Alasan Kenapa Kamu Harus Beralih ke Sabun Mandi non SLS - Koran Mandalika

Alasan Kenapa Kamu Harus Beralih ke Sabun Mandi non SLS

Selasa, 17 Juni 2025 - 19:50

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sabun mandi non SLS bantu jaga kelembapan kulit, lebih ramah lingkungan, dan minim risiko iritasi. Pilihan lembut untuk perawatan harian.

Selama bertahun-tahun, kebiasaan mandi dipenuhi dengan busa melimpah yang memberi kesan “bersih total”. Namun, seiring berkembangnya kesadaran konsumen, semakin banyak yang mulai bertanya: apakah bersih harus selalu terasa kering dan tertarik?

Di sinilah sabun mandi non SLS hadir sebagai alternatif. Tapi lebih dari sekadar tren, pilihan ini menjadi bagian dari pergeseran menuju perawatan kulit yang lebih lembut, sadar bahan, dan minim risiko iritasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Apa Itu Sabun Mandi Non SLS?

Sabun mandi non SLS adalah sabun yang tidak mengandung Sodium Lauryl Sulfate (SLS), bahan sintetis yang umum digunakan dalam sabun, sampo, dan pasta gigi untuk menghasilkan busa. Walaupun efektif sebagai pembersih, SLS dikenal bersifat keras terhadap kulit, terutama jika digunakan rutin.

Dalam studi tahun 2015 yang diterbitkan di International Journal of Toxicology, SLS terbukti dapat merusak lapisan pelindung kulit (stratum corneum) setelah penggunaan berulang, memicu kekeringan dan iritasi.

Mengapa Kulit Butuh Perlakuan Lebih Lembut?

Kulit bukan hanya lapisan luar tubuh, tapi juga bagian dari sistem kekebalan. Ia bekerja sebagai penghalang terhadap bakteri, polusi, dan iritan. Lapisan pelindung kulit terdiri dari lipid alami yang menjaga kelembapan dan elastisitas.

Saat kita menggunakan sabun keras, lipid ini ikut terkikis. Akibatnya, kulit bisa kehilangan kelembapannya, terasa perih, mudah gatal, dan lebih rentan terhadap masalah seperti eksim atau dermatitis.

Baca Juga :  NextHub Global Summit 2024: Kolaborasi Kemenkominfo dan Nexticorn Foundation Dorong Ekosistem Startup Nasional

Dengan memilih sabun mandi non SLS, kita membantu kulit mempertahankan perlindungan alaminya.

Sabun Non SLS dalam Tren Perawatan Kulit Alami

Kecenderungan global dalam industri perawatan tubuh menunjukkan bahwa konsumen makin sadar bahan. Menurut laporan dari Grand View Research (2022), pasar produk perawatan pribadi alami diproyeksikan tumbuh sebesar 8,6% per tahun hingga 2030.

Peningkatan ini didorong oleh permintaan terhadap produk bebas paraben, sulfat, dan pewarna sintetis. Sabun mandi non SLS menjadi bagian dari kategori ini, dengan formula yang umumnya menggunakan bahan-bahan alami dan biodegradable, seperti:

1. Minyak zaitun (melembapkan dan kaya antioksidan)

2. Minyak kelapa (mengandung asam laurat yang memiliki sifat antimikroba alami)

3. Castile soap base (sabun alami dari minyak nabati tanpa surfaktan sintetis)

Manfaat Sabun Mandi Non SLS untuk Kesehatan Kulit

Rutin menggunakan sabun mandi non sls akan memberikan manfaat berikut:

1. Mengurangi Resiko Kulit Kering dan Iritasi

Tanpa surfaktan keras, sabun non SLS tidak mengganggu keseimbangan lipid alami kulit. Ini membantu mempertahankan kelembapan dan mencegah rasa kaku atau tertarik setelah mandi.

2. Cocok untuk Semua Jenis Kulit

Formulanya yang ringan cocok untuk kulit sensitif, termasuk bayi, lansia, atau mereka yang punya riwayat alergi kulit. Tak heran, banyak sabun non SLS yang juga bebas pewangi dan pewarna buatan.

3. Menjaga Keseimbangan Mikrobioma Kulit

Penelitian dari Frontiers in Microbiology (2020) menunjukkan bahwa microbiome kulit, kumpulan bakteri baik di permukaan kulit, berperan penting dalam menjaga kesehatan kulit. Sabun dengan bahan kimia keras bisa mengganggu mikrobioma ini. Sabun alami tanpa SLS lebih cenderung mendukung keberagaman mikroba sehat.

Baca Juga :  Wow! Anak-Anak Ini Bisa Bikin Website dan Presentasi Pakai Bahasa Inggris!

4. Lebih Ramah Lingkungan

SLS sulit terurai dan dapat mencemari air ketika dibuang melalui saluran pembuangan. Sebaliknya, sabun non SLS biasanya dibuat dari bahan tumbuhan dan lebih mudah terurai, sehingga mengurangi dampak lingkungan.

Banyak Busa Tidak Sama dengan Bersih

Perlu disadari, busa bukan penentu utama kebersihan. Banyak orang masih merasa ragu beralih karena sabun non SLS cenderung menghasilkan busa yang lebih sedikit. Padahal, sabun tetap bekerja membersihkan kotoran dan minyak, hanya dengan cara yang lebih lembut.

Faktanya, dalam uji laboratorium terhadap pembersih kulit, efektivitas tidak hanya diukur dari busa, tapi dari kemampuan mengikat dan mengangkat partikel kotoran tanpa merusak kulit.

Tips Memilih Sabun Mandi Non SLS

Kalau kamu tertarik mencoba, berikut beberapa hal yang bisa kamu perhatikan saat memilih produk:

1. Baca label bahan aktif: hindari SLS, SLES, atau surfaktan sintetis lainnya

2. Pilih sabun berbahan dasar minyak nabati seperti kelapa, zaitun, atau castor

3. Perhatikan tambahan bahan alami seperti aloe vera, madu, atau essential oils

4. Pertimbangkan produsen lokal yang mendukung etika produksi dan ramah lingkungan

Sebagai referensi, kamu bisa melihat pilihan sabun alami dari Flos Aurum, brand yang menghadirkan produk berbasis tumbuhan tanpa SLS, serta mendukung pendekatan perawatan kulit yang lebih berkelanjutan.

Berita Terkait

Blossom Symphony: Perayaan Imlek Penuh Harmoni di Hublife
PTPN I Catat Produksi 32 Juta Liter Bioetanol, Perkuat Peran Holding Perkebunanan Nusantara dalam Transisi Energi
Reska Catering Suguhkan Layanan Profesional di Rapim UO Kemhan 2026
FLOQ Circle: Sisterhood Hadirkan Ruang Aman bagi Perempuan untuk Mengenal Aset Kripto
Danantara Indonesia Serentak Resmikan 6 Proyek Hilirisasi Fase-I dengan Total Nilai Investasi Hingga US$ 7 Miliar
Cara Trader Pemula Mengelola Risiko dengan Trading Plan
Luminous Spring di PIK Avenue Hadirkan Path of Light
Analisis Teknikal Dasar untuk Membaca Arah Pergerakan Harga

Berita Terkait

Kamis, 12 Februari 2026 - 02:22

MyRepublic Indonesia Resmi Buka Pra-Registrasi Internet FWA: MyRepublic Air

Kamis, 12 Februari 2026 - 00:49

Bersiap Menghadapi Masa Angleb, KAI Services Terus Meningkatkan Kualitas Pelayanan Kebersihan

Rabu, 11 Februari 2026 - 21:49

Dukung Infrastruktur Pendidikan Tinggi, PTPP Rampungkan Gedung FISIP UPN Veteran Jawa Timur

Selasa, 10 Februari 2026 - 17:37

SUCOFINDO Perkuat Tata Kelola Transportasi Publik melalui Sertifikasi ISO 37001 dan ISO/IEC 27001 untuk LRT Jakarta

Selasa, 10 Februari 2026 - 09:06

KAI Daop 2 Bandung Pastikan Keselamatan Perjalanan dan Pelayanan Penumpang Terjamin dengan Baik

Selasa, 10 Februari 2026 - 08:38

Konektivitas Meningkat, Penumpang KAI Bandara Yogyakarta Tembus 239 Ribu di Januari 2026

Senin, 9 Februari 2026 - 21:27

Hubungan Krisis Ekonomi, Inflasi, dan Volatilitas Pasar

Senin, 9 Februari 2026 - 17:13

Media X Space Menempati Ruang Publik Untuk Desain dan Seni Asia

Berita Terbaru