BRI-MI Inisiasi Pembentukan DINFRA Climate Resilience Fund: Mendorong Akselerasi Pendanaan Strategis untuk Ketahanan Iklim Indonesia - Koran Mandalika

BRI-MI Inisiasi Pembentukan DINFRA Climate Resilience Fund: Mendorong Akselerasi Pendanaan Strategis untuk Ketahanan Iklim Indonesia

Rabu, 7 Mei 2025 - 19:12

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PT BRI Manajemen Investasi (BRI-MI) bersama dengan United Nation Capital Development Fund (UNCDF) dan United Nation Environment Program (UNEP) melakukan inisiasi pembentukan Kontrak Investasi Kolektif Dana Infrastruktur Climate Resilience Fund (DINFRA-CRF), sebuah inisiatif pembiayaan inovatif yang bertujuan mendukung proyek-proyek berbasis keberlanjutan dalam menghadapi perubahan iklim di Indonesia. Pembentukan DINFRA-CRF ini didukung penuh oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia.

JAKARTA, 6 Mei 2025 – PT BRI Manajemen Investasi
(BRI-MI) bersama dengan United Nation Capital Development Fund (UNCDF) dan
United Nation Environment Program (UNEP) melakukan inisiasi pembentukan Kontrak
Investasi Kolektif Dana Infrastruktur Climate Resilience Fund (DINFRA-CRF),
sebuah inisiatif pembiayaan inovatif yang bertujuan mendukung proyek-proyek
berbasis keberlanjutan dalam menghadapi perubahan iklim di Indonesia. Pembentukan
DINFRA-CRF ini didukung penuh oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
Republik Indonesia.

Direktur Utama BRI-MI, Tina
Meilina mengatakan bahwa DINFRA CRF diformulasikan untuk menjembatani
kesenjangan pembiayaan iklim dengan menarik investasi dari berbagai sumber,
termasuk lembaga keuangan internasional, perusahaan asuransi, dana pensiun,
modal ventura, dan lembaga filantropi lainnya.

“Peluncuran DINFRA CRF
merupakan implementasi strategis dalam menghadirkan instrumen investasi yang
tidak hanya selaras dengan prioritas pembangunan saat ini, tetapi juga
memberikan kontribusi signifikan terhadap penguatan ketahanan iklim nasional untuk
jangka panjang,” ungkap Tina Meilina.

Sebagai informasi tambahan,
produk DINFRA CRF dirancang untuk mendukung proyek-proyek strategis yang
mencakup sustainable power plant, ekosistem kendaraan listrik (electric
vehicle
), carbon credit, serta inisiatif konservasi seperti
restorasi mangrove dan lahan basah. Portofolio diversifikasi ini berkontribusi
secara signifikan pada upaya Indonesia dalam mencapai target penurunan emisi
gas rumah kaca sebesar 31,89% pada tahun 2030 dengan upaya sendiri, sesuai
dengan komitmen yang ditetapkan dalam Nationally Determined Contributions
(NDC) Indonesia di bawah kerangka Perjanjian Paris.

“Dengan target mitigasi
emisi sebesar 128 juta ton CO₂ hingga tahun 2030, DINFRA CRF diproyeksikan
menjadi akselerator strategis dalam memperkuat fondasi ekonomi hijau dan
meningkatkan ketahanan iklim nasional Indonesia,” papar Tina Meilina.

Baca Juga :  Panduan Mudah Membaca dan Memahami Altcoin Season Index

“Lebih lanjut, DINFRA CRF
berkomitmen untuk memobilisasi investasi sektor swasta dalam ekosistem
berkelanjutan dan lingkungan melalui diversifikasi instrumen investasi,
meliputi green bonds, penyertaan modal pada perusahaan tertutup, serta hybrid
financing
. Pendekatan ini mengimplementasikan nilai-nilai lingkungan dan
tanggung jawab sosial secara terintegratif guna memperkuat mitigasi perubahan
iklim dan mendorong akselerasi pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

“DINFRA CRF merupakan
manifestasi lebih dari sekadar instrumen pembiayaan konvensional. Instrumen ini
merepresentasikan mekanisme kolaboratif strategis yang menghubungkan ekosistem
investasi dengan dampak substantif pada tiga pilar utama—lingkungan, sosial,
dan ekonomi nasional,” jelas Tina Meilina mengakhiri keterangannya.

Melalui inisiatif strategis ini,
BRI-MI memperkuat sinergi lintas sektor untuk mengakselerasi ekonomi hijau dan
memperluas partisipasi sektor swasta dalam agenda mitigasi perubahan iklim
nasional. DINFRA CRF diproyeksikan menjadi model referensi bagi instrumen
pembiayaan mitigasi perubahan iklim yang berkelanjutan, baik dalam konteks
regional ASEAN maupun global.

Berita Terkait

Bitcoin Terkoreksi Hingga Ke $76.000, Bittime Bitcoin Pizza Day Jadi Kesempatan Buy The Deep?
Holding Perkebunan Nusantara Terus Dorong Transisi Energi dan Efisiensi, Pabrik Sawit PTPN IV PalmCo Raih PROPER Hijau
Proyek EPC Coal Handling Facility Inpit Conveyor Banko antara PT Krakatau Baja Konstruksi dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk Rampung di Awal 2026
KAI Daop 2 Bandung Mencatat Tanggal 17 Mei 2026 sebagai Puncak Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus
Apakah Bitcoin Akan Menembus US$100.000? Clarity Act dan Sentimen Makro Jadi Sorotan Pasar Kripto
Long Weekend Datang, Pengeluaran Tambah Bengkak? Ini Cara Biar Dompet Tetap Terjaga
60 Persen Ruang Pamer Telah Terjual Saat Industri Otomotif Bersiap Untuk Automechanika Jakarta 2026
Dari Toko Sparepart ke Precision Parts Sourcing: Transformasi Bisnis Otomotif di Era Digital

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 20:00

Bitcoin Terkoreksi Hingga Ke $76.000, Bittime Bitcoin Pizza Day Jadi Kesempatan Buy The Deep?

Senin, 18 Mei 2026 - 20:00

Holding Perkebunan Nusantara Terus Dorong Transisi Energi dan Efisiensi, Pabrik Sawit PTPN IV PalmCo Raih PROPER Hijau

Senin, 18 Mei 2026 - 19:00

Proyek EPC Coal Handling Facility Inpit Conveyor Banko antara PT Krakatau Baja Konstruksi dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk Rampung di Awal 2026

Senin, 18 Mei 2026 - 19:00

KAI Daop 2 Bandung Mencatat Tanggal 17 Mei 2026 sebagai Puncak Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus

Senin, 18 Mei 2026 - 18:00

Apakah Bitcoin Akan Menembus US$100.000? Clarity Act dan Sentimen Makro Jadi Sorotan Pasar Kripto

Senin, 18 Mei 2026 - 17:00

60 Persen Ruang Pamer Telah Terjual Saat Industri Otomotif Bersiap Untuk Automechanika Jakarta 2026

Senin, 18 Mei 2026 - 17:00

Dari Toko Sparepart ke Precision Parts Sourcing: Transformasi Bisnis Otomotif di Era Digital

Senin, 18 Mei 2026 - 16:00

Hilirisasi Tembaga Jadi Kunci Kemandirian Industri Pertahanan RI

Berita Terbaru