Apa Itu Castile Soap? Sabun Nabati yang Ramah Kulit dan Lingkungan - Koran Mandalika

Apa Itu Castile Soap? Sabun Nabati yang Ramah Kulit dan Lingkungan

Selasa, 1 Juli 2025 - 19:43

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Apa itu castile soap? Sabun nabati yang lembut di kulit dan ramah lingkungan. Solusi alami untuk mandi sehat tanpa bahan sintetis.

Di tengah meningkatnya tren hidup bersih, sehat, dan berkelanjutan, masyarakat kini semakin memperhatikan bahan yang terkandung dalam produk harian. Salah satu produk yang belakangan mendapat perhatian khusus adalah castile soap. Tapi, apa itu castile soap dan mengapa sabun ini mulai digemari banyak orang?

Castile soap adalah sabun berbahan dasar nabati, tanpa kandungan lemak hewani maupun bahan kimia sintetis keras. Produk ini dikenal karena kelembutannya di kulit dan sifatnya yang biodegradable alias ramah lingkungan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Asal Usul Castile Soap

Istilah “castile soap” berasal dari wilayah Castile di Spanyol, tempat sabun jenis ini pertama kali diproduksi pada abad ke-12. Awalnya, sabun dibuat menggunakan minyak zaitun murni, dan dipasarkan sebagai sabun mewah untuk bangsawan Eropa. Seiring waktu, formulanya berkembang dengan menambahkan minyak nabati lain seperti minyak kelapa, minyak jarak, atau minyak biji bunga matahari.

Kini, istilah castile soap digunakan lebih luas untuk menyebut sabun berbahan dasar nabati, tanpa tambahan detergen sintetis seperti SLS (Sodium Lauryl Sulfate) maupun turunan petrokimia lainnya.

Komposisi dan Cara Pembuatan

Sabun castile umumnya dibuat melalui proses saponifikasi, yaitu reaksi kimia antara minyak nabati dengan alkali (biasanya natrium hidroksida/NaOH untuk sabun batang atau kalium hidroksida/KOH untuk sabun cair).

Bahan utama dalam castile soap meliputi:

Minyak zaitun

Minyak kelapa

Minyak jarak

Air suling

Alkali alami (NaOH atau KOH)

Minyak esensial (opsional, sebagai pewangi alami)

Proses pembuatan sabun ini menghasilkan produk akhir yang bebas dari detergen sintetis dan memiliki kadar pH yang aman untuk sebagian besar jenis kulit.

Baca Juga :  KAI Daop 6 Resmikan Stasiun Palur Sebagai Stasiun Pemberhentian KA Bandara Adi Soemarmo (KA BIAS)

Keunggulan Castile Soap Dibanding Sabun Biasa

Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Dermatological Treatment (2015) menunjukkan bahwa sabun berbahan dasar minyak nabati, termasuk castile soap, memiliki efek iritasi yang jauh lebih rendah dibandingkan sabun komersial yang mengandung surfaktan sintetis seperti SLS.

Berikut beberapa keunggulan utama castile soap:

1. Ramah untuk Kulit Sensitif

Castile soap tidak mengandung deterjen atau pewangi sintetis yang berisiko menimbulkan reaksi alergi. Ini menjadikannya cocok untuk bayi, orang dengan kulit sensitif, atau penderita eksim.

2. Multi-fungsi

Selain digunakan sebagai sabun mandi, castile soap juga kerap digunakan sebagai sabun cuci tangan, pembersih wajah, hingga pembersih rumah tangga alami.

3. Biodegradable dan Vegan-Friendly

Castile soap tidak merusak lingkungan saat dibilas ke saluran air karena semua komponen alaminya terurai secara hayati. Karena tidak mengandung lemak hewani, sabun ini juga banyak dipilih oleh para vegan.

4. Mendukung Keseimbangan Skin Barrier

Castile soap tidak mengikis minyak alami kulit secara agresif. Menurut studi di International Journal of Cosmetic Science (2006), menjaga kadar lipid alami kulit berperan penting dalam mempertahankan fungsi perlindungan kulit terhadap polutan dan bakteri.

Apakah Castile Soap Cocok untuk Semua Jenis Kulit?

Meskipun dikenal sebagai sabun yang lembut, setiap jenis kulit bisa memberikan respons berbeda. Beberapa pengguna dengan kulit sangat kering mungkin merasa castile soap agak “kesat” karena tidak mengandung bahan sintetis pelembap. Untuk mengatasinya, penggunaan pelembap alami setelah mandi bisa membantu.

Namun secara umum, castile soap terbukti lebih aman dan lebih minim reaksi dibanding sabun berbahan kimia keras. Hal ini menjadikan castile soap sebagai pilihan yang semakin populer di kalangan konsumen sadar bahan.

Baca Juga :  Tren Usaha Millennials dan Gen Z di Tahun 2025

Penggunaan dalam Industri Kecantikan Lokal

Di Indonesia, mulai banyak produsen sabun lokal yang memproduksi sabun berbahan dasar nabati seperti castile soap. Beberapa di antaranya juga menambahkan bahan lokal seperti minyak kemiri, ekstrak sereh, atau bunga telang untuk menambah nilai fungsional dan keunikan.

Salah satu pelaku usaha sabun natural, seperti yang ditampilkan di Flos Aurum, mengadopsi pendekatan serupa dengan mengutamakan formula yang ramah kulit, tanpa SLS, serta menggunakan bahan alami yang dikenal aman. Meski tidak secara eksplisit menggunakan istilah “castile soap”, pendekatan formulasi mereka sangat mirip dengan tradisi sabun Castile klasik.

Bagaimana Cara Memilih Castile Soap yang Tepat?

Karena tidak semua sabun alami dapat dikategorikan sebagai castile soap, berikut beberapa tips memilih sabun berkualitas:

Perhatikan komposisi: Sabun castile sejati berbahan dasar minyak nabati, tanpa lemak hewani, detergen, atau pewarna buatan.

Pilih yang tidak mengandung SLS atau paraben: Ini penting untuk menjaga kulit tetap sehat dan tidak teriritasi.

Utamakan produsen yang transparan: Brand yang mencantumkan proses pembuatan dan sumber bahan biasanya lebih dapat dipercaya.

Castile soap mungkin berasal dari abad ke-12, tapi relevansinya justru meningkat di abad ke-21. Di tengah kekhawatiran akan bahan kimia dalam produk mandi, sabun jenis ini memberikan alternatif yang aman, sederhana, dan berkelanjutan.

Bagi siapa pun yang penasaran dengan sabun natural dan ingin mencoba pendekatan yang lebih lembut terhadap kulit, castile soap bisa menjadi awal yang bijak. Ingin tahu lebih banyak tentang sabun natural berbahan nabati? Coba eksplorasi wawasan dan produk berbahan alami di flos-aurum.com.

Berita Terkait

Reska Catering Suguhkan Layanan Profesional di Rapim UO Kemhan 2026
FLOQ Circle: Sisterhood Hadirkan Ruang Aman bagi Perempuan untuk Mengenal Aset Kripto
Danantara Indonesia Serentak Resmikan 6 Proyek Hilirisasi Fase-I dengan Total Nilai Investasi Hingga US$ 7 Miliar
Cara Trader Pemula Mengelola Risiko dengan Trading Plan
Luminous Spring di PIK Avenue Hadirkan Path of Light
Analisis Teknikal Dasar untuk Membaca Arah Pergerakan Harga
Sambut Mudik Lebaran 2026, 16 Ribuan Tiket KA Reguler Keberangkatan Daop 4 Semarang Telah Terjual
KAI Daop 4 Semarang Perkuat Layanan Kesehatan Pegawai melalui Kolaborasi dengan Primaya Hospital

Berita Terkait

Kamis, 12 Februari 2026 - 02:22

MyRepublic Indonesia Resmi Buka Pra-Registrasi Internet FWA: MyRepublic Air

Kamis, 12 Februari 2026 - 00:49

Bersiap Menghadapi Masa Angleb, KAI Services Terus Meningkatkan Kualitas Pelayanan Kebersihan

Kamis, 12 Februari 2026 - 00:07

Antara by Sleeping Lion: Hunian Mewah di Dataran Tinggi

Selasa, 10 Februari 2026 - 17:37

SUCOFINDO Perkuat Tata Kelola Transportasi Publik melalui Sertifikasi ISO 37001 dan ISO/IEC 27001 untuk LRT Jakarta

Selasa, 10 Februari 2026 - 09:06

KAI Daop 2 Bandung Pastikan Keselamatan Perjalanan dan Pelayanan Penumpang Terjamin dengan Baik

Selasa, 10 Februari 2026 - 08:38

Konektivitas Meningkat, Penumpang KAI Bandara Yogyakarta Tembus 239 Ribu di Januari 2026

Senin, 9 Februari 2026 - 21:27

Hubungan Krisis Ekonomi, Inflasi, dan Volatilitas Pasar

Senin, 9 Februari 2026 - 17:13

Media X Space Menempati Ruang Publik Untuk Desain dan Seni Asia

Berita Terbaru