Data Inflasi AS Lemah, Emas Berpotensi Menguat - Koran Mandalika

Data Inflasi AS Lemah, Emas Berpotensi Menguat

Kamis, 13 Maret 2025 - 10:36

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga emas mengalami kenaikan menjelang akhir sesi perdagangan Amerika Utara, meskipun imbal hasil obligasi pemerintah AS yang tinggi serta penguatan Dolar AS memberikan tekanan. Pada Rabu (12/3) malam, XAU/USD tercatat menguat sebesar 0,63% dan diperdagangkan di level $2.933 setelah rilis laporan inflasi AS yang lebih lemah dari perkiraan. Pada hari Kamis (13/3), emas terus menguat dan mendekati puncak sejarahnya di level $2.941. Analisis Dupoin Indonesia, Andy Nugraha, tren bullish masih mendominasi harga emas, didukung oleh pola candlestick dan indikator Moving Average yang terbentuk saat ini.

Prediksi hari ini menunjukkan bahwa XAU/USD berpotensi melanjutkan kenaikan hingga mencapai level $2.956. Namun, jika harga mengalami kegagalan dalam mempertahankan momentum bullish dan terjadi reversal, maka harga emas dapat turun hingga $2.910 sebagai target penurunan terdekat. Faktor utama yang mendukung pergerakan ini adalah ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) setelah data inflasi AS yang lebih rendah dari proyeksi.

Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) melaporkan bahwa inflasi konsumen di AS mengalami sedikit penurunan pada bulan Februari. Namun, para investor tetap berhati-hati terhadap perkembangan ini karena kebijakan tarif agresif pada impor AS dapat memicu gelombang inflasi baru. Meskipun demikian, peluang pemangkasan suku bunga The Fed hingga tiga kali pada tahun 2025 semakin terbuka, memberikan dorongan positif bagi harga emas.

Di sisi lain, Indeks Dolar AS (DXY) mencatat kenaikan 0,14% menjadi 103,55, sementara imbal hasil Treasury AS bertenor 10 tahun naik tiga basis poin menjadi 4,314%. Kenaikan ini membatasi potensi lonjakan harga emas lebih lanjut. Selain itu, tarif impor sebesar 25% terhadap baja dan aluminium yang mulai berlaku pada hari Rabu juga menjadi faktor yang dapat meningkatkan ketidakpastian ekonomi global.

Dari sisi permintaan, World Gold Council (WGC) melaporkan bahwa bank sentral global terus melakukan pembelian emas dalam jumlah besar. Bank Rakyat Tiongkok (PBoC) dan Bank Nasional Polandia (NBP) masing-masing menambah 10 dan 29 ton emas dalam dua bulan pertama tahun 2025. Faktor ini turut memperkuat prospek bullish bagi harga emas dalam jangka menengah hingga panjang. Dengan latar belakang ini, emas berpotensi menguji level psikologis $2.950 dalam waktu dekat.

Baca Juga :  Meneruskan Semangat #JadiGenerasiAI yang Berdampak, BINUS didukung oleh Microsoft Melanjutkan Tahun Kedua Pembelajaran AI Melalui GreatNusa

Para pelaku pasar kini akan mencermati rilis data ekonomi lebih lanjut, termasuk Indeks Harga Produsen (IHP) AS, Klaim Tunjangan Pengangguran Awal, serta Sentimen Konsumen Universitas Michigan (UoM) yang dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai prospek kebijakan moneter The Fed. Jika data-data ini mengindikasikan pelemahan lebih lanjut dalam ekonomi AS, maka peluang emas untuk terus menguat semakin terbuka.

Dengan berbagai faktor pendukung, prospek harga emas hari ini tetap cenderung bullish. Namun, investor perlu waspada terhadap potensi koreksi jika terjadi tekanan dari kenaikan imbal hasil obligasi dan penguatan Dolar AS yang lebih lanjut. Sebagai aset safe-haven, emas masih menjadi pilihan utama di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Berita Terkait

UU P2SK Resmi Disahkan, Nasib Industri Kripto RI Bakal Berubah?
BINUS University Dorong Transformasi Pasar Bunga Rawa Belong Menuju Destinasi Florikultura Bertaraf Internasional
Perluas Peluang Bisnis, WSBP Tambah Kegiatan Usaha
Sebanyak 77 Ribu Lebih Unit KPR Sejahtera FLPP Telah Disalurkan Saat Ini
Pertama di Bekasi, Pinkfong and Baby Shark Hadir di Grand Metropolitan Bekasi Selama Libur Sekolah
Air Lebih Jernih, Pengeluaran Lebih Hemat: Cerita Warga Condet Bersama PAM JAYA
KA Srilelawangsa Layani 1,78 Juta Penumpang Selama Januari–Mei 2026
Hisense TV RGB-MiniLED Jadi Layar Resmi IBC Piala Dunia FIFA 2026™: Presiden FIFA Uji Langsung Sistem VAR

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:00

UU P2SK Resmi Disahkan, Nasib Industri Kripto RI Bakal Berubah?

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:00

BINUS University Dorong Transformasi Pasar Bunga Rawa Belong Menuju Destinasi Florikultura Bertaraf Internasional

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:00

Perluas Peluang Bisnis, WSBP Tambah Kegiatan Usaha

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:00

Sebanyak 77 Ribu Lebih Unit KPR Sejahtera FLPP Telah Disalurkan Saat Ini

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:00

Pertama di Bekasi, Pinkfong and Baby Shark Hadir di Grand Metropolitan Bekasi Selama Libur Sekolah

Kamis, 11 Juni 2026 - 17:00

KA Srilelawangsa Layani 1,78 Juta Penumpang Selama Januari–Mei 2026

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:00

Hisense TV RGB-MiniLED Jadi Layar Resmi IBC Piala Dunia FIFA 2026™: Presiden FIFA Uji Langsung Sistem VAR

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:00

Lewat Literasi Keuangan, Adapundi Dorong Mahasiswa Makassar Bijak Kelola Keuangan Digital

Berita Terbaru

Teknologi

Perluas Peluang Bisnis, WSBP Tambah Kegiatan Usaha

Jumat, 12 Jun 2026 - 10:00