Dolar Perkasa Tekan Minyak WTI, Harga Berisiko Lanjutkan Penurunan - Koran Mandalika

Dolar Perkasa Tekan Minyak WTI, Harga Berisiko Lanjutkan Penurunan

Senin, 25 Mei 2026 - 10:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) diperkirakan masih akan bergerak dalam tekanan pada perdagangan hari Senin (25/5), seiring dominasi sentimen negatif yang masih kuat di pasar energi global. Berdasarkan analisis Dupoin Futures yang disampaikan oleh analis Geraldo Kofit, pergerakan harga WTI pada timeframe daily menunjukkan kecenderungan tren bearish yang semakin jelas, dengan peluang pelemahan lanjutan apabila tidak ada perubahan signifikan dari sisi teknikal maupun fundamental.

Secara teknikal, pergerakan harga minyak dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan bahwa upaya kenaikan kerap tertahan di area resistance yang terbentuk dari level swing high sebelumnya. Kondisi ini mengindikasikan bahwa tekanan jual masih mendominasi dan pelaku pasar cenderung memanfaatkan setiap kenaikan harga sebagai peluang untuk melakukan aksi jual. Struktur harga yang terbentuk juga mulai memperlihatkan indikasi tren turun baru, di mana harga gagal mempertahankan momentum bullish dan kembali bergerak melemah mengikuti arah tren utama.

Saat ini, level support penting berada di kisaran 89,89 dolar AS per barel. Area ini menjadi titik krusial yang akan menentukan arah pergerakan harga selanjutnya. Jika harga mampu menembus level tersebut, maka potensi penurunan lanjutan diperkirakan akan membawa WTI menuju area support berikutnya di sekitar 85,11 dolar AS per barel. Hal ini menunjukkan bahwa ruang penurunan masih terbuka cukup lebar dalam jangka pendek hingga menengah.

Dari sisi indikator teknikal, stochastic juga memberikan konfirmasi terhadap tren bearish yang sedang berlangsung. Indikator tersebut masih bergerak turun dan sejalan dengan arah pergerakan harga, yang menandakan bahwa momentum penurunan masih cukup kuat. Dalam kondisi seperti ini, peluang terjadinya rebound cenderung terbatas, kecuali terdapat faktor eksternal yang mampu mendorong perubahan sentimen pasar secara signifikan.

Sementara itu, tekanan terhadap harga minyak juga diperkuat oleh faktor fundamental. Kekhawatiran terhadap perlambatan permintaan energi global menjadi salah satu faktor utama yang membebani harga minyak mentah. Ketika prospek pertumbuhan ekonomi dunia mulai menunjukkan tanda-tanda pelemahan, pelaku pasar cenderung memperkirakan bahwa konsumsi energi akan menurun. Hal ini secara langsung berdampak pada berkurangnya permintaan minyak, sehingga menekan harga di pasar internasional.

Penguatan dolar Amerika Serikat juga menjadi faktor penting yang menambah tekanan terhadap harga minyak. Karena minyak diperdagangkan dalam denominasi dolar AS, penguatan mata uang tersebut membuat harga minyak menjadi relatif lebih mahal bagi negara-negara dengan mata uang lain. Kondisi ini berpotensi menekan permintaan global, yang pada akhirnya memberikan tekanan tambahan terhadap harga WTI.

Baca Juga :  Cara Trader Pemula Mengelola Risiko dengan Trading Plan

Selain itu, pasar juga tengah mencermati potensi peningkatan pasokan minyak dari negara-negara produsen utama. Kemungkinan perubahan kebijakan produksi dari kelompok OPEC+ menjadi perhatian investor, terutama jika terjadi peningkatan suplai di tengah kondisi permintaan yang melemah. Ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan ini dapat memperbesar tekanan bearish terhadap harga minyak dalam waktu dekat.

Di sisi lain, sentimen risk-off yang berkembang di pasar global turut memengaruhi pergerakan harga minyak. Dalam situasi ketidakpastian, investor cenderung mengurangi eksposur terhadap aset berisiko seperti komoditas energi dan beralih ke instrumen yang dianggap lebih aman. Hal ini menyebabkan aliran dana ke pasar minyak berkurang, sehingga memperkuat tekanan terhadap harga.

Dengan mempertimbangkan kombinasi faktor teknikal dan fundamental tersebut, harga minyak WTI diperkirakan masih akan bergerak dalam tren menurun pada perdagangan hari ini. Selama harga belum mampu menembus area resistance kunci dan tekanan jual tetap dominan, potensi pelemahan lanjutan masih terbuka. Oleh karena itu, pelaku pasar disarankan untuk tetap mencermati dinamika ekonomi global, pergerakan dolar AS, serta kebijakan produksi minyak yang dapat menjadi penentu arah pergerakan harga selanjutnya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

PLUS Diskonnya dari neobank Plus: Ada Promo QRIS, Diskon Merchant, hingga Top Up E-Wallet
BRI Finance Hadir di Multifinance Day 2026, Perkuat Edukasi dan Inklusi nKeuangan
Menembus Medan, Menghubungkan Energi: Dedikasi PLN NPC Membangun Negeri
Apa Itu Jasa Komen? Cara Kerja, Harga, dan Risiko Jasa Komentar
Menembus Batas, Membawa Energi: 23 Tahun PLN NPC Hadir di Pulau-Pulau Terisolir
Tahun PLN NPC, Perkuat Peran Membangun Infrastruktur Energi hingga Wilayah Terisolir
Beli Besi Eceran atau Mulai Menyetok? Hitungan untuk Usaha Fabrikasi Kecil
Kinerja Bongkar Muat Batu Bara KAI Logistik Meningkat Signifikan, Perkuat Keandalan Rantai Pasok Energi Nasional

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 17:02

PLUS Diskonnya dari neobank Plus: Ada Promo QRIS, Diskon Merchant, hingga Top Up E-Wallet

Selasa, 13 Oktober 2026 - 17:02

BRI Finance Hadir di Multifinance Day 2026, Perkuat Edukasi dan Inklusi nKeuangan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 17:02

Menembus Medan, Menghubungkan Energi: Dedikasi PLN NPC Membangun Negeri

Selasa, 13 Oktober 2026 - 17:02

Apa Itu Jasa Komen? Cara Kerja, Harga, dan Risiko Jasa Komentar

Selasa, 13 Oktober 2026 - 17:02

Menembus Batas, Membawa Energi: 23 Tahun PLN NPC Hadir di Pulau-Pulau Terisolir

Selasa, 13 Oktober 2026 - 16:02

Beli Besi Eceran atau Mulai Menyetok? Hitungan untuk Usaha Fabrikasi Kecil

Selasa, 13 Oktober 2026 - 16:02

Kinerja Bongkar Muat Batu Bara KAI Logistik Meningkat Signifikan, Perkuat Keandalan Rantai Pasok Energi Nasional

Selasa, 13 Oktober 2026 - 16:02

Dari Renovasi hingga Smart Home, BRI Finance Fasilitasi Dana Tunai untuk Berbagai Kebutuhan

Berita Terbaru