Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga Dorong Tren Bullish Emas - Koran Mandalika

Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga Dorong Tren Bullish Emas

Minggu, 30 November 2025 - 23:29

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga emas (XAU/USD) kembali mencatat kenaikan pada perdagangan Selasa (25/11), menguat lebih dari 0,14% setelah rilis data ekonomi Amerika Serikat memperbesar peluang bahwa Federal Reserve (Fed) akan melakukan pemangkasan suku bunga pada pertemuan 9–10 Desember. Pada perdagangan Rabu (26/11), emas bergerak stabil di sekitar $4.141 setelah sebelumnya menyentuh titik terendah harian di $4.109. Pelemahan dolar AS dan turunnya imbal hasil obligasi pemerintah menjadi pendorong utama kenaikan ini, membuat investor kembali mengalihkan minat ke aset tanpa imbal hasil seperti emas.

Analis Dupoin Futures Indonesia, Andy Nugraha, menjelaskan bahwa formasi candlestick dan pergerakan indikator Moving Average mengindikasikan bahwa tren bullish pada XAU/USD semakin kuat. Menurutnya, momentum yang terbentuk di pasar menunjukkan meningkatnya optimisme investor bahwa harga emas memiliki peluang naik dalam jangka pendek. Penguatan teknikal tersebut juga dinilai sejalan dengan kondisi fundamental global yang mendukung sentimen ke arah bullish.

Secara teknikal, Andy memaparkan dua potensi arah gerak emas untuk hari ini. Jika tekanan beli terus berlanjut, XAU/USD berpotensi menargetkan kenaikan menuju area resistance di $4.208. Namun, jika tekanan naik melemah dan terjadi koreksi harga, emas bisa turun menuju level support terdekat di $4.116, yang akan menjadi penentu apakah tren bullish mampu bertahan.

Sentimen penguatan emas juga diperkuat oleh data makro ekonomi AS terbaru. Setelah laporan inflasi menunjukkan pelemahan, pasar semakin yakin The Fed memiliki ruang yang lebih luas untuk melonggarkan kebijakan moneternya. Beberapa pejabat The Fed bahkan mendukung pemangkasan suku bunga ketiga tahun ini di bulan Desember. Hal ini membuat dolar AS melemah ke posisi terendah dalam satu minggu, sehingga memberikan dorongan tambahan bagi harga emas, mengingat hubungan terbalik antara keduanya.

Meski demikian, kenaikan harga emas tidak serta-merta berlangsung tanpa hambatan. Turunnya ekspektasi suku bunga juga mendorong peningkatan minat terhadap aset berisiko, tercermin dari menguatnya pasar saham global, sehingga membatasi penguatan emas sebagai aset safe haven. Harapan tercapainya kesepakatan damai antara Rusia dan Ukraina juga menjadi faktor yang menekan potensi reli emas.

Baca Juga :  PWC Diakui ASEAN dan Asia Records sebagai Dompet Non-Custodial Pertama

Di sisi lain, kondisi fundamental keseluruhan tetap mendukung pergerakan emas ke arah naik. Stabilnya Indeks Harga Produsen (IHP) AS di 2,7% YoY, turunnya IHP inti menjadi 2,6%, serta melemahnya penjualan ritel dan tingkat kepercayaan konsumen, menunjukkan adanya perlambatan ekonomi yang dapat membuat The Fed semakin condong kepada kebijakan pelonggaran. Sikap dovish Gubernur Stephen Miran yang menilai perlunya penurunan suku bunga besar untuk menyeimbangkan kebijakan, semakin memperkuat ekspektasi pasar bahwa Fed berpeluang besar memangkas suku bunga 25 basis poin pada Desember, dengan probabilitas sekitar 85%.

Dengan dukungan teknikal yang bullish serta fundamental yang mengarah pada penurunan suku bunga, prospek pergerakan emas hari ini cenderung positif. Meski demikian, potensi koreksi tetap perlu diperhatikan oleh pelaku pasar yang memantau dinamika harga emas dalam jangka pendek.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES.

Berita Terkait

Saat Tidak Konsisten dalam Menabung, Apa yang Bisa Kamu Lakukan?
Mimin Berekspansi ke Filipina, Gandeng TechShake untuk Menghadirkan Conversational AI bagi Bisnis Lokal
Tips Memilih Lokasi untuk Usaha Kecil agar Lebih Mudah Menjangkau Pelanggan
Bitcoin Bertahan di Atas US$75.000 Pasca FOMC, Ada Peluang Naik Lagi?
Unitree As2 Resmi Hadir di Indonesia: Robot Quadruped Industri di Kelas Harga Baru
Dari Pelosok Desa Menembus Ruang Eksekutif: Dwi Andi Rohmatika Masuk Nominasi UN Women 2026 Asia-Pacific WEPs Awards
Cegah Kecurangan Muatan Truk Tambang, 96 Unit Widya Load Scanner Beroperasi di Seluruh Indonesia
Tanpa Batas Geografis, ICTIM 2026 Buktikan Diskusi Riset Lintas Negara Secara Daring

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 18:02

Saat Tidak Konsisten dalam Menabung, Apa yang Bisa Kamu Lakukan?

Kamis, 17 September 2026 - 18:02

Mimin Berekspansi ke Filipina, Gandeng TechShake untuk Menghadirkan Conversational AI bagi Bisnis Lokal

Kamis, 17 September 2026 - 18:02

Tips Memilih Lokasi untuk Usaha Kecil agar Lebih Mudah Menjangkau Pelanggan

Kamis, 17 September 2026 - 17:02

Bitcoin Bertahan di Atas US$75.000 Pasca FOMC, Ada Peluang Naik Lagi?

Kamis, 17 September 2026 - 17:02

Dari Pelosok Desa Menembus Ruang Eksekutif: Dwi Andi Rohmatika Masuk Nominasi UN Women 2026 Asia-Pacific WEPs Awards

Kamis, 17 September 2026 - 16:02

Cegah Kecurangan Muatan Truk Tambang, 96 Unit Widya Load Scanner Beroperasi di Seluruh Indonesia

Kamis, 17 September 2026 - 16:02

Tanpa Batas Geografis, ICTIM 2026 Buktikan Diskusi Riset Lintas Negara Secara Daring

Kamis, 17 September 2026 - 16:02

Horison Hotels Group Perkuat Jaringan di Indonesia Timur melalui Horison Inn Artha Kencana Makassar

Berita Terbaru