Koran Mandalika, Lombok Tengah – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Tengah, mencatat pendistribusian air bersih ke wilayah terdampak kekeringan sampai dengan Oktober 2026, lebih sedikit jika dibandingkan tahun sebelumnya.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Loteng, Lalu Wirya Adi Putra.
“Kalau versi kita BPBD ini kalau dibandingkan dengan tahun kemarin sampai bulan ini lebih banyak tahun kemarin yang kita distribusikan, kalau sampai bulan ini,” katanya, Selasa (20/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, pihaknya masih memantau perkembangan jumlah kebutuhan hingga November 2026 nanti. Artinya, tidak menutup kemungkinan adanya peningkatan jumlah distribusi.
“Tetapi kita tahu nih pembandingnya agak panjang. Kita tahu akhir bulan Oktober, November ni seperti apa,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, salah satu faktor berkurangnya distribusi air bersih dari BPBD dikarenakan di beberapa wilayah telah terbantu oleh program pengairan dari pemerintah.
“Sama kayak di Praya Barat Daya di Serage itu kan ada program bong belek apa namanya. Artinya, airnya yang kita rapatkan ke perkampungan sehingga tidak minta lagi,” ungkapnya.
Diketahui sebelumnya, berdasarkan laporan BPBD Lombok Tengah Tahun 2026, sembilan kecamatan terdampak kekeringan selama musim kemarau.
Berikut kecamatan di Lombok Tengah yang terdampak kekeringan. Di antaranya, Praya Timur, Jonggat, Praya Tengah, Pujut, Praya, Praya Barat, Praya Barat Daya, Kopang, dan Pringgarata. (dik)

