AI Connect dan Estha AI Perkuat Ekosistem Pembelajaran AI dari Adopsi hingga Pengembangan Produk - Koran Mandalika

AI Connect dan Estha AI Perkuat Ekosistem Pembelajaran AI dari Adopsi hingga Pengembangan Produk

Senin, 22 Juni 2026 - 19:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AI Connect dan Estha AI Perkuat Ekosistem Pembelajaran AI dari Adopsi hingga Pengembangan Produk

Melalui Digital Talks & AI Challenge, Telkom AI Connect dan Estha AI membekali peserta dengan keterampilan AI mulai dari no-code AI hingga pengembangan produk yang siap digunakan.

Dalam upaya mendorong pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) yang semakin inklusif dan berdampak nyata, Telkom AI Connect Bandung bersama Estha AI menghadirkan rangkaian kegiatan Digital Talks & AI Challenge yang dirancang untuk mendukung peserta pada berbagai tahapan perjalanan inovasi AI. Mulai dari pengenalan teknologi yang mudah diakses melalui pendekatan no-code hingga pengembangan ide menjadi produk yang siap digunakan, rangkaian ini menjadi wadah pembelajaran sekaligus penguatan kapasitas talenta digital di Indonesia.

Rangkaian pertama dilaksanakan melalui sesi Digital Talks: AI Adoption Challenges for Non-Technical Users pada 22 Mei 2026. Kegiatan ini berfokus pada bagaimana AI dapat diadopsi oleh masyarakat yang tidak memiliki latar belakang teknis maupun kemampuan pemrograman. Melalui pendekatan no-code, peserta diperkenalkan pada konsep dasar AI serta berbagai penerapannya dalam bidang bisnis, pendidikan, dan produktivitas. Selain pemaparan materi, peserta juga mengikuti demonstrasi dan sesi praktik yang menunjukkan bagaimana sebuah ide dapat diwujudkan menjadi AI Experience sederhana tanpa perlu menulis kode.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada sesi tersebut, Shanez selaku Strategic Marketing Manager Estha AI membagikan wawasan mengenai pentingnya pendekatan no-code dalam memperluas akses terhadap teknologi AI. Menurutnya, tantangan terbesar adopsi AI saat ini bukan terletak pada teknologinya, melainkan pada bagaimana teknologi tersebut dapat diakses dan digunakan oleh lebih banyak orang.

Baca Juga :  Achsanul Qosasi Ungkap Empat Alasan Strategis Madura Layak Jadi KEK Tembakau

“Tantangan terbesar adopsi AI bukan pada teknologinya, melainkan bagaimana membuat teknologi tersebut mudah diakses dan digunakan oleh semua orang,” ujar Shanez.

Ia juga menekankan bahwa pendekatan no-code mampu membuka peluang bagi siapa saja untuk mulai bereksperimen dan berinovasi menggunakan AI tanpa harus memiliki kemampuan pemrograman yang mendalam.

Melanjutkan pembelajaran tersebut, rangkaian kedua diselenggarakan pada 30 Mei 2026 melalui sesi AI for Builders: Turning Ideas into Real Products. Jika pada sesi pertama peserta diperkenalkan pada cara memulai pemanfaatan AI, maka sesi kedua berfokus pada bagaimana mengembangkan ide, prototipe, atau solusi awal menjadi produk yang relevan dengan kebutuhan pasar dan mampu memberikan dampak nyata.

Dalam sesi ini, Lusia Elsa Dika Damayanty selaku Business and Community Lead Telkom AI Connect membahas pentingnya membangun pola pikir builder dalam proses pengembangan produk berbasis AI. Materi yang disampaikan mencakup validasi ide, pemahaman kebutuhan pengguna, pengembangan prototipe menjadi produk yang siap digunakan, hingga strategi monetisasi yang berkelanjutan. Peserta juga diajak memahami bahwa keberhasilan solusi AI tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi juga oleh kemampuannya dalam menyelesaikan permasalahan nyata dan memberikan nilai tambah bagi pengguna.

Dalam paparannya, Elsa menyoroti pentingnya kesiapan individu untuk terus belajar dan beradaptasi di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat.

Baca Juga :  BRIliaN Region 6 Jakarta 1 Tampil Memukau dalam Defile Pembukaan Sportacular 2025

“AI hanya menggantikan kalian jika kalian tidak mau beradaptasi dengan teknologi. Mereka yang terus belajar, memahami perubahan, dan memanfaatkan AI sebagai alat bantu justru akan memiliki lebih banyak peluang untuk berkembang,” ungkap Elsa.

Melalui sesi ini, Telkom AI Connect tidak hanya mendorong peserta untuk memahami teknologi AI, tetapi juga membantu mereka membangun pola pikir inovatif yang diperlukan untuk menciptakan solusi yang berkelanjutan. Pendekatan tersebut sejalan dengan visi Telkom dalam memperkuat ekosistem digital Indonesia melalui pengembangan talenta, pemberdayaan komunitas, serta penciptaan inovasi yang mampu memberikan nilai ekonomi dan sosial bagi masyarakat. 

Sesi kedua juga menjadi momentum pengumuman pemenang AI Challenge yang telah diikuti peserta sebagai bagian dari rangkaian program pengembangan talenta AI. Kehadiran challenge tersebut memberikan kesempatan bagi peserta untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh sekaligus mengembangkan solusi AI yang berpotensi memberikan manfaat bagi masyarakat.

Melalui kolaborasi ini, Telkom AI Connect terus memperkuat komitmen dalam membangun ekosistem pembelajaran AI yang aplikatif, relevan, dan berorientasi pada penciptaan dampak. Rangkaian kegiatan ini menunjukkan bahwa perjalanan inovasi AI tidak berhenti pada tahap memahami teknologi, tetapi juga mencakup kemampuan untuk mengembangkan solusi yang bernilai, berkelanjutan, dan siap menjawab kebutuhan masyarakat di era transformasi digital.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Komitmen Pelestarian Lingkungan melalui Penanaman 1.000 Pohon di Gunung Mas
Gambar Tanda Tangan di Internet dan Risiko Penyalahgunaannya
DJKA dan LRT Jabodebek Periksa Kesiapan Fasilitas Sarana & Prasarana Jelang Angkutan Nataru 2026/2027
Selamat Hari Raya Deepavali dari Sanct Social: Episode 9 Pertemukan Dua Ibu yang Belum Pernah Bertemu dalam Satu Percakapan, Sekaligus Panduan Fitur Baru Versi 1.2
Tips agar Pembalut Tidak Bergeser Saat Tidur Semalaman
Transaksi Derivatif Aset Keuangan Digital di Indonesia Tumbuh, Bittime Soroti Perkembangan Pasar
Bukan Hanya Merek, Ini Faktor yang Memengaruhi Nilai Gadai Jam Tangan Mewah
Jakarta, Indonesia Bioluminesensi Nusantara: Fuguku Luncurkan “Nudi Series” yang Skulptural dan Bawa Streetwear Bertekstur Uniseks ke USS 2026

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 12:02

Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Komitmen Pelestarian Lingkungan melalui Penanaman 1.000 Pohon di Gunung Mas

Sabtu, 7 November 2026 - 12:02

Gambar Tanda Tangan di Internet dan Risiko Penyalahgunaannya

Sabtu, 7 November 2026 - 10:02

DJKA dan LRT Jabodebek Periksa Kesiapan Fasilitas Sarana & Prasarana Jelang Angkutan Nataru 2026/2027

Sabtu, 7 November 2026 - 09:02

Selamat Hari Raya Deepavali dari Sanct Social: Episode 9 Pertemukan Dua Ibu yang Belum Pernah Bertemu dalam Satu Percakapan, Sekaligus Panduan Fitur Baru Versi 1.2

Sabtu, 7 November 2026 - 08:02

Transaksi Derivatif Aset Keuangan Digital di Indonesia Tumbuh, Bittime Soroti Perkembangan Pasar

Sabtu, 7 November 2026 - 06:02

Bukan Hanya Merek, Ini Faktor yang Memengaruhi Nilai Gadai Jam Tangan Mewah

Sabtu, 7 November 2026 - 00:02

Jakarta, Indonesia Bioluminesensi Nusantara: Fuguku Luncurkan “Nudi Series” yang Skulptural dan Bawa Streetwear Bertekstur Uniseks ke USS 2026

Sabtu, 7 November 2026 - 00:02

BRI Perkuat Kebersamaan dan Kepedulian Sosial melalui Jalan Sehat dan Berbagi Sembako

Berita Terbaru