Emas Sempat Mencapai Puncak, Potensi Penguatan Masih Terbuka Hari Ini - Koran Mandalika

Emas Sempat Mencapai Puncak, Potensi Penguatan Masih Terbuka Hari Ini

Rabu, 31 Desember 2025 - 00:52

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pergerakan harga emas dunia (XAU/USD) pada perdagangan Selasa menunjukkan stabilitas dengan kecenderungan menguat. Sentimen positif ini didukung oleh sinyal teknikal yang masih solid serta ekspektasi pasar terhadap kelanjutan kebijakan penurunan suku bunga Amerika Serikat. Analisis dari Dupoin Futures Indonesia menyebutkan bahwa tren emas masih berada di jalur positif, meskipun sebelumnya sempat tertekan aksi ambil untung.

Pada perdagangan Senin (21/12), harga emas sempat mencatatkan level tertinggi harian di area $4.350. Namun, momentum kenaikan tersebut tidak bertahan lama setelah sebagian pelaku pasar merealisasikan keuntungan. Tekanan jual jangka pendek membuat harga terkoreksi dan akhirnya ditutup relatif stabil di kisaran $4.296, seiring berlanjutnya pelemahan dolar AS.

Analis Dupoin Futures Indonesia, Andy Nugraha, menilai struktur pergerakan emas saat ini masih mencerminkan tren naik yang semakin kuat. Hal ini terlihat dari pola candlestick serta indikator Moving Average yang menunjukkan dominasi pembeli masih cukup solid. Selama harga mampu bertahan di atas area support terdekat, peluang untuk melanjutkan kenaikan dinilai masih terbuka.

“Melihat kombinasi candlestick dan indikator Moving Average yang terbentuk, tren bullish XAU/USD masih terjaga. Apabila tekanan beli berlanjut, harga emas berpotensi bergerak naik untuk menguji area $4.348,” jelas Andy Nugraha.

Meski begitu, ia juga mengingatkan bahwa potensi koreksi teknikal jangka pendek tetap perlu diwaspadai. Jika tekanan jual kembali muncul dan harga gagal melanjutkan penguatan, XAU/USD berpeluang turun ke area support sekitar $4.290. Koreksi tersebut dinilai wajar selama tidak merusak struktur tren naik yang sedang berlangsung.

Pada perdagangan Selasa (22/12), emas kembali melanjutkan penguatannya, terutama pada sesi Asia. Harga XAU/USD tercatat naik hingga mendekati $4.305, yang menjadi level tertinggi sejak 21 Oktober. Kenaikan ini didorong oleh spekulasi pasar terkait kemungkinan pemangkasan suku bunga lanjutan oleh Federal Reserve AS. Pekan lalu, The Fed telah melakukan pemotongan suku bunga ketiga sepanjang tahun dan mengisyaratkan sikap kebijakan yang lebih akomodatif ke depan.

Kondisi suku bunga yang lebih rendah umumnya mengurangi biaya peluang dalam memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil, sehingga turut mendorong permintaan terhadap logam mulia. Walaupun dalam proyeksi ekonomi (dot plot) The Fed hanya memperkirakan satu kali pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin hingga akhir 2026, pasar masih membuka peluang adanya kebijakan pelonggaran yang lebih agresif.

Baca Juga :  Lewat AIcosystem, Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional di InnoVibes 2026

Perhatian pelaku pasar pada Selasa sore juga tertuju pada rilis sejumlah data ekonomi penting AS, seperti laporan Nonfarm Payrolls (NFP), Penjualan Ritel, dan PMI. Data ketenagakerjaan tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter The Fed ke depan.

Di sisi lain, optimisme terhadap pembicaraan perdamaian Ukraina berpotensi menekan permintaan aset safe haven, termasuk emas. Meski demikian, ketidakpastian global dan dinamika kebijakan moneter masih membuat emas tetap menarik sebagai instrumen lindung nilai. Dengan dukungan teknikal dan fundamental yang cukup kuat, Andy Nugraha memproyeksikan pergerakan emas hari ini cenderung stabil dengan peluang penguatan lanjutan, meskipun risiko koreksi jangka pendek tetap ada.

 

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

BRIDS Salurkan Bantuan untuk Dukung Pemulihan Pascagempa di Nusa Tenggara Timur
Waskita Beton Precast Kembali Tanam 228 Pohon pada September 2026, Lanjutkan Komitmen Pehijauan Bersama Pelanggan
SETC Perkuat Kolaborasi Pemerintah dan Swasta untuk Dorong UMKM Naik Kelas
Emas Kembali Tertekan di Bawah US$4.300, Ini Prediksi XAUUSD Hari Ini
Minat Internasional Meningkat Seiring Dimulainya Automechanika Jakarta Besok, Hadirkan Partisipasi Global
BP Tapera Perluas Sosialisasi KPR Sejahtera FLPP, Dorong Masyarakat Miliki Rumah Pertama
Harga Drone Pertanian DJI Agras 2026: Bandingkan T25P, T55, T70P, dan T100 Sebelum Beli
BIZTECH for Change 2026 Perkuat Peran BINUS @Bekasi sebagai Business, Service, and Technology Campus

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 21:02

Wujud Kemanusiaan dan Solidaritas, PTPN Group Salurkan Tali Kasih bagi Keluarga Jurnalis Korban Selat Sunda

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:02

Plus Gratisnya dari neobank PLUS: Kuota Gratis Transfer antarbank hingga 200 Kali per Bulan

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:02

Jaga Kualitas Infrastruktur, PT JMTM Lanjutkan Pekerjaan SFO dan Rekonstruksi Rigid di Ruas Tol Semarang

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:02

Multi-Level BoM Odoo: Rakit Produk Bertingkat Tanpa Salah Komponen

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:02

Mulai 9 Oktober, KAI Daop 1 Jakarta Jaga 5 Perlintasan Sebidang di Bekasi dan Tangerang

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 12:20

Motor Impian Makin Dekat, BRI Finance Hadirkan Bunga Mulai 0,7%

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:02

Incar Generasi Muda, itel Rilis Jingle “I Tell You” dengan Trio “Jangan Calling”

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:02

HP 2 Jutaan Ini Punya 2 Layar, Bisa Selfie Pakai Kamera Utama! Intip Harga dan Spesifikasi itel A300+

Berita Terbaru