Cara Mengenali Saham Berisiko Tinggi di Pasar Modal - Koran Mandalika

Cara Mengenali Saham Berisiko Tinggi di Pasar Modal

Jumat, 20 Maret 2026 - 15:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dalam dunia investasi saham, tidak semua saham memiliki tingkat risiko yang sama. Beberapa saham memiliki volatilitas tinggi dan pergerakan harga yang tidak stabil, sehingga berisiko tinggi bagi investor, terutama pemula.

Saham berisiko tinggi sering kali menarik karena menawarkan potensi keuntungan besar dalam waktu singkat. Namun, di balik potensi tersebut terdapat risiko kerugian yang juga besar.

Oleh karena itu, penting bagi investor untuk memahami cara mengenali saham berisiko tinggi agar dapat mengambil keputusan investasi yang lebih bijak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Apa Itu Saham Berisiko Tinggi?

Saham berisiko tinggi adalah saham yang memiliki pergerakan harga yang tidak stabil, likuiditas rendah, serta rentan terhadap spekulasi pasar.

Biasanya, saham jenis ini sering mengalami kenaikan dan penurunan harga yang ekstrem dalam waktu singkat tanpa didukung oleh fundamental yang kuat.

Salah satu contoh yang sering dibahas adalah saham gorengan. Untuk memahami lebih dalam, Anda dapat membaca artikel apa itu saham gorengan? kenali ciri dan risikonya.

Ciri-Ciri Saham Berisiko Tinggi

Agar tidak terjebak dalam saham berisiko tinggi, berikut beberapa ciri yang perlu diperhatikan:

1. Pergerakan Harga yang Tidak Wajar

Saham berisiko tinggi biasanya mengalami lonjakan harga yang drastis dalam waktu singkat tanpa adanya berita atau kinerja perusahaan yang mendukung.

Kenaikan harga yang tidak wajar ini sering kali diikuti oleh penurunan tajam yang dapat merugikan investor.

2. Likuiditas Rendah

Saham dengan volume transaksi yang rendah cenderung lebih mudah dimanipulasi. Kurangnya aktivitas perdagangan membuat harga saham lebih mudah digerakkan oleh pihak tertentu.

Baca Juga :  Evista Hadirkan Promo Spesial Sewa IONIQ 5 Hanya Rp900 Ribuan

Hal ini meningkatkan risiko bagi investor karena sulit untuk keluar dari posisi saat harga turun.

3. Fundamental Perusahaan Lemah

Perusahaan dengan kinerja keuangan yang kurang baik sering kali memiliki saham yang lebih berisiko.

Jika perusahaan tidak memiliki pendapatan yang stabil atau mengalami kerugian terus-menerus, maka harga sahamnya cenderung tidak stabil.

4. Banyak Dipromosikan Secara Berlebihan

Saham berisiko tinggi sering kali dipromosikan secara agresif melalui berbagai media atau komunitas.

Promosi ini biasanya bertujuan untuk menarik minat investor agar membeli saham tersebut sehingga harga naik.

Namun, setelah harga naik, pelaku pasar tertentu dapat menjual sahamnya dan menyebabkan harga turun drastis.

5. Kapitalisasi Pasar Kecil

Saham dengan kapitalisasi pasar kecil cenderung lebih volatil dibandingkan saham perusahaan besar.

Perusahaan kecil lebih rentan terhadap perubahan kondisi pasar dan memiliki risiko yang lebih tinggi.

Risiko Berinvestasi di Saham Berisiko Tinggi

Berinvestasi di saham berisiko tinggi dapat memberikan potensi keuntungan yang besar, tetapi juga memiliki risiko kerugian yang signifikan.

Beberapa risiko yang perlu diperhatikan antara lain:

Kerugian besar dalam waktu singkat akibat volatilitas tinggi
Sulit menjual saham saat harga turun karena likuiditas rendah
Rentan terhadap manipulasi pasar
Tidak adanya dukungan fundamental yang kuat

Oleh karena itu, investor perlu berhati-hati dan tidak hanya tergiur oleh potensi keuntungan.

Tips Menghindari Saham Berisiko Tinggi

Untuk mengurangi risiko, berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan:

Baca Juga :  Kenapa Bisnis Anda Gagal Scale-Up? Ini 3 Masalah Operasional yang Harus Diatasi

Melakukan analisis fundamental dan teknikal sebelum membeli saham
Tidak mudah percaya pada rekomendasi yang tidak jelas sumbernya
Memilih saham dengan likuiditas tinggi dan fundamental yang kuat
Diversifikasi portofolio untuk mengurangi risiko

Dengan strategi yang tepat, investor dapat menghindari risiko yang tidak perlu dan menjaga kestabilan investasi.

Pentingnya Memilih Platform Trading yang Tepat

Selain memahami karakteristik saham, memilih platform trading yang tepat juga sangat penting.

Melalui broker trading kvb futures, Anda dapat mengakses berbagai instrumen seperti forex, emas, indeks saham, dan komoditas dalam satu platform trading yang terintegrasi.

Dengan dukungan teknologi yang baik, trader dapat memantau pergerakan pasar secara real-time dan mengambil keputusan yang lebih akurat.

Mulai Investasi dengan Bijak

Bagi Anda yang ingin mulai berinvestasi atau trading, langkah pertama adalah memilih platform yang terpercaya dan memahami risiko yang ada di pasar.

Anda dapat membuka akun melalui halaman daftar akun trading di Link Register KVB untuk mulai menjelajahi peluang di pasar keuangan global.

Kesimpulan

Saham berisiko tinggi menawarkan potensi keuntungan besar, tetapi juga memiliki risiko yang tidak kalah besar.

Dengan memahami ciri-ciri saham berisiko tinggi seperti pergerakan harga tidak wajar, likuiditas rendah, dan fundamental yang lemah, investor dapat menghindari kerugian yang tidak perlu.

Pengelolaan risiko yang baik serta pemilihan strategi investasi yang tepat akan membantu menjaga kestabilan portofolio dalam jangka panjang.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Pelindo Perkuat Pemberdayaan Masyarakat Belawan melalui Program Pelatihan dan Pendampingan Vokasi
Barantum, Vendor WhatsApp API Indonesia Terpercaya
MINIMALISME URBAN BERPADU SENI: PURANA DAN PURAGRAPH X AFGANIAL Liveable Art Soirée DI LUMINE, ASHTA DISTRICT 8
Pidato Bersejarah di DPR RI, PM Modi Perkenalkan Visi Gangga-Mahakam bagi Hubungan Indonesia-India
Cara Mengatur Penghasilan Freelance yang Tidak Tetap
LRT Jabodebek Jadi Rujukan ASDP untuk Pengembangan Layanan Transportasi Publik
SUCOFINDO Dukung Pengembangan Wisata Ramah Muslim di Bali melalui Sertifikasi Halal Santhi Restaurant dan Sambal Jelantik
Prabowo dan PM Modi Perkuat Kemitraan Indonesia-India, Sepakati 14 MoU dan Enam Inisiatif Strategis

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 08:06

Lokakarya Revitalisasi Eco-Teologi Jawa Kuno Dorong Kawasan Candi Cetho dan Masyarakat Dusun Cetho Menjadi Pusat Pembelajaran Warisan Budaya Hidup Agraris Jawa Kuno

Rabu, 8 Juli 2026 - 07:56

Sistem Pembayaran Nontunai di Pintu Masuk Pelabuhan Parepare Dapat Respons Positif

Rabu, 8 Juli 2026 - 07:47

Kolaborasi SUCOFINDO–ABPEDNAS Hadirkan Akses Air Bersih bagi Desa Pulau Semambu

Senin, 29 Juni 2026 - 13:36

Bank Raya Bersama Komunitas Tangan Diatas (TDA) Percepat Transformasi dan Pertumbuhan UMKM Lewat GEN TDA Raya

Senin, 22 Juni 2026 - 20:22

Jenis dan Kegunaan Industrial Door dan Dock Leveler dalam Industri

Kamis, 18 Juni 2026 - 14:08

Promo Pembiayaan Kendaraan Bunga 0%, Penawaran Spesial BRI Finance Padang dan Payakumbuh

Kamis, 18 Juni 2026 - 05:59

Mobil Baru Digenggaman, BRI Finance Tawarkan KKB 3,97% Flat

Rabu, 17 Juni 2026 - 21:37

Perkuat Portfolio Berkelanjutan, BRI Finance Tangkap Potensi Pertumbuhan EV

Berita Terbaru

Teknologi

Barantum, Vendor WhatsApp API Indonesia Terpercaya

Rabu, 8 Jul 2026 - 09:02