CEO Telegram Ditangkap, Harga TON Merosot? - Koran Mandalika

CEO Telegram Ditangkap, Harga TON Merosot?

Rabu, 28 Agustus 2024 - 19:20

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pavel Durov, pendiri dan CEO aplikasi Telegram yang berusia 39 tahun, ditangkap sekitar pukul 8 malam pada hari Sabtu (24/08) di bandara Le Bourget di Prancis. Durov yang memiliki kewarganegaraan Prancis-Rusia, ditahan oleh Gendarmerie Transportasi Udara (GTA) setelah turun dari jet pribadinya. Ia didampingi oleh seorang pengawal dan seorang wanita, menurut laporan media Prancis, TF1.

Berita ini telah menimbulkan kekhawatiran yang signifikan di pasar kripto, menyebabkan terjadinya penurunan tajam pada harga Toncoin (TON). Toncoin adalah token asli dari The Open Network, yang memiliki hubungan erat dengan Telegram. Dampak dari berita tersebut terlihat jelas dalam pergerakan harga, mencerminkan ketidakpastian dan kekhawatiran investor mengenai masa depan proyek yang terkait dengan Telegram. 

Beberapa Tuduhan yang Diberikan Durov

Menurut laporan dari Decrypt, pengusaha teknologi berusia 39 tahun ini ditahan oleh Kantor Anti-Penipuan Nasional Prancis. TF1 melaporkan bahwa penangkapan ini terkait dengan berbagai tuduhan serius, termasuk dugaan keterlibatan dalam memfasilitasi kegiatan ilegal melalui platform Telegram. Tuduhan ini mencakup beberapa dugaan pelanggaran hukum yang signifikan, yang melibatkan penggunaan Telegram sebagai sarana untuk aktivitas yang melanggar hukum. Penahanan tersebut mencerminkan perhatian yang semakin besar dari otoritas terhadap peran platform teknologi dalam mendukung atau memfasilitasi kegiatan yang melanggar hukum.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tuduhan-tuduhan tersebut terlibat dalam memfasilitasi terorisme, perdagangan narkoba, penjualan barang curian, penipuan, dan kegiatan ilegal lainnya yang diduga tidak dimoderasi oleh Telegram. Jika terbukti benar, dampaknya bisa besar bagi Durov serta reputasi Telegram dan proyek terkaitnya seperti The Open Network. Saat ini, Telegram belum mengeluarkan pernyataan resmi tentang penangkapan tersebut.

Baca Juga :  BRI Finance Berikan Pembiayaan Mobil Bekas Yang Lebih Terjangkau Bagi Masyarakat

Dampak Kasus Durov pada Harga TON

The Open Network (TON), yang pada awalnya dikembangkan oleh Telegram tetapi kemudian dirilis pada tahun 2020 akibat tekanan regulasi, kini mengalami lonjakan popularitas. Hal ini disebabkan oleh upaya Telegram untuk secara bertahap mengintegrasikan kembali jaringan blockchain ini ke dalam ekosistem mereka. Setelah menghadapi berbagai tantangan regulasi yang memaksa Telegram untuk menghentikan pengembangan langsungnya terhadap TON, platform tersebut kini menunjukkan komitmen baru dengan menghubungkan kembali jaringan blockchain ini, yang mendorong kebangkitan minat dan penggunaan di kalangan komunitas kripto. Integrasi bertahap ini mencerminkan usaha Telegram untuk memanfaatkan potensi penuh dari TON dan mengembalikan relevansinya di pasar.

Setelah penangkapan Durov, harga Toncoin mengalami penurunan tajam lebih dari 17%, dengan nilai perdagangan terakhir tercatat pada USD $5,61. Toncoin, yang memiliki keterkaitan yang kuat dengan ekosistem Telegram, jelas merasakan dampak dari masalah hukum yang menimpa pendirinya. Penurunan harga ini mencerminkan berkurangnya kepercayaan investor, yang terpengaruh oleh ketidakpastian hukum yang mengelilingi Durov. Akibatnya, minat dan kepercayaan terhadap Toncoin sebagai aset kripto terkait Telegram mengalami kemerosotan, yang menyebabkan fluktuasi signifikan dalam nilai pasar token ini.

Penurunan harga ini sangat mengejutkan, terutama karena sebelumnya terdapat optimisme tentang potensi kenaikan harga Toncoin berkat proyek-proyek baru yang dianggap mampu menarik perhatian investor. Namun, situasi hukum saat ini telah menyebabkan harga Toncoin merosot ke titik terendah dalam dua minggu terakhir.

Hal tersebut juga mencerminkan ketidakpastian yang melanda pasar mengenai masa depan Telegram dan berbagai proyek terkait yang dipimpinnya. Kekhawatiran investor semakin meningkat terkait kemungkinan dampak hukum dan regulasi yang mungkin dihadapi oleh Telegram jika tuduhan terhadap Durov berujung pada tindakan hukum yang signifikan. Ketidakpastian ini menciptakan suasana kekhawatiran, di mana pasar menjadi cemas mengenai bagaimana masalah hukum yang dihadapi oleh pendiri Telegram dapat mempengaruhi stabilitas dan kelangsungan dari proyek-proyek blockchain seperti Toncoin. Dengan adanya potensi risiko hukum yang mungkin dihadapi Telegram, investor merasa tidak yakin tentang prospek jangka panjang dari Toncoin dan ekosistemnya, yang berujung pada penurunan nilai pasar yang signifikan.

Baca Juga :  Mendaftarkan Perusahaan di Sektor Investasi Utama Indonesia

Pentingnya Menelusuri Aset Kripto Sebelum Membeli

Memahami aset kripto yang ingin kamu beli merupakan suatu hal yang sangat penting. Karena seperti yang kita ketahui bahwa aset kripto memiliki tingkat volatilitas yang tinggi, sehingga sebagai investor kita harus selalu melakukan DYOR (Do Your Own Research) sebelum melakukan investasi untuk melihat keadaan pasar atau aset kripto tertentu.

Kamu bisa berinvestasi di beberapa aset kripto yang saat ini sedang top, seperti Bitcoin, Ethereum, dan MATIC. Harga bitcoin juga bisa kamu cek melalui aplikasi Nanovest, tidak hanya aset kripto saja di Nanovest kamu bisa investasi saham Amerika Serikat dan juga Emas Digital.

Bagi investor yang ingin memulai investasi, tidak perlu khawatir karena aset yang dimiliki akan terlindungi oleh asuransi dari Sinar Mas, yang melindungi pengguna dari risiko cybercrime. Nanovest juga sudah terdaftar dan diawasi oleh BAPPEBTI, sehingga aman berlisensi untuk digunakan. Bagi para investor yang tertarik menggunakan Nanovest, aplikasi ini sudah tersedia di Play Store dan App Store.

Berita Terkait

BRI BO Mangga Dua Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan
Bujet Skincare Bulanan: Cara Mengaturnya agar Tetap Sesuai Kemampuan
LBFest 2026 Dorong Brand Lokal Karya Entrepreneur Muda BINUS Naik Kelas
Zyrex Jadi Merek Indonesia Pertama yang Meluncurkan AI Mini Workstation Berbasis AMD Ryzen AI Max+ 395
CX100 Danantara: Membenahi Layanan BUMN dari Pengalaman Masyarakat
Holding Perkebunan Nusantara Dorong Produktivitas Sawit Rakyat melalui Pembelajaran di Kebun Adolina
KAI Daop 2 Bandung Sampaikan Bahwa Keselamatan Perjalanan KA Butuh Peran Serta Masyarakat
Zentara Melihat Perubahan Besar dalam Cara Perusahaan Mengelola Kerentanan Siber

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:02

BRI BO Mangga Dua Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 00:02

Bujet Skincare Bulanan: Cara Mengaturnya agar Tetap Sesuai Kemampuan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 00:02

LBFest 2026 Dorong Brand Lokal Karya Entrepreneur Muda BINUS Naik Kelas

Selasa, 6 Oktober 2026 - 22:02

Zyrex Jadi Merek Indonesia Pertama yang Meluncurkan AI Mini Workstation Berbasis AMD Ryzen AI Max+ 395

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:02

Holding Perkebunan Nusantara Dorong Produktivitas Sawit Rakyat melalui Pembelajaran di Kebun Adolina

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:02

KAI Daop 2 Bandung Sampaikan Bahwa Keselamatan Perjalanan KA Butuh Peran Serta Masyarakat

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:02

Zentara Melihat Perubahan Besar dalam Cara Perusahaan Mengelola Kerentanan Siber

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:02

Dua Puluh Lima Tahun: Narendra Modi dan Posisi India di Dunia

Berita Terbaru