Emas Bangkit dari Tekanan, Prospek Bullish Didukung Sentimen Risiko Dunia - Koran Mandalika

Emas Bangkit dari Tekanan, Prospek Bullish Didukung Sentimen Risiko Dunia

Minggu, 25 Januari 2026 - 10:31

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga emas (XAU/USD) global kembali bergerak menguat pada awal perdagangan pekan ini, menegaskan posisinya sebagai aset lindung nilai utama di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan ekonomi dunia.

Setelah sempat tertekan dan menyentuh level terendah dalam empat hari pada akhir pekan lalu, Emas berbalik arah dan melonjak lebih dari 1,50% pada hari Senin (19/1). Logam mulia tersebut kini diperdagangkan di area $4.672 per troy ounce, tidak jauh dari level psikologis $4.700, setelah sebelumnya mencatat rekor tertinggi baru. Penguatan ini terjadi seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap eskalasi konflik dagang antara Amerika Serikat dan Uni Eropa yang kembali memanas.

Berdasarkan analisa teknikal dari Dupoin Futures, Andy Nugraha menilai bahwa pergerakan emas saat ini masih berada dalam jalur yang konstruktif. Indikasi teknikal yang terlihat dari formasi candlestick serta arah indikator Moving Average menunjukkan bahwa tren bullish emas semakin solid. Harga emas mampu bertahan di atas area support kunci, mencerminkan dominasi minat beli yang masih kuat dan minimnya tekanan jual signifikan meskipun harga berada di level yang relatif tinggi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam outlook jangka pendeknya, Andy Nugraha memproyeksikan bahwa selama sentimen pasar tetap didominasi oleh sikap waspada terhadap risiko global, emas masih memiliki ruang untuk melanjutkan penguatannya. Apabila dorongan bullish tetap terjaga, emas berpeluang mengarah ke area $4.750 sebagai target kenaikan berikutnya. Area tersebut dinilai sebagai level teknikal penting yang dapat menjadi magnet harga jika aliran dana ke aset safe-haven terus berlanjut.

Baca Juga :  Argo Sindoro dan Argo Muria Hadirkan Pengalaman Baru: Gunakan Rangkaian Eksekutif Stainless Steel New Generation Mulai 15 Juni 2025

Meski demikian, Andy juga mengingatkan bahwa pergerakan di dekat puncak historis kerap diiringi dengan volatilitas tinggi. Jika terjadi aksi ambil untung dan harga gagal mempertahankan momentum naiknya, maka zona $4.565 diperkirakan akan menjadi area penopang terdekat yang perlu dicermati oleh pelaku pasar.

Dari sisi fundamental, reli emas kali ini tidak terlepas dari meningkatnya ketegangan perdagangan global. Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan rencana pengenaan tarif terhadap delapan negara Eropa yang menentang rencana akuisisi Greenland oleh AS. Negara-negara tersebut meliputi Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Finlandia, Belanda, dan Inggris. Tarif awal sebesar 10% akan diberlakukan mulai awal Februari dan berpotensi naik hingga 25% pada pertengahan tahun apabila tidak tercapai kesepakatan. Langkah ini memicu kekhawatiran pasar akan terjadinya perang dagang yang lebih luas, terlebih Uni Eropa dilaporkan tengah menyiapkan opsi balasan berupa tarif bernilai puluhan miliar euro terhadap impor AS.

Baca Juga :  KAI Daop 8 Surabaya Hadirkan Tarif Khusus Kereta Api Jarak Jauh, Mulai Rp 45.000

Di tengah kondisi tersebut, emas kembali mendapat sorotan sebagai instrumen perlindungan nilai. Ketidakpastian kebijakan perdagangan, ditambah dengan dinamika geopolitik yang belum mereda, mendorong investor untuk mengurangi eksposur terhadap aset berisiko. Sementara itu, kebijakan moneter Amerika Serikat juga menjadi faktor yang turut mempengaruhi arah harga emas. Meski sebagian besar analis memperkirakan Federal Reserve akan menahan suku bunga dalam waktu dekat, proyeksi pemangkasan suku bunga yang lebih lambat tetap menciptakan ketidakpastian tersendiri bagi pasar.

Di pasar mata uang, Dolar AS justru menunjukkan pelemahan, tercermin dari Indeks Dolar AS (DXY) yang turun ke kisaran 99,02. Kondisi ini memberikan dukungan tambahan bagi emas, meskipun imbal hasil obligasi pemerintah AS mengalami kenaikan. Dengan latar belakang tersebut, Andy Nugraha menilai bahwa bias pergerakan emas masih cenderung positif. Selama risiko global tetap membayangi dan minat terhadap aset aman belum surut, harga emas berpotensi mempertahankan tren bullish dan melanjutkan pergerakan ke level yang lebih tinggi dalam waktu dekat.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

The Pawciety Club Bawa Dunia Dog Lovers ke PIK Avenue
BINUS @Semarang Hadirkan SEWUNARA 2026, Ruang Kolaborasi Global untuk Membayangkan Kota Masa Depan
Kemendag Kembangkan InaExport Jadi Ekosistem B2B, Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV PalmCo Perluas Akses Pasar Ekspor
Peduli Kesehatan Lingkungan, PTPN Group melalui Unit Riset Sungei Putih PT RPN Berkolaborasi Lakukan Fogging
Tips Traktir Teman ketika Ulang Tahun agar Tidak Boncos
Mengatur Keuangan Saat Punya Cicilan agar Tetap Terkendali
Penjualan Online Belum Maksimal? Ini Strategi yang Bisa Dicoba UMKM
“Satu Jalur, Sejuta Cerita”: Merayakan Kisah-kisah Jalur Komuter Indonesia

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 10:02

The Pawciety Club Bawa Dunia Dog Lovers ke PIK Avenue

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 09:02

BINUS @Semarang Hadirkan SEWUNARA 2026, Ruang Kolaborasi Global untuk Membayangkan Kota Masa Depan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:02

Peduli Kesehatan Lingkungan, PTPN Group melalui Unit Riset Sungei Putih PT RPN Berkolaborasi Lakukan Fogging

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:02

Tips Traktir Teman ketika Ulang Tahun agar Tidak Boncos

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:02

Mengatur Keuangan Saat Punya Cicilan agar Tetap Terkendali

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:02

Penjualan Online Belum Maksimal? Ini Strategi yang Bisa Dicoba UMKM

Jumat, 9 Oktober 2026 - 17:02

“Satu Jalur, Sejuta Cerita”: Merayakan Kisah-kisah Jalur Komuter Indonesia

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:02

BRI Region 6 Berpartisipasi dalam Gebyar Lelang BRI Serentak di 74 Lokasi di Seluruh Indonesia

Berita Terbaru

Teknologi

The Pawciety Club Bawa Dunia Dog Lovers ke PIK Avenue

Sabtu, 10 Okt 2026 - 10:02

NTB Terkini

Bale Kita Hadir di BIZAM, Kerajinan NTB Makin Mendunia

Sabtu, 10 Okt 2026 - 09:30