ANAK PETANI JUGA BISA BISNIS PROPERTI : Perjalanan Jatuh Bangun Developer Ali Sarbani - Koran Mandalika

ANAK PETANI JUGA BISA BISNIS PROPERTI : Perjalanan Jatuh Bangun Developer Ali Sarbani

Kamis, 17 April 2025 - 11:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

“Bukan uang yang utama, tapi bagaimana kita bisa memberi manfaat.”
Kutipan ini bukan hanya semboyan bagi Ali Sarbani, melainkan prinsip hidup yang ia pegang erat. Lahir di Kudus dari keluarga petani, Ali membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk membangun mimpi besar. Dari kampung dan sawah, ia menapaki jalan menuju dunia properti hingga kini dikenal sebagai salah satu pengembang berpengaruh dengan ratusan unit proyek.

Secarik Mimpi di Sketsel

Ali tumbuh dalam kesederhanaan. Tidak ada latar belakang bisnis, teknik, apalagi desain. Namun ada satu hal yang selalu ia ingat: gambar rumah dan mobil yang terpajang di sketsel atau partisi yang membagi ruang tamu dengan ruang keluarganya. “Itu gambar bapak saya yang jadi impian untuk anak-anaknya. Dan tanpa sadar, itu jadi impian saya juga,” kenangnya dalam dokumenter Sekali Seumur Hidup.

Merantau, Terpukul Krisis, dan Mencari Tujuan

Tahun 1995, Ali hijrah ke Semarang untuk kuliah sambil kerja. Krisis moneter ‘97 menghantam keluarganya. Ia banting setir jual beli HP second yang akhirnya ia tekuni selama 10 tahun. Namun sayang, dari hasil usahanya tersebut ia belum juga mampu membeli rumah impiannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tahun 2009, dengan tekad baru, ia pindah ke Jakarta. Ia bahkan menjual semua kios HP miliknya dan membawa modal sebeasr Rp65 juta. Namun, satu setengah tahun kemudian, ia harus menerima kenyataan pahit bahwa hijrahnya belum membuahkan hasil. Uang modalnya habis tak bersisa.

Ia kembali ke Semarang, dalam kondisi nol. “Saya benar-benar kosong. Cuma doa yang bisa saya andalkan saat itu,” ungkapnya.

Baca Juga :  Experience the Magic of “The Nutcracker” Ballet in Jakarta – Last Chance to Secure Your Seats!

Titik Balik di Seminar Gratis

Sore hari di Plaza Simpang Lima, ia tak sengaja bertemu teman yang mengajaknya ikut seminar properti. Biaya sebesar Rp100.000 saat itu terasa berat baginya. Tapi takdir berpihak: seminar itu ternyata sesi preview gratis. Bersama kawannya, ia menghadiri seminar di salah satu hotel tersebut.

Dari situlah Ali pertama kali mengenal dunia properti, dan tanpa ia sangka satu seminar itu yang akan mengubah hidupnya.

Pulang dari seminar, Ali termotivasi untuk memulai bisnis propertinya sendiri. Ia mencoba peruntungan transaksi pertamanya dengan menawar rumah Rp450 juta menjadi Rp250 juta, padahal saat itu ia tak punya uang sepeser pun. Usaha negosiasinya berbuah manis. Tiga bulan kemudian, penjual kembali menghubunginya. Setelah berdiskusi lebih lanjut, rumah itu didapat dengan harga Rp275 juta.Dari situ, ia menawarkan aset properti murah tersebut ke pembeli lain dan menambahkan fee Rp12 juta untuk dirinya. Pengalaman ini memberinya gambaran mengenai skema bisnis yang akan ia jalani ke depannya. “Saya belajar jadi broker semi flipper juga. Dari sana saya mulai serius,” ucapnya sambil tersenyum.

Naik-Turun Dunia Properti

Setelah itu, ia serius menekuni bisnis ini. Tahun 2012 ia berhasil mengantongi proyek pembangunan 3 rumah, 2013 naik jadi 10, dan seterusnya hingga ratusan unit dalam satu proyek. 

Ali bersama proyek kompleks Balaraja

Namun tahun 2014, ia mengalami kejatuhan besar: 5 proyek di 5 lokasi gagal akibat ketidaksiapan menghadapi transisi pemerintahan dan regulasi. Total kerugian Ali kala itu mencapai Rp2 miliar. Ali terpaksa menjual rumah dan mobil yang didapatkan dari hasil kerja kerasnya selama empat tahun terakhir. Ali kembali ke titik nol.

Baca Juga :  Pengajuan ETF Dogecoin Membawa Meme Coin ke Level Baru

Akan tetapi, ia tak menyerah. Bangkit kembali, ia membentuk tim yang lebih ramping, fokus efisiensi, dan kembali membangun.

Mewujudkan Janji: Berbagi Ilmu

Ali tak pernah lupa, titik baliknya dimulai dari seminar gratis. Sejak 2017, ia mulai membuka kelas “Bisnis Properti Tanpa Modal Investor”. Awalnya seminar ini diadakan eksklusif untuk teman dekat, tapi kini kelasnya menyebar ke berbagai kota di Indonesia. Ia membawa tajuk “Sekolah Developer” untuk program ini dan menyasar pemula yang ingin memulai bisnis properti seperti dirinya saat 2009 silam.

“Ilmu bisnis properti seperti ini mungkin butuh 4 tahun kalau kuliah, tapi bisa dirangkum jadi 2 hari. Semua orang berhak dapat kesempatan,” ujarnya.

Ali mengidolakan Ciputra, namun tokoh paling berpengaruh adalah ayahnya sendiri. “Waktu saya ingin masuk SPK, bapak bilang, ‘Mimpimu terlalu kecil. Kenapa cuma jadi perawat? Kenapa nggak punya rumah sakitnya?’ Itu momen saya mulai berani bermimpi besar.”

Workshop Sekolah Developer

Nilai Hidup yang Selalu Dipegang

1) Mimpi itu gratis, wujudkannya yang butuh nyali.

2) Belajar dan bangun koneksi, dua hal yang bisa mengubah hidup.

3) Pura-pura jadi orang sukses, hingga akhirnya benar-benar jadi bagian dari mereka.

4) Sukses butuh tahan sakit dari ditolak, diremehkan, bahkan gagal.

Ali Sarbani adalah bukti nyata bahwa kesuksesan tidak harus diawali dengan warisan atau modal besar. Cukup mimpi, niat, dan keberanian untuk mencoba terus-menerus. Hari ini, ia bukan hanya pengembang properti, tapi juga mentor dan inspirator, membangun masa depan satu proyek dan satu mimpi dalam satu waktu.

Berita Terkait

Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Daya Saing UMKM Kopi melalui Program TJSL PTPN I
Pertamina Foundation Bekali Lebih dari 500 Calon Awardee Beasiswa Sobat Bumi Hadapi Tahap Wawancara
RE:DEFINE by LOKALMADE, Celebrating Local Brands in PIK Avenue
Setelah Rebranding, Mobix Luncurkan Website Baru untuk Tingkatkan Pengalaman Digital Pelanggan
Kemampuan Bahasa Inggris Anak Indonesia Masih Menjadi Tantangan, Pendekatan Pembelajaran Dinilai Perlu Berubah
Ibu2Canggih Moms Gathering Special National Children’s Day Jadi Ajang Bonding 100 Momfluencer dan Anak di Hari Anak Nasional
Korlantas Polri dan Jasa Marga Perkuat Kolaborasi, Bahas Digitalisasi, Nataru hingga Penertiban ODOL
SUCOFINDO Perkuat Ekosistem Perkeretaapian Nasional di RailwayTech Indonesia 2026

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:02

Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Daya Saing UMKM Kopi melalui Program TJSL PTPN I

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:02

Pertamina Foundation Bekali Lebih dari 500 Calon Awardee Beasiswa Sobat Bumi Hadapi Tahap Wawancara

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:02

RE:DEFINE by LOKALMADE, Celebrating Local Brands in PIK Avenue

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:02

Setelah Rebranding, Mobix Luncurkan Website Baru untuk Tingkatkan Pengalaman Digital Pelanggan

Senin, 3 Agustus 2026 - 16:02

Ibu2Canggih Moms Gathering Special National Children’s Day Jadi Ajang Bonding 100 Momfluencer dan Anak di Hari Anak Nasional

Senin, 3 Agustus 2026 - 16:02

Korlantas Polri dan Jasa Marga Perkuat Kolaborasi, Bahas Digitalisasi, Nataru hingga Penertiban ODOL

Senin, 3 Agustus 2026 - 14:02

SUCOFINDO Perkuat Ekosistem Perkeretaapian Nasional di RailwayTech Indonesia 2026

Senin, 3 Agustus 2026 - 14:02

Bank Raya Dorong Mahasiswa Bangun Kebiasaan Finansial Sehat di Era Digital

Berita Terbaru