Cara Kerja Sistem Anti Drone: Deteksi, Jamming, dan Spoofing dari LZ Tech - Koran Mandalika

Cara Kerja Sistem Anti Drone: Deteksi, Jamming, dan Spoofing dari LZ Tech

Senin, 7 September 2026 - 08:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sistem anti drone LZ Tech kini tersedia di Indonesia untuk mendeteksi, melacak, dan menetralisir drone tanpa izin di sekitar bandara, kilang, pembangkit listrik, dan kawasan industri. Teknologinya membaca sinyal radio antara drone dan pengendalinya, mengenali model drone dengan akurasi hingga 97 persen, dan menjangkau deteksi lebih dari 10 km.

Jumlah drone di ruang udara rendah terus bertambah, dan tidak semuanya terbang dengan izin. Satu drone kecil yang masuk ke area bandara atau kilang dapat menghentikan operasi penerbangan, mengintai fasilitas, bahkan membahayakan keselamatan. Radar biasa sulit menangkap target sekecil dan secepat itu pada ketinggian rendah. Sistem anti drone hadir untuk menutup celah ini.

Sistem anti drone, disebut juga counter-UAS, bekerja bertingkat: mendeteksi, mengidentifikasi, melacak, lalu menetralisir drone tanpa izin. Solusi LZ Tech yang tersedia melalui Halo Robotics berbasis RF detection, yaitu membaca komunikasi radio antara drone dan pengendalinya. Dari pembacaan itu, sistem mengenali model drone tertentu, membedakannya dari burung, bahkan mendeteksi drone sebelum lepas landas. Kamera opto-elektronik dan kecerdasan buatan menjaga target tetap terlacak pada malam hari maupun cuaca buruk, dengan akurasi pengenalan hingga 97 persen dan basis data sekitar 1.000 model drone dari lebih dari 30 merek.

Lini solusinya menyesuaikan kebutuhan. HDJS 1.0 adalah perangkat genggam untuk respons cepat, mendeteksi drone lalu memutus kendalinya sampai memaksa mendarat. Untuk perlindungan yang berpindah, tersedia unit portabel dan versi yang dipasang di kendaraan. Untuk fasilitas permanen, DFJS835 bekerja 24 jam: mengenali model, ID, dan band sinyal drone, menandai posisi drone sekaligus pilotnya, merekam lintasan penerbangan, dan mengekspor laporan dalam format CSV atau PDF. Jangkauan jamming-nya mencapai 3 km, bodinya berperingkat IP66 untuk pemasangan luar ruangan, dan jangkauan deteksinya lebih dari 10 km.

Baca Juga :  Rekor!, Public Gold Mencapai 1,8 Juta Pelanggan

Untuk menghalangi drone, sistem memakai jamming, yaitu memutus sinyal kendali, atau spoofing, yaitu memancarkan sinyal navigasi palsu agar drone salah menentukan posisi lalu dapat dipaksa mendarat. Penggunaan jamming dan spoofing diatur secara hukum dan hanya boleh dilakukan pihak yang berwenang. Solusi ini paling dibutuhkan di bandara, infrastruktur energi seperti kilang dan pembangkit listrik, pelabuhan, serta kawasan industri dan pertambangan.

Selengkapnya: Anti Drone System: Cara Kerja & Solusi

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

FLOQ Perkenalkan KOL Watchlist, Apa Saja Aset Kripto yang Dipantau?
KAI Daop 2 Bandung Fokus Keselamatan Perjalanan Kereta di Perlintasan Sebidang
BRI Region 6 Gelar Donor Darah, Wujudkan Kepedulian dan Semangat Berbagi
R. Aditya Soeparno Putra Terpilih sebagai Change Agent Koordinator BRI Region 6 Periode 2026–2027
Bank Raya Gelar RUPSLB 2026, Menuju Bank Digital yang Tumbuh Tangguh Berkelanjutan
Dua Smelter PTFI Kembali Operasi, Kapasitas Hilirisasi Tembaga Nasional Menguat
OCBC Syariah dan Rumah Wakaf Salurkan Wakaf untuk Dukung Pendidikan & Keterampilan Siswa di Pelosok Garut
Transaksi Kripto Menguat, Pelaku Industri Dukung OJK Perkuat Tata Kelola dan Literasi

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:02

FLOQ Perkenalkan KOL Watchlist, Apa Saja Aset Kripto yang Dipantau?

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:02

KAI Daop 2 Bandung Fokus Keselamatan Perjalanan Kereta di Perlintasan Sebidang

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:02

BRI Region 6 Gelar Donor Darah, Wujudkan Kepedulian dan Semangat Berbagi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:02

R. Aditya Soeparno Putra Terpilih sebagai Change Agent Koordinator BRI Region 6 Periode 2026–2027

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:02

Bank Raya Gelar RUPSLB 2026, Menuju Bank Digital yang Tumbuh Tangguh Berkelanjutan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:02

OCBC Syariah dan Rumah Wakaf Salurkan Wakaf untuk Dukung Pendidikan & Keterampilan Siswa di Pelosok Garut

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:02

Transaksi Kripto Menguat, Pelaku Industri Dukung OJK Perkuat Tata Kelola dan Literasi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:02

Godrej Consumer Products Lanjutkan Ekspansi di Indonesia Dengan Meresmikan Pabrik Baru di Kendal

Berita Terbaru