Di Usia Berapa Sebaiknya Mulai Investasi? - Koran Mandalika

Di Usia Berapa Sebaiknya Mulai Investasi?

Minggu, 31 Mei 2026 - 17:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di Usia Berapa Sebaiknya Mulai Investasi?

Masih banyak masyarakat yang beranggapan bahwa investasi hanya bisa dilakukan setelah memiliki penghasilan besar atau kondisi keuangan yang benar benar mapan. Akibatnya, tidak sedikit orang yang menunda investasi hingga bertahun tahun karena merasa belum memiliki dana yang cukup.

Padahal, investasi tidak selalu harus dimulai dengan modal besar. Yang lebih penting adalah membangun kebiasaan menyisihkan dana secara rutin dan memahami tujuan keuangan yang ingin dicapai.

Karena itu, pertanyaan mengenai usia ideal untuk mulai investasi sebenarnya tidak memiliki jawaban yang sama untuk setiap orang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Semakin Dini Memulai, Semakin Panjang Waktu yang Dimiliki

Salah satu keuntungan memulai investasi sejak usia muda adalah memiliki waktu yang lebih panjang untuk mencapai tujuan keuangan.

Di usia 20-an, misalnya, seseorang biasanya mulai mempersiapkan berbagai kebutuhan masa depan seperti dana pernikahan, dana pendidikan lanjutan, kendaraan, hingga pembelian rumah pertama.

Dengan rentang waktu yang lebih panjang, seseorang memiliki kesempatan untuk membangun portofolio investasi secara bertahap sesuai kemampuan finansial masing masing.

Selain itu, memulai lebih awal juga membantu membentuk kebiasaan finansial yang lebih disiplin dalam jangka panjang.

Tidak Ada Kata Terlambat untuk Mulai Investasi

Meski banyak ahli keuangan menganjurkan untuk mulai berinvestasi sedini mungkin, bukan berarti mereka yang baru memulai di usia 30 atau 40 tahun kehilangan kesempatan.

Baca Juga :  RPN, Anak Usaha Holding Perkebunan Nusantara, Perkuat Riset dan Inovasi untuk Dukung Swasembada Gula Nasional

Setiap fase kehidupan memiliki tujuan keuangan yang berbeda. Di usia 30-an, fokus investasi sering kali berkaitan dengan kebutuhan keluarga, pendidikan anak, atau persiapan dana pensiun.

Sementara itu, pada usia yang lebih matang, investasi dapat menjadi bagian dari strategi menjaga nilai aset dan mempersiapkan kebutuhan jangka panjang.

Yang terpenting adalah menyesuaikan strategi investasi dengan kondisi keuangan, tujuan, dan profil risiko masing masing.

Dana Darurat Tetap Menjadi Prioritas

Sebelum mulai berinvestasi, penting untuk memastikan kondisi keuangan dasar sudah cukup sehat. Salah satu langkah yang sering dianjurkan adalah menyiapkan dana darurat terlebih dahulu.

Dana darurat dapat membantu menghadapi kebutuhan tak terduga tanpa harus mengganggu dana investasi yang telah disiapkan untuk tujuan tertentu.

Selain itu, memiliki pengelolaan keuangan yang lebih teratur juga dapat membantu seseorang berinvestasi dengan lebih nyaman dan sesuai rencana.

Memulai Investasi Kini Semakin Mudah

Perkembangan layanan keuangan digital membuat akses terhadap berbagai produk investasi menjadi semakin mudah. Masyarakat kini dapat mempelajari berbagai pilihan investasi dan memulai sesuai kemampuan finansial melalui aplikasi digital.

Baca Juga :  Menjelang Rapat The Fed, Emas Masih Bergerak Lemah

Melalui bank dengan layanan digital seperti neobank dari Bank Neo Commerce, pengguna dapat mengakses produk Reksa Dana langsung melalui aplikasi. Fitur ini memungkinkan pengguna mulai berinvestasi secara lebih praktis sesuai tujuan dan profil risiko masing masing.

Tidak ada usia yang benar benar terlambat untuk mulai berinvestasi. Namun, semakin cepat seseorang memahami pentingnya mengelola keuangan dan membangun kebiasaan investasi, semakin banyak waktu yang dimiliki untuk mempersiapkan berbagai kebutuhan finansial di masa depan.

***

Jika ingin mempelajari produk Reksa Dana, kamu bisa mengeceknya melalui neobank di  PlayStore atau App Store. Cek info lebih lanjut dan terbaru di link Reksa Dana atau https://s.id/igneoreksadana.

Fitur, biaya, dan ketentuan produk dapat berubah sesuai kebijakan bank.

Investasi melalui Reksa Dana mengandung risiko. Calon investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum berinvestasi.

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang.

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin & diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan bank peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).  

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Pengguna LRT Jabodebek Tumbuh 17,6 Persen, Dukung Mobilitas Masyarakat di Jabodebek
KAI Terapkan Gapeka Baru Mulai 1 Desember 2026, Jadwal Perjalanan KA Mengalami Perubahan
Dari Desa untuk Negeri, BRI Dukung Pengembangan Potensi Ekonomi Masyarakat
AI Connect Bandung Hadirkan Be The Hustler, Bekali Calon Founder Strategi Menemukan Peluang Bisnis Berbasis AI
ezSign Satukan Tanda Tangan Elektronik dan e-Meterai dalam Satu Aplikasi
Minerba Convex 2026, MIND ID Hadirkan Arti Mineral untuk Kehidupan
Analisis Dupoin Futures: Prospek WTI Dibayangi Harapan Perdamaian AS-Iran
Isi Kuliah Praktisi di USU, Dirut PTPN III (Persero) Bagikan Pengalaman Pembenahan Proses Bisnis

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 14:12

GOW Loteng Ajarkan Kader Olah Jajanan Sehat untuk Cegah Stunting

Selasa, 3 November 2026 - 19:28

Bawa 4 PR Besar dari Desa Penujak, Lalu Akhyar Siap Dobrak Alokasi Anggaran OPD

Selasa, 3 November 2026 - 19:06

Polisi Kantongi CCTV Pengeroyokan di Puyung, Identitas Pelaku Mulai Diburu

Selasa, 3 November 2026 - 17:15

Pulang Kerja dari Mataram, Pria Asal Jago Jadi Korban Pengeroyokan di Puyung

Senin, 2 November 2026 - 18:05

Akses Jalan Dirusak Usai Pilkades, Warga Desa Pengadang Minta Bupati Turun Tangan

Senin, 2 November 2026 - 16:53

​Jembatani Kebutuhan Warga Beraim, Haji Supli PKS Cari Celah Perjuangkan Air Bersih dan Alsintan

Senin, 2 November 2026 - 16:43

Reses Di Tengah Kebijakan Buntu: Haji Supli Dituntut Perjuangkan Usulan Yang Terlarang Dianggarkan

Senin, 2 November 2026 - 07:33

Awas! Nyamuk dan Air Kencing Tikus Mengintai Lombok Tengah, Dinkes: Jangan Tunggu Sakit Baru Bergerak

Berita Terbaru