Video Pengakuan Eks Santriwati Viral, Dinsos P3A NTB Buka Suara - Koran Mandalika

Video Pengakuan Eks Santriwati Viral, Dinsos P3A NTB Buka Suara

Selasa, 22 September 2026 - 13:16

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koran Mandalika, Mataram – Pulau Lombok kembali menjadi sorotan usai munculnya video pengakuan dari mantan santriwati yang diduga mengalami kekerasan seksual oleh oknum pimpinan di salah satu pondok pesantren.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) NTB, Ahmad Masyhuri, menyampaikan bahwa proses hukum telah berjalan dan korban sudah berada pada kondisi yang baik.

“Proses ini jalan proses hukumnya dan si korban sudah lebih stabil dari sebelumnya,” kata Masyhuri, Selasa (22/9).

Masyhuri mengatakan pihaknya hanya menangani tindakan kekerasannya saja dan tidak memiliki kewenangan atas proses ataupun sanksi terhadap ponpes yang bersangkutan.

“Kalau kita kan hanya menangani tindak kekerasan yang terjadi pada korban dan tindakan pencegahannya yang paling penting. Mudah-mudahan kedepannya tidak terjadi,” jelasnya.

Ia menuturkan pihaknya bersama Kantor Wilayah Kemenag NTB telah menyiapkan berbagai langkah pencegahan, seperti pembentukan satgas dan nomor aduan.

“Satgas sudah ditandatangani pak gubernur tinggal diaktivasi kegiatan, kan sama Kemenag izinnya,” tutur Masyhuri.

Terlebih, nomor aduan yang sudah dibuat akan dicetak dan disebarkan ke tiap-tiap sekolah.

Baca Juga :  Lampaui Bali dan NTT, NTB Operasikan Sekolah Rakyat Terbanyak di Nusa Tenggara

“Kami nanti di APBD Perubahan itu nanti ada kayak mencetak nomor aduan itu kemudian kita tempel di sekolah, madrasah, tempat-tempat strategis,” ujar Masyhuri.

Menurutnya, semua pihak harus terlibat pada penyelesaian masalah ini. Pasalnya, yang menjadi korban bukan satu atau dua orang.

“Kalau ngomong soal perempuan itu banyak banget, sama dengan anak. Rata-rata juga korban kan perempuan, anak kan sekolah. Memang banyak sekali kan orang nya, jadi kita endak bisa sendiri,” ucap Masyhuri. (dik)

Berita Terkait

Dua Bulan Puasa Es dan Gorengan, Khairunnisa Sukses Juara MTQ Nasional 2026
PPPK Paruh Waktu Menanti Kepastian Jadi ASN, BKN: Masih Tahap Pematangan
Gemilang di Semarang, NTB Naik ke Peringkat 9 MTQ Nasional
Alasan Dana Bansos NTB Naik, Kadinsos P3A: Rp36,11 Miliar untuk Desa Berdaya
Gubernur NTB: Konektivitas Jadi Urat Nadi Pembangunan
Inspektorat Review Pokir DPRD NTB, Muzihir: Kita Terima, Daripada Berurusan dengan KPK
DPRD NTB Soroti Rebutan Penumpang di Kuta Mandalika, Pemkab Diminta Cari Solusi
Pemprov NTB Optimistis Capai Target Pendapatan dan Perbaiki Tata Kelola APBD Perubahan 2026

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 13:02

Gelar ICCE 2026, ICCA Hadirkan Konferensi Layanan Pelanggan dan Pameran Teknologi di Jakarta

Selasa, 22 September 2026 - 13:02

Laba BRI Finance Melesat 89% hingga Juli 2026

Selasa, 22 September 2026 - 13:02

Laba BRI Finance Melonjak 91,2% hingga Semester I2026, Ditopang Segmen Ini

Selasa, 22 September 2026 - 12:02

Dari Masalah di Sekitar, Telkom AI Center Bandung Himpun Ide untuk Local AI Use Case

Selasa, 22 September 2026 - 12:02

Telkom AI Connect Papua Dorong Anak Muda Eksplorasi AI dalam Dunia Fotografi

Selasa, 22 September 2026 - 11:02

PTPN Group Dukung Kesejahteraan dan Pendidikan Anak Panti Asuhan di Semarang

Selasa, 22 September 2026 - 11:02

KA Srilelawangsa Tertemper Kendaraan di Perlintasan Resmi Terjaga Binjai, Perjalanan Kereta Tetap Aman

Selasa, 22 September 2026 - 11:02

KAI Bandara Catat Pertumbuhan Penumpang hingga Agustus 2026, KA Srilelawangsa Tumbuh Positif

Berita Terbaru

Teknologi

Laba BRI Finance Melesat 89% hingga Juli 2026

Selasa, 22 Sep 2026 - 13:02