Bitcoin Rebound dari Tekanan Akhir Juli, US$66.500 Jadi Ujian Berikutnya - Koran Mandalika

Bitcoin Rebound dari Tekanan Akhir Juli, US$66.500 Jadi Ujian Berikutnya

Minggu, 9 Agustus 2026 - 10:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 9 Agustus 2026 — Pasar kripto mulai menunjukkan tanda pemulihan pada pekan pertama Agustus 2026. Harga Bitcoin (BTC) kembali bergerak di kisaran US$64.400–US$64.500 pada 6 Agustus, naik sekitar 1,1–1,5% dalam tujuh hari setelah sebelumnya sempat turun menembus level US$64.000.

Berdasarkan Market Outlook W1 Agustus 2026 FLOQ, Bitcoin bergerak dalam rentang US$62.241 hingga US$65.305 sepanjang sepekan terakhir. Pemulihan harga terjadi bersamaan dengan meredanya sejumlah tekanan global, mulai dari menurunnya ekspektasi kenaikan suku bunga Amerika Serikat hingga koreksi tajam harga minyak dunia.

CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai kembalinya Bitcoin ke atas US$64.000 merupakan perkembangan positif, meskipun pasar masih berada dalam fase yang sensitif terhadap perubahan sentimen global.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Rebound Bitcoin ke atas US$64.000 menunjukkan bahwa tekanan yang terjadi pada akhir Juli mulai mereda. Namun, kondisi pasar belum sepenuhnya stabil karena arah suku bunga The Fed, perkembangan geopolitik, dan data ekonomi Amerika Serikat masih dapat memicu volatilitas dalam waktu dekat,” ujar Yudho.

Ekspektasi Suku Bunga The Fed Mulai Mereda

Salah satu faktor yang memberikan ruang bagi pemulihan Bitcoin adalah menurunnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada September.

Probabilitas kenaikan suku bunga yang sempat mencapai 72,3% pada 29 Juli turun ke kisaran 57–62% pada awal Agustus. Perubahan tersebut memberikan tekanan yang lebih ringan terhadap aset berisiko, termasuk pasar kripto.

Namun, arah kebijakan The Fed masih dapat berubah seiring rilis sejumlah data ekonomi penting, terutama data tenaga kerja dan inflasi Amerika Serikat.

“Penurunan ekspektasi kenaikan suku bunga memberikan ruang bagi pasar untuk bernapas. Tetapi investor perlu melihat apakah tren tersebut dapat bertahan setelah rilis data tenaga kerja dan inflasi. Data yang lebih kuat dari perkiraan dapat kembali mengubah ekspektasi pasar terhadap kebijakan The Fed,” jelas Yudho. 

Baca Juga :  LRT Jabodebek Layani 199.303 Pengguna Pacsa Libur Panjang Waisak

Harga Minyak Turun Hampir 9%, Tekanan Geopolitik Mulai Mereda

Sentimen positif lainnya datang dari perkembangan konflik di Timur Tengah. Pembicaraan Iran-Oman mengenai Selat Hormuz disebut telah memasuki tahap akhir, meskipun hingga 6 Agustus belum terdapat kesepakatan resmi.

Perkembangan tersebut turut mendorong koreksi harga minyak dunia. Harga Brent turun sekitar 8,9% dari US$86,97 menjadi US$79,26 per barel. Sementara WTI turun sekitar 8,4% menjadi kisaran US$75,16 per barel.

Menurut Yudho, penurunan harga energi dapat menjadi faktor positif bagi aset berisiko karena membantu meredakan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi global.

“Jika harga minyak terus stabil dan proses de-eskalasi berlanjut, tekanan inflasi dapat berkurang dan memberikan sentimen yang lebih kondusif bagi aset berisiko. Namun, pasar tetap perlu berhati-hati karena perkembangan geopolitik dapat berubah dengan cepat,” katanya.

Arus Dana ETF Bitcoin Kembali Positif

Dari sisi institusional, arus dana ETF Bitcoin juga menunjukkan perbaikan. Setelah mencatat outflow sekitar US$265,4 juta pada 31 Juli, ETF Bitcoin berbalik mencatat inflow sekitar US$170,1 juta pada 3 Agustus. IBIT menjadi salah satu kontributor utama dengan inflow sekitar US$111,4 juta.

ETF Ethereum juga mengalami perubahan serupa, dari outflow sekitar US$6,4 juta pada akhir Juli menjadi inflow sekitar US$53,1 juta pada 4 Agustus. Meski demikian, FLOQ menilai data dalam satu hingga dua hari masih terlalu singkat untuk dianggap sebagai tren yang stabil.

“Masuknya kembali dana ke ETF menunjukkan minat institusional terhadap aset kripto masih ada. Namun, yang lebih penting adalah melihat konsistensi arus dana tersebut dalam beberapa pekan ke depan, terutama ketika pasar menghadapi data ekonomi baru,” ujar Yudho.

Baca Juga :  Pentingnya Power Transformer untuk Infrastruktur Listrik di Indonesia

Bitcoin Hadapi Ujian di US$65.300–US$66.500

Untuk pergerakan selanjutnya, data FLOQ mencatat US$62.241 sebagai level support penting Bitcoin. Sementara area US$65.305 hingga US$66.500 menjadi zona resistance yang perlu dilewati untuk memperkuat momentum pemulihan.

Pasar juga akan mencermati sejumlah agenda ekonomi penting Amerika Serikat, termasuk laporan tenaga kerja, CPI Juli pada 12 Agustus, serta PPI pada 13 Agustus. Data tersebut berpotensi mempengaruhi kembali ekspektasi terhadap arah suku bunga The Fed.

“Selama Bitcoin mampu menjaga pergerakan di atas US$64.000, peluang untuk menguji kembali area US$65.300 hingga US$66.500 masih terbuka. Namun, konfirmasi pemulihan tetap membutuhkan dukungan dari kondisi makro yang lebih stabil dan arus dana institusional yang konsisten,” tutup Yudho.

 

Disclaimer: Informasi dalam siaran pers ini disusun berdasarkan data publik yang tersedia hingga 6 Agustus 2026. Investasi aset kripto memiliki risiko tinggi, termasuk potensi kerugian akibat volatilitas harga pasar. Seluruh informasi yang disampaikan dalam siaran pers ini bersifat umum dan hanya ditujukan untuk keperluan informasi. Informasi ini bukan merupakan ajakan, penawaran, saran, maupun rekomendasi untuk membeli, menjual, atau melakukan investasi pada aset kripto tertentu. 

FLOQ mengimbau masyarakat untuk selalu melakukan riset secara mandiri (Do Your Own Research/DYOR) dan mempertimbangkan setiap keputusan investasi secara matang sesuai dengan profil risiko, tujuan investasi, serta kemampuan finansial masing-masing. Masyarakat juga diharapkan tidak menggunakan dana yang berada di luar batas kemampuan dalam melakukan transaksi aset kripto.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Gratis Transfer antarbank di neobank hingga 200 Kali per Bulan
Dulu Cukup Ganti Air, Kini Air Penggantinya Harus Steril: FisTx Hadirkan Baskara UV dan Cakra Elektrolisis
Bagaimana Sistem Keamanan Dana dan Data Bekerja pada Aplikasi Trading Online?
1 Juta Pergerakan Penumpang, KAI Bandara Perkuat Konektivitas Sekaligus Tebar Kepedulian di Lubuk Pakam
Pertamina SMEXPO Yogyakarta Bukukan Capaian Rp3,8 Miliar, Buka Peluang Pasar Lebih Luas bagi UMKM
PLN NPC dan TSG Teken Kontrak Kolaborasi Proyek Gas Insulated Switchgear
Pelindo Multi Terminal Perkuat Layanan Nonpetikemas Pelabuhan Belawan
Buktikan Daya Saing Global, Siswa BINUS SCHOOL Torehkan Nilai IB dan Cambridge di Atas Rata-Rata Dunia

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:02

Gratis Transfer antarbank di neobank hingga 200 Kali per Bulan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:02

Dulu Cukup Ganti Air, Kini Air Penggantinya Harus Steril: FisTx Hadirkan Baskara UV dan Cakra Elektrolisis

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:02

Bagaimana Sistem Keamanan Dana dan Data Bekerja pada Aplikasi Trading Online?

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:02

1 Juta Pergerakan Penumpang, KAI Bandara Perkuat Konektivitas Sekaligus Tebar Kepedulian di Lubuk Pakam

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:02

Pertamina SMEXPO Yogyakarta Bukukan Capaian Rp3,8 Miliar, Buka Peluang Pasar Lebih Luas bagi UMKM

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:02

Pelindo Multi Terminal Perkuat Layanan Nonpetikemas Pelabuhan Belawan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:02

Buktikan Daya Saing Global, Siswa BINUS SCHOOL Torehkan Nilai IB dan Cambridge di Atas Rata-Rata Dunia

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:02

KAI Bandara Salurkan Bantuan Pendidikan untuk Anak-anak Panti Asuhan Al Washliyah Lubuk Pakam

Berita Terbaru

Daerah

Tuan Guru Bagu Tutup Usia, Nasihatnya Jadi Pegangan

Kamis, 15 Okt 2026 - 19:01