Bangun Benteng Hijau, PT Hino Finance Indonesia Tanam Ribuan Mangrove di Wonorejo, Surabaya - Koran Mandalika

Bangun Benteng Hijau, PT Hino Finance Indonesia Tanam Ribuan Mangrove di Wonorejo, Surabaya

Jumat, 11 Juli 2025 - 10:29

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Surabaya, 4 Juni 2025 — Dalam rangka memperkuat komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan, PT Hino Finance Indonesia berkolaborasi dengan LindungiHutan dalam aksi penanaman pohon mangrove di kawasan Ekowisata Mangrove Wonorejo, Surabaya. Kegiatan bertema “Investing in Nature, Securing Our Future” ini berhasil menanam sebanyak 2.511 pohon mangrove jenis Rhizophora, dengan melibatkan 10 peserta aktif serta kontribusi dari masyarakat sekitar.

Penanaman dilakukan pada 4 Juni 2025, bekerja sama dengan mitra penanaman lokal dan kelompok tani setempat. Proyek ini menjadi bagian dari upaya rehabilitasi kawasan pesisir sekaligus bentuk nyata kontribusi perusahaan dalam aksi iklim dan pelestarian ekosistem.

Jenis mangrove Rhizophora dipilih karena kemampuannya bertahan di lingkungan ekstrem dengan salinitas tinggi, menjadikannya pelindung alami pantai dari abrasi dan banjir rob. Selain fungsi ekologis, Rhizophora juga memiliki nilai ekonomis sebagai sumber bahan bangunan, kayu bakar, dan tanin alami.

Walaupun penanaman baru dilakukan pada awal Juni, keterlibatan 30 lebih petani lokal telah dimulai sejak tahap persiapan. Keikutsertaan mereka diharapkan menjadi awal dari manfaat jangka panjang, baik dalam bentuk peningkatan keterampilan, pendapatan, maupun kesadaran lingkungan.

Monitoring akan dilakukan secara berkala selama enam bulan untuk memastikan pertumbuhan pohon dan efektivitas pemulihan ekosistem. Hasil dampak lingkungan dan sosial akan dilaporkan setelah periode monitoring selesai, sebagai bentuk transparansi dan tanggung jawab berkelanjutan.

Penanaman mangrove ini juga berkontribusi pada upaya mitigasi perubahan iklim. Riset oleh Donato et al. (2011) menunjukkan bahwa hutan mangrove mampu menyimpan karbon 3–5 kali lebih banyak dibandingkan hutan tropis daratan, menjadikan kawasan seperti Wonorejo penting dalam strategi adaptasi iklim nasional.

Dengan luas tanam mencapai 1.752 m², kolaborasi ini menjadi contoh nyata bahwa investasi pada alam, termasuk melalui rehabilitasi lingkungan, adalah langkah strategis untuk menjamin masa depan yang lebih berkelanjutan bagi masyarakat dan ekosistem pesisir Indonesia.

Baca Juga :  Peluang Ekspor Daging Kerbau India di Indonesia di Tengah Dinamika Harga Global

“Investasi hijau bukan hanya soal menjaga lingkungan, tetapi juga tentang melindungi masa depan masyarakat dan ekosistem yang menjadi penopangnya. Melalui penanaman mangrove ini, kami ingin berkontribusi dalam menciptakan dampak positif yang berkelanjutan, terutama bagi alam, bagi kehidupan, dan bagi generasi mendatang,” pungkas Dwi Ratnaningsih, perwakilan dari PT Hino Finance Indonesia.

Melalui inisiatif ini, PT Hino Finance Indonesia menunjukkan bahwa peran aktif sektor swasta sangat penting dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan. Harapannya, langkah ini dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk berinvestasi pada alam, karena keberlanjutan bukan hanya tanggung jawab individu atau organisasi tertentu, melainkan kolaborasi bersama demi masa depan bumi yang lebih sehat dan lestari.

Berita Terkait

Hadirkan Dampak Sosial Berkelanjutan Di Bulan Suci, IPCC Gelar Program Berbagi Ramadan 2026
Peran Lembaga Rating dalam Stabilitas Pasar Keuangan Global
Ramadan Berkah Jelang Lebaran, KOMBAT Sumut Berbagi Taliasih dan Bingkisan untuk Ribuan Warga
KAI Daop 2 Bandung Ingatkan Pelanggan Datang Lebih Awal, Khusus Stasiun Bandung, Kiaracondong, dan Cimahi Boarding Ditutup 5 Menit Sebelum Keberangkatan
Antisipasi Lalu Lintas Wisata Idulfitri 1447H, JTT Pastikan Kesiapan Layanan di Ruas Tol Surabaya–Gempol
Tembus 523 Ribu Kendaraan Melintas di Gerbang Tol Cikampek Utama, Mobilitas ke Timur Trans Jawa Melonjak Signifikan
Cara Mengenali Saham Berisiko Tinggi di Pasar Modal
Proyek Koperasi Merah Putih Dimulai, Kebutuhan Besi Mulai Diperebutkan di Seluruh Indonesia

Berita Terkait

Sabtu, 21 Maret 2026 - 09:00

Hadirkan Dampak Sosial Berkelanjutan Di Bulan Suci, IPCC Gelar Program Berbagi Ramadan 2026

Sabtu, 21 Maret 2026 - 06:00

Peran Lembaga Rating dalam Stabilitas Pasar Keuangan Global

Jumat, 20 Maret 2026 - 21:00

Ramadan Berkah Jelang Lebaran, KOMBAT Sumut Berbagi Taliasih dan Bingkisan untuk Ribuan Warga

Jumat, 20 Maret 2026 - 21:00

KAI Daop 2 Bandung Ingatkan Pelanggan Datang Lebih Awal, Khusus Stasiun Bandung, Kiaracondong, dan Cimahi Boarding Ditutup 5 Menit Sebelum Keberangkatan

Jumat, 20 Maret 2026 - 18:00

Antisipasi Lalu Lintas Wisata Idulfitri 1447H, JTT Pastikan Kesiapan Layanan di Ruas Tol Surabaya–Gempol

Jumat, 20 Maret 2026 - 15:00

Cara Mengenali Saham Berisiko Tinggi di Pasar Modal

Jumat, 20 Maret 2026 - 15:00

Proyek Koperasi Merah Putih Dimulai, Kebutuhan Besi Mulai Diperebutkan di Seluruh Indonesia

Jumat, 20 Maret 2026 - 13:00

Mudik Lebih Ringan, Perjalanan Lebih Tenang Bersama MIND ID

Berita Terbaru