Analis Prediksi Dominasi Bitcoin Akan Turun, Altcoin Siap Meroket? - Koran Mandalika

Analis Prediksi Dominasi Bitcoin Akan Turun, Altcoin Siap Meroket?

Senin, 7 Juli 2025 - 21:33

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 7 Juli 2025 – Beberapa tahun terakhir, dominasi harga aset Bitcoin bergerak mengikuti garis tren yang menunjukkan titik-titik resistensi. Di mana, Garis tren ini mulai meningkat sejak tahun 2017, dan dalam perjalanannya Bitcoin berhasil menunjukkan ketahanannya dalam menghadapi gejolak ekonomi global.

Terbukti, setelah berhasil melewati tahun-tahun penuh gejolak, saat ini Bitcoin berhasil menyentuh angka $108.000 USD, dan berada di posisi ke-7 dari deretan 10 aset teratas berdasarkan kapitalisasi pasar.

Namun, naiknya nilai aset Bitcoin secara signifikan, cenderung diikuti dengan tekanan harga yang cukup drastis. Menurut analis aset kripto CoreCrypto, momen ini sangat penting, terutama jika dilihat dari grafik mingguan. Di mana, tingginya dominasi pasar Bitcoin dapat berarti awal dari penurunan tajam, yang akan membuka jalan bagi altcoin untuk naik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

CoreCrypto menjelaskan bahwa dua hal utama yang perlu diperhatikan saat ini adalah potensi penolakan dominasi dari garis resistensi, dan juga kemungkinan menembus garis support yang ditandai dengan garis kuning dalam grafik. Jika dominasi Bitcoin tidak mampu bertahan di atas garis support ini, maka kemungkinan besar akan terjadi penurunan tajam yang menguntungkan altcoin.

Baca Juga :  Morfosia, Koleksi terbaru SAFF & Co. dengan Miroslav Petkov Perfumer asal Bulgaria

Jika dominasi Bitcoin benar-benar ditolak dari garis resistensinya, CoreCrypto memprediksi akan terjadi penurunan hingga 36,91%, yang dapat membawa dominasi Bitcoin ke kisaran 42%-45%.

Bagi sebagian investor dan trader aset kripto dengan risiko investasi lebih tinggi, momen ini merupakan kesempatan besar guna meningkatkan potensi keuntungan. Sebab, potensi pertumbuhan yang dimiliki oleh aset-aset alternatif cenderung lebih menjanjikan dibandingkan dengan aset-aset stabil seperti aset Bitcoin, Ethereum, dan USDT.

Seiring dengan hal tersebut, Bittime, platform crypto exchange resmi dan berizin PAKD oleh OJK di Indonesia, terus memantapkan langkahnya menghadirkan aset-aset diversifikasi terdaftar. Hal ini ditujukan agar investor Indonesia memiliki akses yang tidak kalah besar dengan investor global, dalam mengadopsi aset-aset dengan potensi pertumbuhan yang menjanjikan.

Melihat pergerakan industri aset kripto yang fluktuatif dan sangat dipengaruhi oleh kondisi psikologis pasar, kemudahan akses terhadap aset-aset diversifikasi menjadi salah satu faktor krusial bagi para investor aset kripto, termasuk investor Indonesia.

Baca Juga :  503.275 Tiket Diskon 30% Terjual, Ini 10 KA Favorit yang Sudah Banyak Dipesan

Sebagai platform jual-beli aset kripto berlisensi dan aman, Bittime dapat menjadi pilihan dalam mengakses ketersediaan aset-aset kripto terdaftar. Menargetkan pasar investor muda di Indonesia, Bittime berkomitmen menjadi platform aman yang menyediakan aset-aset potensial yang diinginkan oleh para investor aset digital.

Pertanda alt season yang ditandai dengan kenaikan harga aset Bitcoin secara signifikan, dan seringkali disusul oleh koreksi harga tajam menjadi fenomena yang dinantikan oleh sebagian besar investor dan trader berisiko tinggi. Berbeda dengan investor jangka panjang, yang cenderung harus lebih berhati-hati dalam mempertahankan nilai dan potensi pertumbuhan asetnya.

Lebih lanjut, tentu sangat penting untuk memahami cara kerja industri aset kripto, latar belakang aset, toleransi risiko, hingga strategi investasi yang sesuai sebelum bertransaksi. Memilih aset-aset yang akan diinvestasikan, sebaiknya berdasarkan literasi dan pemahaman yang memadai, bukan euforia pasar. 

Seperti diketahui, investasi aset kripto mengandung risiko tinggi. Hal tersebut termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna.

Berita Terkait

Libur Panjang, UMKM Biasanya Hadapi Tantangan Ini
Jasa Marga Prediksi 1,09 Juta Kendaraan Keluar Jabotabek Selama Libur Hari Raya Iduladha 1447H/2026 dan Hari Lahir Pancasila
Sambut Idul Adha 1447 H, Berkurban Semakin Praktis di Aplikasi Raya
Libur Panjang Idul Adha 2026, KAI Daop 2 Sediakan Lebih Dari 102 Ribu Tempat Duduk
Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Produktivitas Karet, PTPN I Fokus Benahi Kebun Padang Pelawi
Bitcoin Mulai Stabil di Tengah Sentimen Pasar yang Membaik, Bittime Soroti Pentingnya Diversifikasi Portofolio
KAI Akomodir Kebutuhan Pengguna LRT Jabodebek di Libur Nasional dan Weekday
Tiga Kampus, Satu Semangat: SATU UNIVERSITY Perkuat Kolaborasi Pendidikan dan Industri di Usia Ketiga

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 00:00

Libur Panjang, UMKM Biasanya Hadapi Tantangan Ini

Selasa, 26 Mei 2026 - 23:00

Jasa Marga Prediksi 1,09 Juta Kendaraan Keluar Jabotabek Selama Libur Hari Raya Iduladha 1447H/2026 dan Hari Lahir Pancasila

Selasa, 26 Mei 2026 - 23:00

Sambut Idul Adha 1447 H, Berkurban Semakin Praktis di Aplikasi Raya

Selasa, 26 Mei 2026 - 20:00

Libur Panjang Idul Adha 2026, KAI Daop 2 Sediakan Lebih Dari 102 Ribu Tempat Duduk

Selasa, 26 Mei 2026 - 19:00

Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Produktivitas Karet, PTPN I Fokus Benahi Kebun Padang Pelawi

Selasa, 26 Mei 2026 - 18:00

KAI Akomodir Kebutuhan Pengguna LRT Jabodebek di Libur Nasional dan Weekday

Selasa, 26 Mei 2026 - 18:00

Tiga Kampus, Satu Semangat: SATU UNIVERSITY Perkuat Kolaborasi Pendidikan dan Industri di Usia Ketiga

Selasa, 26 Mei 2026 - 18:00

KAI Logistik Kirim 25 Kereta ke Sumatera, Dukung Penguatan Mobilitas Penumpang di Sumbagsel

Berita Terbaru

Teknologi

Libur Panjang, UMKM Biasanya Hadapi Tantangan Ini

Rabu, 27 Mei 2026 - 00:00