Apa Saja Risiko Kesehatan Rimming? Yuk, Waspada! - Koran Mandalika

Apa Saja Risiko Kesehatan Rimming? Yuk, Waspada!

Rabu, 16 Oktober 2024 - 16:55

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bagi sebagian pasangan, bereksperimen dengan berbagai posisi seks dapat memberikan kepuasan tersendiri. Rimming adalah salah jenis aktivitas seks oral pada daerah anus.

Konon, gaya baru bisa meningkatkan gairah saat berhubungan seks. Karena alasan ini, banyak pasangan mencoba berbagai gaya, seperti oral atau pun anal.

Namun, sebenarnya apa itu rimming dan bagaimana pengaruhnya terhadap kesehatan? Simak penjelasan selengkapnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Apa itu rimming?

Rimming atau anilingus adalah aktivitas seksual di mana seseorang memberikan rangsangan kepada pasangannya di daerah anus dengan menggunakan lidah. Jenis aktivitas seksual ini melibatkan seks oral, yang bagi sebagian orang dianggap memberikan sensasi yang cukup baru selama hubungan seksual.

Meskipun dapat meningkatkan gairah seks, namun banyak orang bertanya-tanya apakah aktivitas ini berbahaya atau tidak? Meskipun studi tidak menemukan kasus penularan HIV melalui aktivitas ini, tapi ada banyak penyakit lainnya yang mudah tertular termasuk herpes, parasit usus, dan hepatitis A.

Baca Juga :  Takut Kehabisan Baterai? Smart Door Lock Ini Punya Fitur Low Battery Reminder!

Risiko kesehatan yang mengintai di balik rimming

Setelah mengenali apa itu rimming, pertanyaan selanjutnya yang terlintas adalah apa saja risiko kesehatannya? Berikut yang perlu diketahui:

1. Hepatitis A dan Hepatitis E

Dalam aktivitas rimming, berbagai mikroorganisme berbahaya di dalam anus bisa langsung masuk ke rongga mulut bahkan tanpa melewati tangan terlebih dahulu sehingga meningkatkan risiko hepatitis A dan E.

2. Infeksi bakteri

Risiko kesehatan dari rimming yang dapat ditimbulkanadalah berkembangnya infeksi bakteri seperti E. Coli, Salmonella, Shigella dan bakteri lain yang berbahaya bagi kesehatan. Jika memiliki infeksi bakteri, beberapa gejala yang mungkin dirasakan seperti diare, sakit perut, dan demam.

3. Infeksi parasit

Bukan hanya bakteri, tetapi parasit yang masuk melalui mulut juga dapat menginfeksi tubuh. Meskipun dapat diobati dengan bantuan antibiotik yang dapat diperoleh dari dokter, infeksi parasit dapat menyebabkan gejala yang tidak menyenangkan.

Baca Juga :  Faculty of Humanities BINUS University Siapkan Talenta Global di Era AI, Menjawab Kekhawatiran Orang Tua akan Masa Depan Karier Anak

4. Penyakit menular seksual

Bahaya lain yang bisa timbul dari aktivitas seksual adalah risiko tertular penyakit menular seksual seperti herpes dan kutil kelamin. Penyakit ini dapat menyebabkan gejala yang tidak menyenangkan seperti nyeri, gatal, bahkan pendarahan alat kelamin.

Rimming memang dapat mendatangkan banyak penyakit bagi tubuh. Namun, jika merasa penasaran dan ingin mencobanya, rimming dapat dilakukan dengan beberapa syarat, seperti memastikan pasangan dalam keadaan sehat dan tidak mengalami diare atau baru saja sembuh dari diare, cuci tangan, alat kelamin, hingga daerah anus dengan air untuk memastikan area tersebut benar-benar bersih, gunakan pelindung seperti dental dam di atas anus untuk menghindari kontak oral dan anal secara langsung.

Itulah beberapa fakta tentang rimming yang perlu diketahui. Temukan informasi kesehatan lainnya di www.yoona.id/blog.

Berita Terkait

PTPN Group Dukung Kesejahteraan dan Pendidikan Anak Panti Asuhan di Semarang
KA Srilelawangsa Tertemper Kendaraan di Perlintasan Resmi Terjaga Binjai, Perjalanan Kereta Tetap Aman
KAI Bandara Catat Pertumbuhan Penumpang hingga Agustus 2026, KA Srilelawangsa Tumbuh Positif
Wawancara dengan PAS FM, RevComm Indonesia Ungkap Cara AI Ubah Percakapan Jadi Insight Bisnis
Menteri PKP Pimpin Rapat Percepatan Realisasi FLPP 2026, BP Tapera Siapkan Akad Massal 71.000 Unit
Bitcoin Tembus US$87.000, Seberapa Tinggi BTC Bisa Melaju?
Alita Gandeng Fujitsu Bawa Teknologi Analitik Gerak Berbasis AI ke Indonesia
Chat dari Iklan WhatsApp Bisa Gratis 72 Jam, Ini Cara Maksimalkannya

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 11:02

PTPN Group Dukung Kesejahteraan dan Pendidikan Anak Panti Asuhan di Semarang

Selasa, 22 September 2026 - 11:02

KA Srilelawangsa Tertemper Kendaraan di Perlintasan Resmi Terjaga Binjai, Perjalanan Kereta Tetap Aman

Selasa, 22 September 2026 - 11:02

KAI Bandara Catat Pertumbuhan Penumpang hingga Agustus 2026, KA Srilelawangsa Tumbuh Positif

Selasa, 22 September 2026 - 11:02

Wawancara dengan PAS FM, RevComm Indonesia Ungkap Cara AI Ubah Percakapan Jadi Insight Bisnis

Selasa, 22 September 2026 - 11:02

Menteri PKP Pimpin Rapat Percepatan Realisasi FLPP 2026, BP Tapera Siapkan Akad Massal 71.000 Unit

Selasa, 22 September 2026 - 10:02

Alita Gandeng Fujitsu Bawa Teknologi Analitik Gerak Berbasis AI ke Indonesia

Selasa, 22 September 2026 - 09:02

Chat dari Iklan WhatsApp Bisa Gratis 72 Jam, Ini Cara Maksimalkannya

Selasa, 22 September 2026 - 09:02

Tampil di Tech in Asia Conference 2026 Singapura, Sanct Besutan Founder Indonesia Temui 78 Pengunjung dan Buka Pembicaraan Kolaborasi dengan Komunitas Kesehatan Mental

Berita Terbaru