Dinamika dan Potensi brand Lokal dalam Mengimplementasi Prinsip ESG - Koran Mandalika

Dinamika dan Potensi brand Lokal dalam Mengimplementasi Prinsip ESG

Rabu, 23 April 2025 - 20:59

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perkembangan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di Indonesia menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir, dengan semakin banyak perusahaan dan investor yang memahami dan mengadopsi pendekatan berkelanjutan. Brand yang mengadopsi prinsip ESG semakin menjadi faktor utama dalam keputusan pembelian konsumen.

JAKARTA – Perkembangan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di Indonesia menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir, dengan semakin banyak perusahaan dan investor yang memahami dan mengadopsi pendekatan berkelanjutan. Brand yang mengadopsi prinsip ESG semakin menjadi faktor utama dalam keputusan pembelian konsumen.

Survei PricewaterhouseCoopers (PwC) pada 2023 mencatat bahwa 80% konsumen Indonesia bersedia membayar lebih untuk produk dari brand yang berkomitmen terhadap isu sosial dan lingkungan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meningkatnya tekanan regulasi dan ekspektasi konsumen, penerapan prinsip ESG bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan strategis bagi brand lokal. Dengan berbekal data yang telah dirangkum oleh tim Hypefast, wawasan yang disuguhkan dalam #ThinkwithHypefast ini akan mengurai pentingnya penerapan ESG sebagai kunci daya saing dan pertumbuhan jangka panjang bagi bisnis lokal.

Kesadaran Konsumen pada Praktik ESG

Industri bisnis di Indonesia semakin menyadari pentingnya keberlanjutan (sustainability), sumber etis (ethical sourcing), dan praktik bisnis yang bertanggung jawab sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang. Pergeseran pasar global semakin mendukung bisnis yang menerapkan standar ESG, mendorong brand lokal untuk mulai mengintegrasikan prinsip ini dalam operasional brand.

Hal ini juga didukung berkat kesadaran konsumen terhadap pentingnya keberlanjutan yang semakin berkembang, dipengaruhi oleh berbagai faktor yang mendorong brand untuk memilih produk.

Berdasarkan penelitian Snapcart 2024 berjudul Indonesian Consumers’ Interest Toward Sustainable Products, 38% konsumen memilih produk ramah lingkungan karena kepedulian terhadap lingkungan. Faktor lainnya adalah kualitas produk yang lebih tahan lama dan aman digunakan, yang pada akhirnya mendorong konsumen hingga bersedia membayar lebih mahal.

Baca Juga :  Jamu Merapatkan Miss V Setelah Melahirkan, Apakah Ampuh?

Lebih lanjut, survei oleh Indonesian Marketing Association (IMA) pada tahun 2022 menunjukkan bahwa 75% konsumen lebih cenderung mempercayai brand yang transparan mengenai praktik ESG brand. Hal ini mengindikasikan bahwa keterbukaan dan akuntabilitas dalam keberlanjutan tidak hanya membangun kepercayaan konsumen, tetapi juga mendorong loyalitas jangka panjang.

Tantangan dalam Implementasi ESG di Indonesia

Meskipun adopsi ESG terus meningkat, masih terdapat berbagai tantangan yang dihadapi bisnis lokal. Indonesia saat ini berada di peringkat ke-36 dari 47 pasar modal global dalam indeks ESG, menunjukkan masih adanya ruang untuk perbaikan. Salah satu kendala utama adalah kurangnya pemahaman di kalangan pelaku usaha. Studi dari Indonesia Business Council for Sustainable Development menemukan bahwa 40% perusahaan di Indonesia belum sepenuhnya memahami pentingnya penerapan ESG, sementara 60% emiten mengalami kesulitan dalam menetapkan indikator kinerja berbasis ESG.

Selain itu, implementasi ESG juga menghadapi hambatan dari segi akses pasar, pendanaan, dan citra perusahaan. Banyak bisnis lokal masih mencari cara terbaik untuk mengadaptasi standar keberlanjutan tanpa mengorbankan efisiensi operasional.

Masa Depan Brand Lokal yang Berkelanjutan

Meski begitu, brand lokal di Indonesia telah mengambil langkah nyata. Dengan meningkatnya permintaan konsumen dan perubahan pasar global yang semakin mendukung bisnis yang menerapkan keberlanjutan, banyak brand lokal mulai mengintegrasikan strategi ini dalam operasional brand.

Contohnya, yang dilakukan beberapa brand lokal di bawah naungan Hypefast. Sebagai salah satu brand kecantikan lokal terbesar di Indonesia, Luxcrime menunjukkan komitmen keberlanjutannya melalui kolaborasi bersama Seven Clean Seas, organisasi yang berfokus pada pembersihan lautan. Setiap pembelian Skin Tint membantu mengangkat 3 botol plastik dari lautan. Kemasan ramah lingkungan juga menjadi bagian dari upaya ini.

Baca Juga :  BINUS University dan DPRKP DKI Jakarta Bersinergi untuk Perumahan Berkelanjutan Berbasis Teknologi

Di akhir 2024, tim Luxcrime turun langsung ke pesisir Bengkong, Batam, membantu membersihkan lebih dari 550 kg sampah plastik dan mengunjungi Materials Recovery Facility untuk melihat proses daur ulang sampah secara langsung. “Kami percaya bahwa kecantikan tidak hanya soal penampilan, tapi juga soal kontribusi terhadap lingkungan. Inisiatif ini adalah wujud komitmen Luxcrime untuk menjadi brand yang bertanggung jawab dan relevan dengan kebutuhan masa kini,” ujar Melisa Andriani, General Manager Luxcrime.

Di sisi lain, Nona Rara Batik menerapkan prinsip sosial pada operasional perusahaan. Berbeda dengan banyak produsen tekstil yang beralih ke metode produksi mekanis, Nona Rara Batik tetap mempertahankan proses pembuatan batik secara tradisional. Dengan melibatkan pengrajin lokal, brand ini tidak hanya menjaga warisan budaya tetapi juga menciptakan lapangan pekerjaan yang berkelanjutan bagi komunitas perajin.

“Integrasi ESG bukan hanya tentang kepatuhan regulasi atau memenuhi ekspektasi global, tetapi juga tentang membangun loyalitas pelanggan dan menciptakan bisnis yang lebih berkelanjutan. Karenanya perlu adanya sinergi antara pemangku kebijakan dengan pelaku usaha untuk mendorong brand lokal dalam menerapkan prinsip ESG,” ujar Achmad Alkatiri, CEO Hypefast.

Dengan semakin berkembangnya kesadaran akan ESG di kalangan konsumen dan bisnis, adopsi keberlanjutan akan menjadi faktor kunci dalam kesuksesan brand lokal di masa depan. Hypefast terus berkomitmen untuk mendorong transformasi ini dan menjadikan keberlanjutan sebagai bagian dari DNA industri brand lokal di Indonesia.

Berita Terkait

FLOQ Perkenalkan KOL Watchlist, Apa Saja Aset Kripto yang Dipantau?
KAI Daop 2 Bandung Fokus Keselamatan Perjalanan Kereta di Perlintasan Sebidang
BRI Region 6 Gelar Donor Darah, Wujudkan Kepedulian dan Semangat Berbagi
R. Aditya Soeparno Putra Terpilih sebagai Change Agent Koordinator BRI Region 6 Periode 2026–2027
Bank Raya Gelar RUPSLB 2026, Menuju Bank Digital yang Tumbuh Tangguh Berkelanjutan
Dua Smelter PTFI Kembali Operasi, Kapasitas Hilirisasi Tembaga Nasional Menguat
OCBC Syariah dan Rumah Wakaf Salurkan Wakaf untuk Dukung Pendidikan & Keterampilan Siswa di Pelosok Garut
Transaksi Kripto Menguat, Pelaku Industri Dukung OJK Perkuat Tata Kelola dan Literasi

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:02

FLOQ Perkenalkan KOL Watchlist, Apa Saja Aset Kripto yang Dipantau?

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:02

KAI Daop 2 Bandung Fokus Keselamatan Perjalanan Kereta di Perlintasan Sebidang

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:02

BRI Region 6 Gelar Donor Darah, Wujudkan Kepedulian dan Semangat Berbagi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:02

R. Aditya Soeparno Putra Terpilih sebagai Change Agent Koordinator BRI Region 6 Periode 2026–2027

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:02

Bank Raya Gelar RUPSLB 2026, Menuju Bank Digital yang Tumbuh Tangguh Berkelanjutan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:02

OCBC Syariah dan Rumah Wakaf Salurkan Wakaf untuk Dukung Pendidikan & Keterampilan Siswa di Pelosok Garut

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:02

Transaksi Kripto Menguat, Pelaku Industri Dukung OJK Perkuat Tata Kelola dan Literasi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:02

Godrej Consumer Products Lanjutkan Ekspansi di Indonesia Dengan Meresmikan Pabrik Baru di Kendal

Berita Terbaru