BINUS Resmi Luncurkan Program Pendidikan Profesi Arsitek (PPAr) untuk Menjawab Tantangan Masa Depan Arsitektur Indonesia - Koran Mandalika

BINUS Resmi Luncurkan Program Pendidikan Profesi Arsitek (PPAr) untuk Menjawab Tantangan Masa Depan Arsitektur Indonesia

Kamis, 24 April 2025 - 09:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BINUS UNIVERSITY secara resmi meluncurkan Program Pendidikan Profesi Arsitek (PPAr) dalam sebuah acara bertajuk “PPAr dan Masa Depan Arsitek Indonesia” yang digelar di BINUS @Kemanggisan, Kampus Anggrek, Jakarta Barat pada Rabu (23/4). Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya BINUS dalam mendukung peningkatan kualitas dan profesionalisme arsitek di Indonesia, sekaligus menjawab kebutuhan tenaga arsitek bersertifikasi yang semakin mendesak di tengah pesatnya pembangunan nasional.

Jakarta, 23 April 2025 – BINUS UNIVERSITY secara resmi meluncurkan Program Pendidikan
Profesi Arsitek (PPAr)
dalam sebuah acara bertajuk “PPAr dan Masa Depan
Arsitek Indonesia”
yang digelar di BINUS @Kemanggisan, Kampus Anggrek,
Jakarta Barat. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya BINUS dalam mendukung
peningkatan kualitas dan profesionalisme arsitek di Indonesia, sekaligus
menjawab kebutuhan tenaga arsitek bersertifikasi yang semakin mendesak di
tengah pesatnya pembangunan nasional.

Di tengah maraknya pembangunan
kota dan infrastruktur—termasuk proyek strategis nasional seperti Ibu Kota
Negara (IKN)—Indonesia menghadapi tantangan serius dalam ketersediaan arsitek
profesional. Hingga bulan Maret 2025, tercatat sejumlah 5.910 arsitek di
Indonesia yang memiliki Surat Tanda Registrasi Arsitek (STRA), dokumen legal
yang menjadi syarat utama untuk dapat berkarya secara profesional di bidang
arsitektur. Padahal, dengan populasi yang sudah melampaui 280 juta jiwa,
Indonesia membutuhkan rasio arsitek yang jauh lebih tinggi demi mendukung tata
kota yang layak, berkelanjutan, dan adaptif terhadap tantangan lingkungan.

“Ini bukan hanya soal jumlah
lulusan sarjana arsitektur, tapi juga kualitas lulusan yang memenuhi kompetensi
arsitek profesional berstandar global,” ungkap Dr. Ir. Nina Nurdiani, S.T.,
M.T. Dekan Fakultas Teknik BINUS UNIVERSITY.
“Pendidikan Profesi Arsitek
(PPAr) menjadi langkah penting agar lulusan arsitektur Indonesia dapat memenuhi
standar internasional dan memiliki otoritas penuh sebagai arsitek profesional.”

Menurut Nina, berdasarkan standar
International Union of Architects (UIA), seorang arsitek harus menempuh
pendidikan selama minimal lima tahun sebelum memasuki dunia kerja profesional.
Namun, program sarjana di Indonesia umumnya berdurasi empat tahun.
PPAr hadir untuk menutupi kekurangan tersebut, dengan memberikan satu tahun
pendidikan tambahan yang bersifat aplikatif dan profesional, sesuai amanat
Undang-Undang No. 6 Tahun 2017 tentang Arsitek.

Seremoni Potong Tumpeng oleh Dr Reina (Campus Director BINUS Kemanggisan) kepada Albertus Galih Prawata (Penanggung jawab Prodi PPAR BINUS) didampingi oleh Dr Ir Nina Nurdiani (Dekan Fakultas Teknik BINUS University)

Program PPAr BINUS dilaksanakan
selama dua semester dan mencakup mata kuliah utama seperti Studio
Perancangan Arsitektur
serta Kode Etik Profesi Arsitek. Kurikulumnya
dirancang tidak hanya untuk memenuhi standar akademik, tetapi juga untuk
memberikan kesiapan praktis dan etika kerja bagi para calon arsitek.

Lebih dari itu, PPAr BINUS
memiliki dua keunggulan utama yang membedakannya dari program serupa:

(1) Pendekatan kewirausahaan, yang mendorong lulusan untuk tidak hanya bekerja di biro
arsitek, tetapi juga membangun praktik arsitektur mandiri dan berdaya saing;

(2) Pendekatan climate
responsive design
, yaitu
metode perancangan arsitektur yang mempertimbangkan karakteristik iklim lokal
untuk menghasilkan bangunan yang lebih efisien, adaptif, dan berkelanjutan.

“Kami ingin menghasilkan arsitek
yang bukan hanya membangun bangunan, tetapi juga membangun masa depan,” tegas Nina.
“Mahasiswa diajak berpikir lebih luas: bagaimana desain dapat menjadi solusi
untuk isu lingkungan, sosial, dan tata kota.”

Baca Juga :  Musim Kemarau Tiba! Waspadai Risiko dan Siapkan Perlindungan Diri

Aspek keberlanjutan menjadi
perhatian utama dalam pengembangan program ini, terutama mengingat kondisi
geografis dan iklim tropis Indonesia yang rawan terhadap bencana lingkungan
seperti banjir. Arsitek masa depan dituntut tidak hanya memahami aspek estetika
dan struktur, tetapi juga dampak lingkungan dari setiap keputusan desain.

Segenap Pimpinan BINUS University bersama perwakilan asosiasi arsitek dan praktisi arsitektur dalam acara peluncuran PPAr BINUS (Rabu 23 April)

Peluncuran PPAr BINUS ini menjadi
wujud nyata kontribusi institusi pendidikan dalam mendukung profesi arsitek di
Indonesia agar setara dengan standar global. BINUS UNIVERSITY menegaskan
komitmennya untuk terus fostering and empowering the society, melalui
pendekatan pendidikan yang adaptif, solutif, dan relevan dengan dinamika
industri.

Acara peluncuran juga dihadiri
oleh Vice Rector Academic Development BINUS UNIVERSITY, Prof. Dr. Engkos
Achmad Kuncoro, S.E., M.M.
; Direktur BINUS Graduate Program, Prof. Dr.
Sani Muhamad Isa, S.Si., M.Kom
.; praktisi arsitektur, akademisi, serta
perwakilan dari organisasi profesi yaitu Ar. Gregorius Budi Yulianto, IAI, AA selaku Ketua Umum
Ikatan Arsitek Indonesia (Periode 2024 -2027), dan Yulianto Purwono Prihatmaji,
S.T., M.T., IPM., IAI.
, Ketua Asosiasi Pendidikan Arsitektur Indonesia, menyambut positif hadirnya program ini.

Talkshow PPAR dan Masa Depan Arsitek Indonesia bersama Ketua IAI Nasional (tengah) Gregorius Budi Yulianto dan Ketua Asosiasi Pendidikan Profesi Arsitek (kanan) Yulianto Purwono Prihatmaji

Dengan diluncurkannya PPAr, BINUS
UNIVERSITY membuka jalan bagi generasi baru arsitek Indonesia yang tidak hanya
siap bekerja secara profesional, tetapi juga mampu menjawab tantangan kompleks
masa depan—dari urbanisasi hingga perubahan iklim.**

Berita Terkait

OCBC Syariah dan Rumah Wakaf Salurkan Wakaf untuk Dukung Pendidikan & Keterampilan Siswa di Pelosok Garut
Transaksi Kripto Menguat, Pelaku Industri Dukung OJK Perkuat Tata Kelola dan Literasi
Godrej Consumer Products Lanjutkan Ekspansi di Indonesia Dengan Meresmikan Pabrik Baru di Kendal
Ada yang Makin PLUS di neobank Menjelang Akhir Tahun
Prediksi Harga Minyak Hari Ini: WTI Berpotensi Turun ke US$84,95
Dolar dan Yield Jadi Beban, Emas Berpotensi Turun ke US$4.064
FLOQ Hadir di TOKEN2049 Singapore 2026, Jadi Bagian dari Momentum Besar Industri Kripto Global
BRI BO Kalimalang Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:02

OCBC Syariah dan Rumah Wakaf Salurkan Wakaf untuk Dukung Pendidikan & Keterampilan Siswa di Pelosok Garut

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:02

Transaksi Kripto Menguat, Pelaku Industri Dukung OJK Perkuat Tata Kelola dan Literasi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:02

Godrej Consumer Products Lanjutkan Ekspansi di Indonesia Dengan Meresmikan Pabrik Baru di Kendal

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:02

Ada yang Makin PLUS di neobank Menjelang Akhir Tahun

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:02

Prediksi Harga Minyak Hari Ini: WTI Berpotensi Turun ke US$84,95

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:02

FLOQ Hadir di TOKEN2049 Singapore 2026, Jadi Bagian dari Momentum Besar Industri Kripto Global

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:07

BRI BO Kalimalang Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:05

BRI BO Cempaka Mas Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan

Berita Terbaru

Teknologi

Ada yang Makin PLUS di neobank Menjelang Akhir Tahun

Rabu, 7 Okt 2026 - 14:02