“Cara Membuat Uang Bekerja Untuk Kita” : Kisah Pipo Hargiyanto Kaya dari Passive Income Properti - Koran Mandalika

“Cara Membuat Uang Bekerja Untuk Kita” : Kisah Pipo Hargiyanto Kaya dari Passive Income Properti

Jumat, 25 April 2025 - 14:09

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

“Masih ragu bisnis properti karena taunya butuh modal besar? Orang-orang nggak kenal strategi KOMODO, sih,”
Pipo Hargiyanto, seorang investor properti dengan total aset mencapai 55 properti, berkelakar membuka wawancara dengan Sekali Seumur Hidup. Di balik kelakarnya, strategi jitu KOMODO untuk bisnis properti tanpa modal memang telah dipraktikannya selama 17 tahun.
Hasil dari bisnis properti itu kini mampu mendatangkan arus uang yang tak henti, tanpa perlu bekerja keras atau turun langsung ke lapangan.
Bagaimana kisahnya?

Dari Kredit Analis ke Investor Properti

Perjalanan Pipo dimulai dari dunia kerja sebagai kredit analis di Jakarta. Saat itu, ia banyak melihat bagaimana aset seperti mobil sewaan bisa membiayai angsurannya sendiri. Ide ini melekat dalam pikirannya.

Setelah membaca buku Rich Dad Poor Dad, ia makin yakin bahwa aset seharusnya bisa menghasilkan income lebih besar dari cicilannya. Konsep sederhana, tapi butuh waktu bertahun-tahun hingga benar-benar bisa dipraktikkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

2005–2008: Mencari Properti yang “Nyicil Dirinya Sendiri”

Pipo sempat keliru. Awalnya ia mencari rumah sewaan, tapi tak ada satupun yang penghasilannya melebihi angsuran. Sampai akhirnya, ia menemukan model properti yang mampu mengangsur dirinya sendiri ketika sang istri mencari kos-kosan di daerah Karet. Saat itu, ia menyadari di konteks Indonesia mungkin bukan rumah sewa, tetapi kos/kontrakan.

Baca Juga :  KAI Berikan Bantuan Teknologi Air Bersih bagi Masyarakat Kradenan dan Toroh

Dari situlah pencerahan datang. Ia menemukan properti 20 pintu kontrakan di Karawaci seharga Rp550 juta dengan cicilan Rp7 juta/bulan, sementara potensi income dari sewa mencapai Rp11 juta/bulan.

Masalahnya berikutnya tiba: ia tak punya uang untuk DP. Dari sana Pipo akhirnya mencari cara untuk kredit dan pinjaman bank untuk DP-nya. 

Dengan memilih properti dengan bisnis di atasnya juga pengelolaan dana yang baik, Pipo yakin pada akhirnya properti tersebut bisa melunasi dirinya sendiri.

Bangkrut & Titik Balik

Pada tahun 2008, Pipo mengalami kebangkrutan karena bisnisnya gagal dibayar Rp200 juta oleh klien. Akan tetapi, justru dari keterpurukan itu, ia menemukan properti yang benar-benar cocok : 3 ruko di Daan Mogot, yang jika disulap jadi kos 28 kamar bisa menghasilkan Rp18 juta/bulan, sementara angsurannya hanya Rp15 juta. 

Itulah properti pertamanya yang resmi ia beli tanpa modal pribadi, dan langsung menghasilkan income > angsuran. 

Dari Properti ke Bisnis, dari Bisnis ke Komunitas

Tak berhenti di properti, Pipo mulai merambah dunia franchise: minimarket, warteg, toko roti, hingga franchise ban motor.

Namun, ia menyadari satu hal penting:

“Saya bukan jago bisnis. Tapi saya jago membangun properti, mengelola keuangan, dan menghubungkan orang-orang.”

Baca Juga :  Mathmaji, aplikasi pembelajaran matematika global bergaya Jepang, meraih respons positif di Mid Term Fair Indonesia

Alih-alih mengelola sendiri, ia membiarkan orang lain menjalankan bisnis di atas propertinya, sementara ia mengatur sisi properti dan pembiayaannya.

3 Pilar Strategi KOMODO

Kuasai PropertiFokus pada lokasi, potensi sewa, dan hitungan ROI jangka panjang.

Bangun Bisnis di AtasnyaTak harus bisnis sendiri — bisa kolaborasi, joint venture, atau franchise.

Kendalikan KeuanganCari modal itu mudah. Yang sulit adalah membayar angsurannya secara konsisten. Maka pastikan income > angsuran.

Komunitas PIPO: Dari Indonesia ke Dunia

Sejak 2016, Pipo membentuk komunitas edukasi properti bernama PIPO. Saat ini, anggotanya tersebar dari Sabang sampai Merauke, bahkan hingga AS, Belanda, hingga Kuwait.

Yang membanggakan: banyak member kini memiliki minimarket dan properti lebih banyak dari yang ia miliki sendiri. “Saya paling senang dengar cerita member yang dulu susah, sekarang punya bisnis dan properti yang menghasilkan. Itu kepuasan tersendiri,” ungkapnya.

Passive Income adalah Keniscayaan

Pipo percaya, setiap orang harus bangun passive income — entah lewat properti, bisnis, atau kombinasi keduanya. Karena satu saat nanti, waktu akan menjadi batas alami manusia. 

“Kerja boleh ogah, ngangsurnya ogah, DP-nya ogah… tapi income-nya ngalir. Itulah nikmat passive income,” pungkasnya.

Dan ia sedang mempersiapkan langkah lebih besar: platform crowdfunding properti agar masyarakat bisa ikut berinvestasi kecil-kecilan dan punya aset nyata.

Berita Terkait

Perkuat Ekosistem Layanan Rumah Sakit, BRI Insurance Hadirkan Medical Malpractice Insurance
Kekeringan di Banyumas, Bank Mandiri Taspen Bantu Penuhi Kebutuhan Air Bersih Warga
OSL Indonesia Hadirkan Launchpool Solana, Bagikan hingga Rp100 Juta Rewards Pool
Triwulan III 2026, KAI Daop 2 Bandung Layani Lebih dari 1,37 Juta Pengguna Jasa KA Jarak Jauh, Tumbuh 10 Persen
Barang Branded Pertama: Cara Menabung agar Bisa Membelinya
FisTx Lengkapi NAWASENA Water Test Kit dengan Varian Nitrit, Pantau Tiga Parameter Kunci Tambak Lebih Mudah dan Terjangkau
Doran Gadget 23 Mall Semarang Resmi Dibuka, Perkuat Jaringan Ritel di Jawa Tengah
CEO Masters Indonesia 2026 Sukses Digelar Perdana di Jakarta, Lahirkan Juara dan Pererat Koneksi Pemimpin Bisnis

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 23:02

Perkuat Ekosistem Layanan Rumah Sakit, BRI Insurance Hadirkan Medical Malpractice Insurance

Senin, 12 Oktober 2026 - 23:02

Kekeringan di Banyumas, Bank Mandiri Taspen Bantu Penuhi Kebutuhan Air Bersih Warga

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:02

OSL Indonesia Hadirkan Launchpool Solana, Bagikan hingga Rp100 Juta Rewards Pool

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:02

Triwulan III 2026, KAI Daop 2 Bandung Layani Lebih dari 1,37 Juta Pengguna Jasa KA Jarak Jauh, Tumbuh 10 Persen

Senin, 12 Oktober 2026 - 19:02

Barang Branded Pertama: Cara Menabung agar Bisa Membelinya

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:02

Doran Gadget 23 Mall Semarang Resmi Dibuka, Perkuat Jaringan Ritel di Jawa Tengah

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:02

CEO Masters Indonesia 2026 Sukses Digelar Perdana di Jakarta, Lahirkan Juara dan Pererat Koneksi Pemimpin Bisnis

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:02

JETE 23 Mall Semarang Sudah Dibuka, Bawa Konsep Experience Store & Produk Unggulan

Berita Terbaru