasiswa Siap Kerja

Berita Terkait

Selasa, 31 Maret 2026 - 20:34

Bizam Layani 167 Ribu Penumpang Selama Angkutan Lebaran

Selasa, 31 Maret 2026 - 20:19

Pemerintah Pastikan Tak Ada Kenaikan Harga BBM per 1 April 2026

Selasa, 31 Maret 2026 - 19:09

41 Jemaah Umrah NTB Diduga Terlantar, Kemenhaj Surati Pihak Penyelenggara

Selasa, 31 Maret 2026 - 17:04

Dinas ESDM NTB Sebut LPG 3 Kg Langka Imbas Meningkatnya Kebutuhan saat Lebaran

Senin, 30 Maret 2026 - 17:22

Seribu KDKMP di NTB Miliki Legalitas Usaha, Penguatan Aktivitas Usaha jadi Fokus Pembinaan

Sabtu, 28 Maret 2026 - 05:53

Rakornas HIMBARSI 2026 Dipastikan Berlangsung di Lombok

Kamis, 26 Maret 2026 - 09:15

Tarif Angkutan Antar Kota Masih Sama untuk Arus Balik Mudik

Rabu, 25 Maret 2026 - 18:18

Jaga Kelancaran Arus Balik Mudik, Dishub NTB Siapkan Tambahan Armada Kapal

Berita Terbaru

Teknologi

MiiTel Meetings Kini Terintegrasi dengan Webex

Rabu, 1 Apr 2026 - 15:00