Bittime Soroti Dampak Keputusan FOMC terhadap Pasar Kripto - Koran Mandalika

Bittime Soroti Dampak Keputusan FOMC terhadap Pasar Kripto

Rabu, 16 September 2026 - 09:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bittime Soroti Dampak Keputusan FOMC terhadap Pasar Kripto

Bittime menyoroti dampak keputusan FOMC terhadap pergerakan Bitcoin, Ethereum, dan pasar kripto, termasuk pengaruh suku bunga, ekspektasi kebijakan moneter, serta sentimen pasar. Di tengah potensi perubahan volatilitas setelah keputusan The Fed, Bittime Futures menyediakan akses perdagangan futures dengan posisi long maupun short untuk menghadapi berbagai kondisi pasar. Artikel ini juga membahas data long/short dan open interest sebagai gambaran positioning pelaku pasar serta risiko yang perlu diperhatikan dalam futures trading.

Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menilai keputusan FOMC dapat memengaruhi pergerakan aset kripto seperti Bitcoin dan Ethereum melalui perubahan suku bunga, ekspektasi kebijakan moneter, likuiditas, dan sentimen pasar. 

Namun, dampaknya tidak selalu berarti harga kripto akan naik atau turun secara langsung. Respons pasar juga bergantung pada apakah keputusan The Fed sesuai dengan ekspektasi, serta bagaimana pelaku pasar menilai arah kebijakan moneter berikutnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan jadwal resmi Federal Reserve, FOMC menggelar pertemuan pada 15–16 September 2026 waktu AS. Selain keputusan suku bunga, pasar juga akan mencermati pernyataan dan proyeksi ekonomi The Fed untuk melihat arah kebijakan berikutnya.

Mengapa FOMC Dapat Memengaruhi Aset Kripto?

Pengaruh FOMC terhadap aset kripto tidak hanya berasal dari keputusan suku bunga, tetapi juga dari perubahan ekspektasi pasar. Data ekonomi seperti inflasi menjadi salah satu indikator yang diperhatikan karena dapat mengubah perkiraan terhadap arah kebijakan The Fed.

Hal tersebut terlihat pada Juni 2026. Berdasarkan laporan CoinDesk pada Juli 2026 data inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan membuat probabilitas kenaikan suku bunga The Fed turun dari 43% menjadi 13%. Pada saat yang sama, Bitcoin naik sekitar 3,6% ke sekitar US$64.800, sedangkan Ether naik sekitar 5,3%. 

Baca Juga :  HUT Jakarta ke-499, PAM JAYA Anugerahkan Jakarta Water Hero 2026 dan Rekor MURI Sambungan Rumah

Menjelang FOMC September, perhatian pasar kembali tertuju pada perkembangan inflasi. Reuters melaporkan bahwa CPI AS pada Agustus naik 0,4% secara bulanan dan 3,4% secara tahunan. Perkembangan tersebut mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga pada pertemuan September.

“FOMC menjadi salah satu faktor makroekonomi yang penting untuk diperhatikan karena keputusan dan komunikasi The Fed dapat memengaruhi ekspektasi pasar. Namun, dampaknya terhadap aset kripto tetap perlu dilihat bersama faktor ekonomi dan kondisi pasar lainnya,” ujar Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn. 

Respons Bitcoin dan Ethereum Tidak Selalu Sama

Pergerakan Bitcoin dan Ethereum setelah FOMC dapat bergantung pada bagaimana keputusan The Fed dibandingkan dengan ekspektasi yang telah terbentuk. Keputusan yang sesuai dengan perkiraan pasar dapat menghasilkan respons yang berbeda dibandingkan kebijakan yang lebih hawkish atau dovish dari perkiraan.

Selain itu, dampak kebijakan moneter dapat tercermin sebelum keputusan FOMC diumumkan karena pelaku pasar terus menyesuaikan posisi berdasarkan data ekonomi terbaru.

“Yang perlu diperhatikan bukan hanya keputusan suku bunganya, tetapi juga bagaimana keputusan tersebut dibandingkan dengan ekspektasi pasar. Pernyataan dan proyeksi The Fed juga dapat menjadi perhatian karena memberikan gambaran mengenai arah kebijakan berikutnya,” kata Ryan.

Meski demikian, FOMC bukan satu-satunya faktor yang memengaruhi harga aset kripto. Kondisi ekonomi AS, pergerakan dolar, likuiditas global, arus dana, sentimen pasar, serta perkembangan di industri kripto juga dapat memengaruhi pergerakan Bitcoin, Ethereum, dan aset lainnya.

Data Derivatif Memberikan Gambaran Sentimen Pasar

Selain pergerakan harga, data pasar derivatif seperti long/short positions dan open interest dapat memberikan gambaran tambahan mengenai positioning pelaku pasar di tengah ketidakpastian.

Berdasarkan data pasar global (Binance/USA) yang diamati pada 15 September 2026 sore, sebanyak 73,76% investor mengambil posisi long pada kontrak ETHUSDT perpetual, sementara 26,24% berada pada posisi short. Long/Short Ratio tercatat sebesar 2,81.

Baca Juga :  ASEAN–India Bazaar 2026 Hadir di Jakarta, Satukan Budaya, Bisnis, dan Komunitas dalam Satu Perayaan

Sementara itu, pada kontrak BTCUSDT perpetual, sebanyak 58,88% akun secara global berada pada posisi long, sedangkan 41,12% mengambil posisi short. Rasio long/short tercatat 1,43.

Posisi long dan short menunjukkan eksposur pelaku pasar terhadap pergerakan harga, sedangkan open interest menunjukkan jumlah kontrak derivatif yang masih terbuka. Data tersebut dapat digunakan untuk memahami perubahan positioning sebelum dan setelah agenda ekonomi penting seperti FOMC.

Namun, data positioning bukan merupakan indikator pasti mengenai arah harga. Posisi dapat berubah dengan cepat ketika volatilitas meningkat setelah rilis data ekonomi atau keputusan bank sentral.

“Data long, short, dan open interest dapat memberikan konteks mengenai sentimen serta aktivitas di pasar derivatif. Tetapi data tersebut tidak dapat dianggap sebagai kepastian arah harga karena positioning dapat berubah dengan cepat ketika kondisi pasar berubah,” jelas Ryan.

Di tengah kondisi pasar yang dapat berubah setelah agenda ekonomi penting, Bittime Futures menyediakan akses terhadap perdagangan futures aset kripto yang memungkinkan pengguna mengelola posisi long maupun short.

Fleksibilitas tersebut dapat digunakan untuk menghadapi berbagai kondisi pasar, tetapi futures trading juga memiliki risiko, termasuk risiko dari pergerakan harga dan penggunaan leverage. Pengguna perlu memahami karakteristik produk dan risikonya sebelum melakukan transaksi.

Pada akhirnya, FOMC dapat menjadi salah satu katalis bagi pasar kripto, tetapi bukan satu-satunya faktor yang menentukan pergerakan harga. Memahami kebijakan The Fed, data ekonomi AS, ekspektasi pasar, dan kondisi pasar secara keseluruhan tetap penting untuk melihat dinamika aset kripto secara lebih menyeluruh.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Gimana Cara Buat AI Agent yang ‘Like A Real Agent’ untuk Bisnis?
ACM Exchange Jalin Kerja Sama dengan London Metal Exchange untuk Memperkuat Industri Perdagangan Komoditas Global
Masuki Kuartal IV 2026, BRI Finance Siapkan Strategi Pendanaan melalui Obligasi
Waskita Beton Precast Raih Peningkatan Skor Green Product Readymix menjadi 90,5 dan Pertahankan Predikat Gold
Gaya Hidup Sehat, Keuangan Tetap Terjaga: Biasakan Menabung dari Pengeluaran Kecil
Amryan Fajri, Mantri BRI di Teras Kapal Bahtera Seva 1: Mengabdi, Menjangkau, dan Melayani Masyarakat Kepulauan Seribu dengan Penuh Dedikasi.
Bank Mandiri Taspen Ajak Nasabah Pensiunan Hidup Sehat dan Aktif Melalui Program Mantap Bergerak di Ngawi
DARI PANGGUNG MODEL KE LAYAR LEBAR: TASYA, REMAJA TULI BERPRESTASI YANG MENEMBUS DUNIA PERFILMAN

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 07:33

Awas! Nyamuk dan Air Kencing Tikus Mengintai Lombok Tengah, Dinkes: Jangan Tunggu Sakit Baru Bergerak

Minggu, 1 November 2026 - 16:36

Jaga Wajah Wisata Indonesia: Gerindra & Duta Lingkungan Sulap Kuta Lombok Jadi Pelopor ASRI

Minggu, 1 November 2026 - 13:04

Gaya Koboi Maulidi Serap Aspirasi: Disapa Guyonan, Pulang Bawa Segepok PR Warga

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:52

Olah Kelapa Jadi VCO CocoSam, Samsudin Asal Sukadana Lombok Tengah Raih Juara I Pemuda Pelopor NTB

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:25

Dari Sapi Hingga Seragam Posyandu: Peta Kebutuhan Warga Jontlak yang Masuk Catatan Haji Supli

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:54

Modal Silaturahmi dan Loyalitas, Lalu Basarudin Pimpin Perolehan Suara Sementara Pilkades Kateng

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:05

MotoGP Mandalika: Perputaran Rp5,2 Triliun dan Kisah 20 Srikandi NTB Jaga Lintasan MotoGP 2026

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:34

Angka Kemiskinan Lombok Tengah Turun Jadi 10,34 Persen, Kualitas Kesejahteraan Membaik

Berita Terbaru