Emas Bangkit dari Tekanan, Target 4.588 Kian Terbuka - Koran Mandalika

Emas Bangkit dari Tekanan, Target 4.588 Kian Terbuka

Selasa, 5 Mei 2026 - 10:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga emas dunia pada perdagangan hari Selasa (5/5) diperkirakan mulai menunjukkan peluang penguatan setelah sebelumnya mengalami tekanan cukup dalam. Dupoin Futures melalui analisnya, Geraldo Kofit, melihat adanya sinyal bahwa penurunan harga mulai mereda dan berpotensi diikuti oleh pergerakan naik dalam jangka pendek.

Dari sisi teknikal, pergerakan XAU/USD pada timeframe H4 memperlihatkan bahwa harga berhasil bertahan di area support kuat di level 4.510. Level ini menjadi titik penting yang mampu menahan tekanan jual, sehingga mencegah harga turun lebih dalam. Ketika harga mampu bertahan di area support yang solid, kondisi ini biasanya menjadi tanda awal bahwa tren penurunan mulai kehilangan kekuatan.

Situasi tersebut membuka peluang bagi harga emas untuk bergerak naik, meskipun dalam bentuk koreksi sementara atau yang dikenal sebagai secondary trend. Kenaikan ini merupakan bagian wajar dari dinamika pasar setelah sebelumnya terjadi penurunan yang cukup signifikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam proyeksi jangka pendek, harga emas diperkirakan akan bergerak menuju area resistance terdekat di kisaran 4.560 hingga 4.588. Level ini menjadi target awal yang akan diuji oleh pasar. Namun, area tersebut juga berdekatan dengan indikator Moving Average 21 dan 34 yang berfungsi sebagai resistance dinamis. Artinya, meskipun harga berpotensi naik, pergerakan tersebut kemungkinan akan menghadapi hambatan di area tersebut.

Baca Juga :  Beli Followers Instagram: Aman atau Malapetaka untuk Akun Kamu?

Selain itu, indikator stochastic saat ini menunjukkan kondisi jenuh jual atau oversold. Dalam analisis teknikal, kondisi ini sering diartikan sebagai sinyal bahwa tekanan jual sudah terlalu kuat dan pasar berpotensi mengalami rebound. Dengan kata lain, peluang terjadinya kenaikan harga dalam jangka pendek semakin terbuka.

Meski demikian, pelaku pasar tetap perlu berhati-hati. Kenaikan yang terjadi dalam fase koreksi biasanya tidak berlangsung terlalu lama dan masih berpotensi kembali tertekan apabila tidak didukung oleh momentum yang kuat.

Dari sisi fundamental, potensi kenaikan harga emas juga didukung oleh pelemahan sementara dolar Amerika Serikat. Setelah sebelumnya menguat, dolar mulai menunjukkan tanda-tanda melemah, yang memberikan ruang bagi emas untuk bergerak naik. Hal ini terjadi karena emas menjadi lebih terjangkau bagi investor global ketika dolar melemah.

Selain itu, pergerakan imbal hasil obligasi pemerintah AS yang cenderung stabil atau menurun turut memberikan sentimen positif. Ketika yield tidak meningkat, biaya peluang dalam memegang emas menjadi lebih rendah, sehingga meningkatkan minat investor terhadap logam mulia tersebut.

Baca Juga :  Transformasi Komunikasi di Papua Bersama Telkom Indonesia Hadirkan Seminar Public Speaking Berbasis AI

Ekspektasi pasar terhadap kebijakan Federal Reserve yang mulai lebih berhati-hati juga menjadi faktor pendukung. Pelaku pasar mulai melihat kemungkinan bahwa tidak akan ada kenaikan suku bunga tambahan dalam waktu dekat. Kondisi ini membuat emas menjadi lebih menarik sebagai aset investasi, mengingat sifatnya yang tidak memberikan imbal hasil tetap.

Di sisi lain, posisi harga yang saat ini berada di area support kuat juga mendorong aksi beli dari pelaku pasar. Banyak investor memanfaatkan kondisi harga yang relatif rendah untuk melakukan pembelian, yang dikenal sebagai strategi bargain hunting. Aktivitas ini turut membantu mendorong harga emas untuk naik dalam jangka pendek.

Secara keseluruhan, kombinasi antara sinyal teknikal dan faktor fundamental memberikan gambaran bahwa harga emas memiliki peluang untuk mengalami rebound dalam waktu dekat. Selama harga mampu bertahan di atas area support penting, potensi kenaikan menuju kisaran 4.560 hingga 4.588 masih terbuka.

Namun demikian, pelaku pasar tetap disarankan untuk mencermati perkembangan kondisi global yang dapat memengaruhi pergerakan harga. Dengan pasar yang masih fluktuatif, pendekatan yang disiplin dan berbasis analisis menjadi hal penting dalam mengambil keputusan investasi.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

BRI BO Sunter Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan
Struk Digital Odoo POS: Kurangi Kertas, Kumpulkan Data Pelanggan
BRI BO Segitiga Senen Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan
BRI BO Rawamangun Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan
BRI BO Pluit Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan
BRI BO Otista Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan
BRI BO Mangga Dua Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan
Bujet Skincare Bulanan: Cara Mengaturnya agar Tetap Sesuai Kemampuan

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:02

BRI BO Sunter Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:02

Struk Digital Odoo POS: Kurangi Kertas, Kumpulkan Data Pelanggan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:02

BRI BO Segitiga Senen Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:02

BRI BO Rawamangun Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:02

BRI BO Pluit Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:02

BRI BO Mangga Dua Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 00:02

Bujet Skincare Bulanan: Cara Mengaturnya agar Tetap Sesuai Kemampuan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 00:02

LBFest 2026 Dorong Brand Lokal Karya Entrepreneur Muda BINUS Naik Kelas

Berita Terbaru