Biaya WhatsApp API Pasca 1 Oktober? Begini Cara Hitungnya - Koran Mandalika

Biaya WhatsApp API Pasca 1 Oktober? Begini Cara Hitungnya

Kamis, 15 Oktober 2026 - 08:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dua bisnis dengan jumlah chat bulanan yang sama belum tentu memiliki biaya WhatsApp Business API yang sama. Perbedaan dapat muncul dari jumlah balasan, penggunaan chatbot, dan pesan tambahan yang dikirim kepada pelanggan. Mulai 1 Oktober 2026, perubahan tarif balasan bisnis membuat penghitungan biaya berdasarkan pemakaian aktual semakin penting.

Barantum mengangkat isu tersebut melalui webinar “Strategi Hemat Biaya WhatsApp Pasca 1 Oktober 2026”. Webinar ini membahas biaya, SOP, dan pemilihan kanal komunikasi sebagai bagian dari upaya menjaga efisiensi layanan pelanggan.

Jumlah Chat Belum Menggambarkan Seluruh Biaya

Jumlah chat masuk tidak selalu sama dengan jumlah balasan yang dikirim bisnis. Satu chat dapat menghasilkan beberapa pesan dari petugas, chatbot, atau sistem auto-reply. Karena itu, penghitungan biaya perlu mencakup seluruh respons yang relevan tanpa menghitung pesan yang sama dua kali.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mulai 1 Oktober 2026, balasan bisnis melalui WhatsApp Business Platform dikenai tarif berdasarkan ketentuan yang berlaku. Kalkulator tarif WhatsApp API Barantum mencantumkan tarif ilustrasi Rp367 per balasan, setelah 1.000 pesan gratis per nomor bisnis per bulan. Ketentuan ini berbeda dari WhatsApp Business App.

Baca Juga :  Fasilitasi Logistik Green Coke di Riau, Pelindo Solusi Logistik Dukung Transisi Energi Hijau

Bisnis dapat menggunakan kalkulator tarif WhatsApp API Barantum untuk memperkirakan biaya berdasarkan volume chat dan rata-rata balasan. Estimasi perlu mempertimbangkan jumlah nomor bisnis, pesan tambahan, serta biaya platform dan layanan lain yang digunakan.

Memahami Perhitungan Biaya dan Pilihan Kanal

Sebagai ilustrasi, satu nomor bisnis menerima 1.500 chat per bulan. Setiap chat menghasilkan dua balasan petugas dan satu balasan otomatis tambahan. Dengan asumsi seluruh balasan masuk dalam perhitungan yang sama, totalnya mencapai 4.500 pesan.

Setelah dikurangi 1.000 pesan gratis, terdapat 3.500 pesan yang diperhitungkan dengan tarif Rp367 per pesan. Estimasi biaya balasan menjadi Rp1.284.500 per bulan. Angka ini merupakan simulasi, bukan tagihan pasti, dan belum mencakup broadcast, biaya platform, atau layanan tambahan.

Selain mengevaluasi volume pesan, bisnis dapat meninjau alur layanan untuk mengurangi pertanyaan berulang dan memperjelas tindak lanjut. Untuk kebutuhan pengunjung website, Live Chat Widget Barantum menyediakan kanal percakapan langsung. Riwayat interaksi dan data pelanggan dapat dikelola dalam ekosistem CRM sesuai konfigurasi yang digunakan.

Baca Juga :  Kapan Perlu Melakukan Transfer Valas? Kenali Fungsi, Biaya, dan Cara Kerjanya

Pemilihan kanal tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan. Penghematan tidak cukup dinilai dari berkurangnya pesan, tetapi juga dari ketuntasan penanganan dan biaya operasional secara keseluruhan.

Webinar Barantum Bahas Strategi Efisiensi WhatsApp

Webinar “Strategi Hemat Biaya WhatsApp Pasca 1 Oktober 2026” mengusung subjudul “Optimalkan Layanan, SOP, dan Channel Tanpa Mengurangi Customer Experience”. Acara dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 21 Oktober 2026, pukul 14.00–15.30 WIB secara online melalui Zoom.

Webinar ini menghadirkan Ahmad, Sr. Digital Marketing & CRM Expert, serta Alif, Sr. Business Development & CRM Consultant sebagai pembicara. Peserta dapat mempelajari aspek biaya, SOP, dan pemilihan kanal untuk mendukung pengelolaan layanan pelanggan.

Bisnis yang ingin mengikuti acara tersebut dapat melakukan pendaftaran webinar Barantum melalui formulir resmi.

Penghitungan biaya yang akurat dimulai dari pencatatan pemakaian aktual, asumsi yang jelas, dan pemisahan setiap komponen pengeluaran. Dengan dasar tersebut, bisnis dapat mengevaluasi anggaran sekaligus menjaga kualitas layanan pelanggan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Waskita Beton Precast Perkuat Lini Bisnis dan Jaga Kinerja Operasional melalui Efisiensi
Momentum TEI ke-41 Dorong Ekspor dan Tingkatkan Daya Saing Produk
Kedutaan Besar India di Jakarta Luncurkan AI Avatar DEWI untuk Perluas Akses Informasi bagi Masyarakat Indonesia
Purana Mempersembahkan “Regal Bloom” di IN2MOTIONFEST x JMFW 2026: Dialog Elegan Antara Timur dan Barat dalam Modest Fashion
Konsumen Kripto di Indonesia Capai 23,21 Juta, Bittime: Pilihan Aset Digital Semakin Beragam
Restoran Halal di Bali Nikmati Hidangan Autentik Timur Tengah di Arabian Knight
Siaran Media – 10 Tahun Astra Property, Perkuat Portofolio Komersial dan Industrial untuk Menjawab Peluang Baru di Pasar Properti Indonesia
PPATK dan MIND ID Perkuat Kolaborasi, Jaga Integritas Industri Pertambangan Nasional

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 08:02

Waskita Beton Precast Perkuat Lini Bisnis dan Jaga Kinerja Operasional melalui Efisiensi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 08:02

Biaya WhatsApp API Pasca 1 Oktober? Begini Cara Hitungnya

Kamis, 15 Oktober 2026 - 00:02

Momentum TEI ke-41 Dorong Ekspor dan Tingkatkan Daya Saing Produk

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:02

Kedutaan Besar India di Jakarta Luncurkan AI Avatar DEWI untuk Perluas Akses Informasi bagi Masyarakat Indonesia

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:02

Purana Mempersembahkan “Regal Bloom” di IN2MOTIONFEST x JMFW 2026: Dialog Elegan Antara Timur dan Barat dalam Modest Fashion

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:02

Restoran Halal di Bali Nikmati Hidangan Autentik Timur Tengah di Arabian Knight

Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:02

Siaran Media – 10 Tahun Astra Property, Perkuat Portofolio Komersial dan Industrial untuk Menjawab Peluang Baru di Pasar Properti Indonesia

Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:02

PPATK dan MIND ID Perkuat Kolaborasi, Jaga Integritas Industri Pertambangan Nasional

Berita Terbaru

Teknologi

Biaya WhatsApp API Pasca 1 Oktober? Begini Cara Hitungnya

Kamis, 15 Okt 2026 - 08:02