Diversifikasi Usaha, Holding Perkebunan Nusantara Optimalkan Kebun Karet Tak Produktif Jadi Agrowisata Edukatif - Koran Mandalika

Diversifikasi Usaha, Holding Perkebunan Nusantara Optimalkan Kebun Karet Tak Produktif Jadi Agrowisata Edukatif

Kamis, 2 Oktober 2025 - 13:31

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Holding Perkebunan Nusantara melalui PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) Regional 3 terus mendorong diversifikasi usaha dengan mengoptimalkan aset-aset nonproduktif menjadi unit bisnis baru. Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui transformasi kebun karet di Karanganyar, Jawa Tengah, yang kini berkembang menjadi destinasi wisata edukatif bernama Agrowisata Kampoeng Karet.

Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Damas, menyatakan bahwa Kampoeng Karet merupakan contoh nyata implementasi mandat pemegang saham untuk mengelola rupa-rupa komoditas dan rupa-rupa usaha.

“PTPN I menjadi penerima mandat sebagai Supporting Co, yakni diserahi untuk mengelola dan mengoptimalkan rupa-rupa komoditas dan usaha di luar gula dan sawit. Di situ ada karet, kakao, kopi, tembakau, dan lainnya. Aset lainnya banyak di bidang hospitality, termasuk rumah sakit dan tempat wisata. Nah, Agrowisata Kampoeng Karet ini adalah salah satunya. Kami terus mendorong dan mendukung unit kerja untuk membuka peluang optimalisasi aset seperti di Kampoeng Karet ini,” ujar Teddy di Jakarta, Rabu (1/10/2025)

Agrowisata Kampoeng Karet berlokasi di Desa Puntuk Rejo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Kawasan yang berada di lereng Gunung Lawu dengan udara sejuk dan panorama pegunungan ini dulunya merupakan kebun karet yang sudah tidak produktif. Dengan jarak hanya sekitar 20 kilometer dari Kota Karanganyar, lokasi ini dinilai strategis untuk dikembangkan menjadi objek wisata edukasi.

Manajer Agrowisata Kampoeng Karet, M. Ibrohim Fajjri, didampingi Penyelia Sistem Manajemen, Herry Sulistyo, menjelaskan bahwa sebelum bertransformasi menjadi kawasan wisata, pihaknya telah melakukan kajian menyeluruh terkait keberlanjutan usaha dan potensi kunjungan. “Dulu ini kebun karet, tetapi sudah tidak produktif. Setelah kajian komprehensif, diputuskan untuk dibuat agrowisata. Syukur, sekarang sudah berjalan dan terus kami lakukan inovasi dari semua lini, baik fasilitas, wahana, layanan, maupun akomodasi,” jelas Ibrohim.

Beragam wahana telah tersedia, mulai dari outbound, camping ground, hingga kegiatan mass gathering. Fasilitas lainnya meliputi flying fox, river tubing, jeep adventure, trampolin, scooter, berkuda, istana kelinci, terapi ikan, kolam renang anak, hingga kafe dan restoran. Pengunjung juga dapat menikmati akses jaringan seluler dan WiFi yang memadai.

Baca Juga :  Tren Perkembangan Adopsi Bitcoin di Tahun 2025: Apa yang Perlu Diketahui?

“Banyak permainan menantang yang akan menguji nyali dan adrenalin. Kami siap melayani rombongan atau perorangan, baik untuk kegiatan keluarga, sekolah, maupun perusahaan,” tambah Ibrohim.

Daya tarik lain adalah harga tiket masuk yang sangat terjangkau. Pada akhir pekan, tiket masuk hanya Rp10 ribu untuk dewasa dan Rp7 ribu untuk anak-anak. Sementara pada hari kerja, tiket lebih murah, yakni Rp7 ribu untuk dewasa dan Rp6 ribu untuk anak-anak.

Dengan berbagai fasilitas tersebut, Agrowisata Kampoeng Karet diharapkan tidak hanya menjadi destinasi wisata, tetapi juga motor penggerak ekonomi lokal, terutama bagi masyarakat sekitar Karanganyar.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

PTPN Group Perkuat Ekosistem Kepemimpinan Perempuan di Industri Perkebunan
Tantangan dan Tips dalam Menabung Emas
Yamaha NMAX “TURBO” Jadi Perbincangan, Skutik Premium yang Padukan Kenyamanan dan Performa
Akselerasi Inovasi Teknologi Bisnis, Sanggabiz Resmi Terpilih Sebagai Penerima Hibah UGM Startup Grant 2026 Batch II
Pajak Kripto Indonesia Tembus Rp2,15 Triliun, Apa Artinya bagi Industri?
Warna Urine Anjing, Panduan Mengenali Kondisi Kesehatannya
KAI Logistik Perkuat Angkutan KA Kontainer sebagai Solusi Logistik Berkelanjutan
Glow Society Makin Seru di K Mall at Menara Jakarta

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 20:02

PTPN Group Perkuat Ekosistem Kepemimpinan Perempuan di Industri Perkebunan

Selasa, 22 September 2026 - 18:03

Tantangan dan Tips dalam Menabung Emas

Selasa, 22 September 2026 - 18:03

Yamaha NMAX “TURBO” Jadi Perbincangan, Skutik Premium yang Padukan Kenyamanan dan Performa

Selasa, 22 September 2026 - 17:02

Pajak Kripto Indonesia Tembus Rp2,15 Triliun, Apa Artinya bagi Industri?

Selasa, 22 September 2026 - 17:02

Warna Urine Anjing, Panduan Mengenali Kondisi Kesehatannya

Selasa, 22 September 2026 - 15:02

KAI Logistik Perkuat Angkutan KA Kontainer sebagai Solusi Logistik Berkelanjutan

Selasa, 22 September 2026 - 14:02

Glow Society Makin Seru di K Mall at Menara Jakarta

Selasa, 22 September 2026 - 14:02

Bea Cukai Indonesia Semakin Digital. Mampukah Sistem Bisnis Mengimbanginya?

Berita Terbaru

NTB Terkini

Dari Lombok Timur ke Amerika, Tuna NTB Kian Mendunia

Selasa, 22 Sep 2026 - 21:58

Teknologi

Tantangan dan Tips dalam Menabung Emas

Selasa, 22 Sep 2026 - 18:03