Libur Panjang, UMKM Biasanya Hadapi Tantangan Ini - Koran Mandalika

Libur Panjang, UMKM Biasanya Hadapi Tantangan Ini

Rabu, 27 Mei 2026 - 00:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Libur panjang sering dianggap sebagai periode yang menguntungkan bagi pelaku usaha. Aktivitas masyarakat meningkat, pusat belanja ramai, dan transaksi harian biasanya ikut melonjak. Namun di balik ramainya penjualan, banyak pelaku UMKM justru menghadapi tantangan dalam menjaga cash flow UMKM tetap stabil.

Masalahnya, kenaikan omzet tidak selalu langsung berdampak pada kondisi keuangan usaha yang sehat. Banyak pengeluaran harus dikeluarkan lebih dulu, sementara pemasukan belum sepenuhnya kembali menjadi modal yang bisa diputar.

Situasi ini cukup sering dialami pelaku usaha kuliner, retail, hingga bisnis online yang mengalami lonjakan permintaan selama long weekend.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Stok dan Operasional Jadi Tantangan Utama

Salah satu tantangan terbesar saat musim liburan adalah kebutuhan stok yang meningkat dalam waktu singkat. Pelaku usaha harus menyiapkan bahan baku lebih banyak agar tidak kehabisan produk ketika permintaan sedang tinggi.

Di saat yang sama, biaya operasional juga biasanya ikut naik. Mulai dari tambahan pegawai, biaya pengiriman, listrik, kemasan, hingga kebutuhan promosi untuk menarik pelanggan baru.

Baca Juga :  SAFF & Co. Kenalkan 'Heavenly Potions', Sentuhan Unik/Baru dalam Menikmati Fragrance Favorit

Jika pengeluaran tidak dihitung dengan matang, cash flow UMKM bisa mulai terganggu meski penjualan terlihat ramai.

Tidak sedikit pelaku usaha yang akhirnya mengalami kondisi “ramai tapi uang terasa cepat habis” karena perputaran kas tidak berjalan seimbang.

Keuangan Pribadi dan Bisnis Masih Sering Tercampur

Tantangan lain yang cukup umum terjadi saat libur panjang adalah penggunaan uang usaha untuk kebutuhan pribadi. Pengeluaran liburan keluarga atau kebutuhan mendadak sering kali diambil langsung dari uang bisnis.

Kebiasaan ini membuat pelaku UMKM sulit memantau kondisi keuangan usaha secara jelas. Ketika musim liburan selesai, modal usaha justru ikut terpakai dan mengganggu operasional bisnis berikutnya.

Karena itu, penting bagi pelaku usaha untuk mulai memisahkan rekening pribadi dan rekening bisnis agar arus uang lebih mudah dikontrol.

Layanan Perbankan Digital Mulai Jadi Andalan Pelaku UMKM

Di tengah kebutuhan transaksi yang semakin cepat, banyak pelaku UMKM mulai memanfaatkan layanan perbankan digital untuk membantu pengelolaan keuangan usaha sehari hari.

Baca Juga :  PT PP (Persero) Tbk Masuk Daftar Bergengsi Fortune Southeast Asia 500, Tegaskan Reputasi sebagai BUMN Konstruksi Unggulan di Asia Tenggara

Selain itu, layanan tersebut juga membantu pencatatan pemasukan dan pengeluaran menjadi lebih praktis dan real time. Fitur seperti transfer gratis antar bank, QRIS, hingga tabungan online juga membantu pelaku usaha mengatur dana operasional dengan lebih fleksibel.

Melalui bank dengan layanan digital seperti neobank dari Bank Neo Commerce, pengguna dapat melakukan berbagai transaksi harian langsung dari aplikasi. Mulai dari transfer, QRIS, hingga pengelolaan tabungan usaha dapat dilakukan lebih praktis.

Jika ingin mempelajari produk yang tersedia, kamu bisa mengeceknya melalui neobank di PlayStore atau App Store. Cek info lebih lanjut dan terbaru di link Neo Bisnis atau https://s.id/igneobisnis.

***

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan bank peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Dubes India Temui Seskab Teddy, Bahas Persiapan Kunjungan PM Narendra Modi ke Indonesia
SAJIVA RESIDENCE APRESIASI DUKUNGAN PLN GUNUNG PUTRI DALAM MENDUKUNG KESIAPAN HUNIAN SUBSIDI SIAP HUNI DI CITEUREUP
Investasi Hilirisasi Mineral Tembus Rp98,3 Triliun, Komoditas Grup MIND ID Jadi Magnet Utama
B2B Tech Asia Expo 2026 Siap Digelar di Jakarta: Satukan Raksasa Teknologi Global untuk Dorong Otomatisasi Efisiensi dan ROI Korporasi
ETF Bitcoin Kehilangan Miliaran Dolar, BI Naikkan Suku Bunga, Investor Diminta Waspadai Volatilitas Pasar
Barantum: CRM Lokal yang Kalahkan Produk Global di Mata Pelanggan
BINUS ASO Gandeng BPLJSKB, Mahasiswa Dapat Akses Baru
Pembiayaan Kendaraan Bekas BRI Finance Naik 77,64% Hingga Mei 2026

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:00

Dubes India Temui Seskab Teddy, Bahas Persiapan Kunjungan PM Narendra Modi ke Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:00

SAJIVA RESIDENCE APRESIASI DUKUNGAN PLN GUNUNG PUTRI DALAM MENDUKUNG KESIAPAN HUNIAN SUBSIDI SIAP HUNI DI CITEUREUP

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:00

Investasi Hilirisasi Mineral Tembus Rp98,3 Triliun, Komoditas Grup MIND ID Jadi Magnet Utama

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:00

B2B Tech Asia Expo 2026 Siap Digelar di Jakarta: Satukan Raksasa Teknologi Global untuk Dorong Otomatisasi Efisiensi dan ROI Korporasi

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:00

ETF Bitcoin Kehilangan Miliaran Dolar, BI Naikkan Suku Bunga, Investor Diminta Waspadai Volatilitas Pasar

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:00

BINUS ASO Gandeng BPLJSKB, Mahasiswa Dapat Akses Baru

Rabu, 17 Juni 2026 - 10:57

Pembiayaan Kendaraan Bekas BRI Finance Naik 77,64% Hingga Mei 2026

Rabu, 17 Juni 2026 - 10:00

Safe Haven Kembali Diburu, Harga Emas Berpotensi Sentuh 4.369

Berita Terbaru